Jakarta, TopBusiness – Tahira adalah Super Hero. Kartini tangguh dari Pulau Pagerungan, menyusul sebagai mitra binaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari Kangean Energy Indonesia (KEI).
Tahira sebagai sang ‘super hero’, ini mendapat pembinaan dari KEI semenjak tahun 2017 dalam rangka menyerap bahan baku ikan laut yang sangat melimpah di Kawasan Pulau Pagerungan. Ini langkah cermat dari KEI guna memecahkan permasalahan dan pemanfaatan hasil ikan.
Ditegaskan Comdev Officer KEI, Ahmad Baidowi, pihaknya turut memetakan keberadaan potensi perikanan di Pulau Pagerungan yang sangat melimpah. “Bahkan, hasil ikan sering kali dibuang begitu saja oleh para nelayan. Dengan situasi tersebut, kami, KEI, turut memberikan jawaban nyata dan sangat tepat agar segera memberdayakan masyarakat, agar hasil tangkapan para nelayan tidak dibuang secara mubazir saja,” kata Ahmad Baidowo kepada TopBusiness.id, beberapa waktu lalu, dalam team 1 media visit CSR di Kawasan potensi migas di Kawasan Madura.
Dijelaskan Ahmad, sejak tahun 2017 perusahaan langsung membentuk dan memberdayakan masyarakat untuk dapat meanfaatkan hasil budidaya ikan di Pulau Pagerungan ini.
Ketika 2017, Tahira masuk dalam PPM yang digagas KEI. Dan hingga 2025, ini hanya Tahira yang mampu menjadi ‘Super Hero’ dalam PPM yang digagas KEI. Saat ini Tahira telah berhasil meroketkan produk unggulan berbahan ikan seperti Abon Ikan Baby Tuna, Abon Ikan Putihan. Juga Sambal Ikan Balado, Baby Tuna, ada yang kemasaan poch dan toples, dan Tahira telah berhasil membukukan omset setiap bulannya sebesar Rp 20 juta.
Perjuangan panjang dan berliku telah dihadapi ‘Super Hero’ Tahira sangat luar biasa. Tentunya, perjuangan tidak mudah bagi ‘super hero’ Tahira, sebagai pelaku UMKM binaan KEI. Beliau berhasil menembus produknya ke Jakarta, Surabaya, hingga wilayah Nusantara lainnya.
Lokasi Pulau Pagerungan ini mempunyai jarak 349 Km dari Surabaya dengan waktu tempuh melalui pesawat twin otter selama 1 jam 20 menit. Jika naik kapal laut dari Sumenep ke Pagerungan ditempuh selama 8 jam, itu jika situasi ombak normal-norma saja, dengan ongkos naik pesawat terbang twin otter Rp 900.000 per orang.
Tahira mem-branding nama produk dengan nama d’Emmak. Emmak diambil dari panggilannnya ditempat kerja di KEI sebagai kontraktor semenjak tahun 1991. Nama dan perjuangan ‘super hero’ perlu mendapatkan respon positif bagi seluruh stake holder agar produk unggulan dari daerah 3T (terpencil, terdepan, terluar) Pulau Pagerungan. Ini dirasakan perlu agar Pemerintah Daerah Sumenep turut memberikan kemudahan dalam dukungan infrastruktur dan kemudahan logistik, sehingga produk dapat menjadi produk unggulan dan turut membanggakan Kabupaten Sumenep dengan UMKM. Akhirnya, dapat menyumbang PAD bagi Kabupaten Sumenep.
Walaupun berlokasi di daerah 3T, bagi Tahira tidak masalah. Pasalnya di era digital, Tahira memanfaatkan IG, FB dengan nama d`emmak. Produk dapat ditemukan di Shopee. Pemanfaatan teknologi digital tersebut telah dilakukan semenjak tahun 2019.
Selain, Tahira melakukan perdagangan dengan melibatkan mitra yang saling menguntugkan melalui pola reseler. Tahira membuka seluasnya-luasnya dan menjaring para insvestor agar tertarik untuk membeli produk dari d`emmak ini.
Layanan nan sempurna bisa dilakukan antara investor dan pembeli curah bisa sama-sama membangun produk olahan ikan sehat tanpa bahan pengawet dan turut mencerdaskan bangsa dengan makan dan konsumsi ikan yang tersedia melimpah dari Pulau Pagerungan.
Tahira telah melakukan pengembangan produk dengan membuka produksi di wilayah Pagerungan Kecil, lantaran anggota keluarganya yang siap memberikan bakti sehingga usaha keluarga bisa membesar dan mengrurita, apalagi memberikan kebermanfaatan berupa serapan tenaga kerja lokal sebanyak 5 orang. Jika usaha produk ikan ini semakin berkembang akan banyak serapan tenaga kerja yang terbedayakan.
“Saya telah mempersiapkan masa pensiun 4 tahun lagi, dan akan fokus total pada usaha produk ikan. Saya yakin produk ikan yang saya hasilkan sangat disukai konsumen. Buktinya, setiap konsumen yang belanja akan terus melakuka repeat order dan sangat berterima kasih sekali kepada KEI yang telah memeberikan pembinaan penuh”, tegas Tahira
Produk olahan ikan d`Emmak telah memiliki sertifikat halal dan mendapatkan penghargaan kategori UMMK TERBAIK pada kegiatan KAPNAS (kapasitas nasional) kegiatan hulu migas tahun 2023 di Jakarta, dan penghargaan dari Dinas Perikanan.
Tentu dengan sukses ‘super hero’ Tahira ini memberikan bukti besar bahwa pengembangan masyarakat yang dijalankan KEI di Pulau Pagerungan mengangkat perekonomian daerah Sumenep dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Kawasan lokal tersebut. Pembangunan ‘super hero’ lainnya sangat memberikan makna besar dalam suksesi PPM KEI dalam meningkatkan perekonomian, kesehatan, pendidikan di Wilayah Kerja Produksi Pagerungan.



