TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Perlu Gencarkan KPR Subsidi dan Kredit Konstruksi

Achmad Adhito
25 October 2017 | 09:41
rubrik: Capital Market
Bank Perlu Gencarkan KPR Subsidi dan Kredit Konstruksi

Sumber Foto: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Lana Winayanti, mengatakan bahwa masih tingginya angka backlog perumahan baik dari segi kepenghunian maupun kepemilikan, serta tingginya permukiman kumuh, membutuhkan penyelenggaran perumahan yang seimbang baik dari sisi supply maupun demand. Untuk itu diperlukan sistem penyediaan perumahan (housing delivery system) dan sistem pembiayaan perumahan.

“Dari sisi demand dapat dikatakan masih sedikit perbankan yang berminat dengan program KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Begitu pula dengan kredit konstruksi untuk pembangunan rumah MBR, masih perlu didorong, agar perbankan mau menyalurkannya,” ujar Lana seperti ditulis oleh situs Kementerian PUPR, hari ini.

Terkait kredit konstruksi untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Lana mengatakan bahwa Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Kementerian PUPR, akan mengeluarkan kredit konstruksi tahun depan.
“Saat ini kami sedang menyiapkan aturannya,” ujarnya.

Permasalahan dari sisi supply untuk perumahan, ujar Lana, terkait dengan ketersediaan lahan murah, lokasi perumahan yang dekat dengan tempat kerja.

“Oleh karena itu, diperlukan terobosan pengembangan skema pendanaan dan pembiayaan penyediaan lahan, land banking atau pemanfaatan lahan pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan PP No. 64 Tahun 2016 tentang kemudahan perizinan pembangunan perumahan bagi MBR oleh pemerintah daerah (pemda) belum berjalan lancar.

“Pemda belum memiliki pelayahan terpadu satu pintu. Oleh karena itu, perlu didorong adanya insentif dan pembinaan teknis bagi pemda”, ungkap Lana.

Dalam rangka mendorong sisi pasokan rumah bersubsidi, pemerintah pun melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan memberikan bantuan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) untuk pengembang rumah bersubisidi.

“Untuk kebijakan pemberian PSU kami memilki usulan terobosan baru, yaitu pemotongan birokrasi untuk rekomendasi bantuan hanya sampai kabupaten/kota, PSU diberikan sebesar 30% untuk minimal 50 unit rumah yang terbangun, jenis PSU dibatasi untuk jalan lingkungan, sanitasi dan air, dan diprioritaskan untuk lokasi perumahan bersubsidi,”  ungkap direktur rumah umum dan komersial, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PUPR, Dadang Rukmana.

BACA JUGA:   Vale Indonesia, Salah Satu Saham Rekomendasi Hari Ini

Di sisi lain, Tenaga Ahli Bidang Pembiayaan Perumahan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Iskandar Saleh, mengatakan bahwa dalam rangka peningkatan pasokan rumah bersubsidi perlu dilaksanakan penerapan lingkungan hunian berimbang (LHB).

“Salah satu instrumen pelaksanaan LHB adalah harus memperhatikan Kawasan Siap bangunan (Kasiba) dan Lingkungan Siap Bangun (Lisiba),” ujar Iskandar.

Previous Post

Hibah Air Minum Ditargetkan Dorong Pemda

Next Post

Saham Taisho Distop Karena akan Keluar Bursa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR