Jakarta, TopBusiness – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (IDX: BEST) yang mengelola Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Jawa Barat masih tetap optimistis menatap pasar dari bisnis perseroan yang digelutinya.
Kendati kinerja di kuartal I-2025 masih merugi dan adanya isu geopolitik di Timur Tengah yang memanas, Perseroan yakin kinerja di kuartal selanjutnya bakal membaik.
Untuk itu, Perseroan meyakini target penjualan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar di tahun ini bisa tercapai. Segmen yang menyokongnya tentu saja dari penjualan tanah di kawasan industry tersebut.
“Biasanya di kuartal III dan kuartal IV akan meningkat. Sehingga target pendapatan sebesar Rp600 miliar akan tercapai. Mungkin di periode itu kitab isa jual 12 ribu hektar. Kita masih terus negosiasi dengan buyer-buyer besar,” tutur Direktur Utama BEST Leo Yulianto Sutedja dalam paparan public usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Selasa (24/6/2025).
Kata dia, penjualan di kuartal III dan IV biasanya memang akan selalu bagus. Kendati di global geopolitik memanas, kata dia, potensi di Indonesia tak berubah, tetap positif.
Di tempat yang sama, Komisaris BEST, Yoshihiro Kobi mengatakan, pihaknya tetap optimis penjualan di paruh kedua ini akan positif. Sekalipun memang di awal tahun ini dengan banyaknya sentimen negative, investor menjadi bersikap wait and see.
“Tapi kami berharap itu (kondisi membaik). Sehingga ada penjualan. Meskipun sebelumnya ada perang tarif. Investor menjadi wait and see. Ditambah ada perang. Ini efeknya akan ada pengaruh ke inflasi karena harga minyak akan naik,” ujar Kobi.
Leo Yulianto Sutedja Kembali menegaskan, dengan target penjualan (marketing sales) sebesar Rp600 miliar itu, Perseroan juga menargetkan pertumbuhan recurring income yang stabil.
“Sektor Warehouse & Logistic, Consumer Goods, Food and Beverage (F&B), serta Data Center menjadi target utama pengembangan dan pemasaran penjualan lahan kami,” katanya.
Di tengah gejolak ekonomi dan geo politik global serta seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, kata dia, strategi Perseroan adalah terus fokus pada bisnis kawasan industri. Dengan pengalaman pengembangan kawasan industri lebih dari 30 tahun, BEST tetap percaya akan potensi kebutuhan pelaku bisnis atas kawasan industri yang profesional dan dapat diandalkan.
Terutama di Kawasan Industri MM2100 Bekasi, Perusahaan akan melanjutkan pengembangan, termasuk sarana dan fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan.
Seperti diketahui, Kawasan MM210 akan dilewati oleh JORR II Cibitung – Cilincing dan para penghuni kawasan akan mendapatkan keuntungan dari penambahan akses dan konektivitas di MM2100.
Selain itu Kawasan MM2100 juga mendapatkan manfaat dari rencana infrastruktur pemerintah ke depan seperti LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, proyek perluasan Tanjung Priok dan pembangunan Pelabuhan Patimban.
Sementara RUPST sendiri menghasilkan beberapa Keputusan. Salah satu hasil keputusan RUPS adalah persetujuan susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: I Gusti Putu Suryawirawan
- Komisaris: Yoshihiro Kobi
- Komisaris Independen: Herbudianto
- Komisaris Independen: Wahyu Hidayat
Direksi
- Direktur Utama: Leo Yulianto Sutedja
- Direktur: Swan Mie Rudy Tanardi
- Direktur: Hiroki Yoshitake
Leo Yulianto Sutedja Kembali menjelaskan, perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris merupakan bagian dari pertumbuhan Perseroan, sehingga mampu mendorong akselerasi strategi bisnis, serta menyesuaikan dengan tantangan industri dan kebutuhan organisasi ke depan. Baik arah dan rencana strategis Perusahaan pun tetap konsisten.
Selain itu juga ditetapkan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
“Keputusan ini bertujuan untuk menambah modal kerja Perseroan dengan memperhatikan kepentingan dan rencana pengembangan usaha Perseroan ke depan,” katanya.
Selama tahun 2024, Perseroan tercatat membukukan penjualan lahan (marketing sales) mencapai 13 hektar atau senilai Rp405 miliar. Perseroan juga meraup pendapatan sebesar Rp458 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp260 miliar dan sisanya berasal dari recurring income.
“Recurring income ini di antaranya dari maintenance fee, service charges, air, dan sewa, yakni sebesar Rp198 miliar. Ini tumbuh 5,3% dari tahun 2023. Sehingga laba bersih Perseroan pada tahun 2024 mencapai Rp59 miliar, meningkat dari Rp40 miliar di tahun 2023,” jelas dia.
