Bertransformasi dengan visi utama “menjadi bank digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (“UMKM”) unggulan di Indonesia”, PT Bank Hibank Indonesia (hibank) kian menyadari aspek risiko dan ancaman keamanan siber yang juga makin krusial. Menyikapi hal ini, perusahaan terus memperkuat sistem keamanan digitalnya, termasuk infrastruktur keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia, khususnya bidang IT security.
Jakarta, TopBusiness – Ruang lingkup penerapan manajemen risiko di Hibank di antaranya untuk mengantisipasi adanya Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Kepatuhan, Risiko Stratejik dan Risiko Reputasi. Sesuai dengan visinya, PT Bank Hibank Indonesia atau sebelumnya bernama Bank Mayora ini, kini tengah bertransformasi menjadi bank digital UMKM unggulan di Indonesia. Hibank ingin menjadi “orkestrator” ekosistem bagi UMKM dengan menyediakan solusi digital terintegrasi untuk membantu UMKM tumbuh berkelanjutan.
Tercatat, PT Bank Negara Indonesia/BNI (Persero) Tbk., telah resmi melakukan pengambilalihan Bank Mayora pada 18 Mei 2022, dan telah menjadi Pemegang Saham Pengendali dengan kepemilikan 63,92% saham pada Bank. Sebagai bagian dari BUMN, Hibank juga menerapkan nilai-nilai AKHLAK yang terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam seluruh kegiatan operasional dan budaya kerja.
Nilai ini juga menjadi panduan perilaku bagi seluruh karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan dan memberikan kontribusi positif bagi negara. Tercatat jumlah karyawan Hibank per Desember 2024 sebanyak 556 karyawan, dengan perincian: – Karyawan Tetap 490 orang – Karyawan Kontrak 66 orang.
Terkait transformasi digital, seara umum pengoperasian dan pengolahan digitalisasi telah dilakukan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2022 tentang penyelenggaraan teknologi informasi oleh bank umum. Selain itu juga sesuai surat edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 24/SEOJK.03/2023 tentang penilaian tingkat maturitas digital bank umum dimana penerapan digitalisasi berada di tingkat 2 (dua). Dalam kaitan ini, seluruh aktivitas yang dibutuhkan telah dilaksanakan dengan baik serta seluruh aktivitas telat berjalan dengan baik dimana bank diharuskan melaksanakan proses evaluasi secara berkala terkait dengan tata kelola IT untuk memastikan mekanisme continuous improvement terkait dengan penerapan digitalisasi di hibank.
Sejalan dengan langkah transformasi perusahaan menjadi digital banking, Hibank juga menyadari dinamika risiko yang berkembang dari ranah digital. Risiko dalam digital banking meliputi risiko keamanan data dan privasi, risiko operasional, serta risiko strategis yang terkait dengan implementasi IT. Seperti risiko keamanan data mencakup peretasan, pencurian data dan layanan akibat serangan siber dan lainnya.
“Seiring dengan transformasi yang kami lakukan menjadi digital bank, kami menyadari ancaman risiko dari ranah siber juga makin tinggi, karena itu kami juga terus perkuat sistem keamanan (It Security) yang lebih andal dengan membentuk security operation center. Terkait dengan GRC, Perusahaan telah membangun aplikasi berbasis web based untuk monitoring kejadian risiko operasional sehari-hari di Perusahaan,” ungkap Direktur Legal & Compliance PT Bank Hibank Indonesia (hibank), Adi Syaf Putra saat presentasim dan waeancara penjurian TOP GRC Awards 2025 yang dihelat Majalah Tobusiness secara daring pada Jumat (18/07/2025) melalui aplikasi zoom meeting.
Ditambahkan, dalam upaya peningkatan sistem keamanan, Bank juga telah memiliki sertifikasi ISO/IEC 2700:202 Information Security Management System (ISMS) pada beberapa sistem pembayaran. Di antaranya yaitu Core Banking System, Mobile Banking, Internet Banking, SMS Gateway, API Middleware, Biller Switching, BI-SKIN, BI-RTGS, BI-SSSS, BI-Fast dan Swift. Selain itu juga telah menjadi anggota dari Tim Tanggap Insiden Siber pada Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia.
“Kami memberdayakan risiko dari adanya adanya ancaman kejahatan siber bagi perbankan digital juga makin tinggi. Karena itu, mengantisipasi adanya risiko ini, sistem keamanan siber juga terus kami perkuat,” tegasnya di Hadapan tim juri.
Turut hadir dalam wawancana penjurian ini dari Hibank, di antaranya Lim Siaw Liang – Chief Cyber Security Officer, Ahmad Farisi – Head Enterprise, Operation & Market Risk, Nobel November Hasibuan – Head Corporate Legal & Corporate Secretary, Ida Bagus Rian Mahardika – Head Internal Audit, Febriandina – Head Compliance, Yasmina M.M. Suhardiman – Brand & Business Event and Communication Head, serta Chelma Destria – Corporate Communication Manager Hibank. Sedang Dewan Juri terdiri, Prof. DR. Satya Arinanto Guru Besar FH Universitas Indonesia (UI), Kusuma Prabandari Ceo Dwika Consulting, Sentot Baskoro Praktisi Hukum Korporasi- (AGRKI), serta Eri Sumiarso (Senior Business Consluting SDP) yang dimoderatori Ahmad Chury dari Solusi Kinerja Bisnis (SKB).
Lebih lanjut Edi Syaf Putra mengatakan, dalam lanskap industri keuangan yang semakin kompleks dan teregulasi ketat, sinergi antara bisnis, governance, risk, dan compliance (GRC) menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan integritas operasional. “Peran Teknologi Informasi (TI) tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai enabler strategis dalam meningkatkan efektivitas manajemen risiko, efisiensi operasional, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar global,” ujarnya.
Berkat inovasi dan integrasi strategi bisnis dengan GRC, serta GCG- kinerja yang berhasil ditorehkan selama ini juga terus menunjukkan performa yang makin baik. Laba, Aset dan Modal Bank bertambah serta kuat seiring proses transformasi digital dan visi Bank menjadi bank digital UMKM unggulan di Indonesia. Peningkatan Modal Bank pasca akuisisi oleh BNI pada tahun 2022 berhasil mendorong pertumbuhan aset dan kinerja Bank, dengan pertumbuhan Aset Total sebesar 23,9% (CAGR) dan pertumbuhan Laba Bersih sebesar 26,8% (CAGR).
Dengan capaian ini, Hibank tahun ini kembali menjadi Finalis atau kandidat meraih penghargaan TOP GRC Awards 2025. Di keikutsertaannya sebelumnya, yaitu tahun 2024, Hibank telah meraih penghargaan TOP GRC Awards Bintang 4 dan The Most Commited GRC Leader.
Adapun Tema TOP GRC Awards 2025 adalah “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”. Di mana Dewan Juri ingin mendalami, sejauh mana Sistem, Kebijakan, dan Infrastruktur terkait GRC, memiliki 3 hal utama/penting, yakni dapat bersifat Flexible, Adaptive, dan Proactive terhadap perubahan dan tantangan bisnis, agar perusahaan memiliki ketahanan dalam menghadapi perubahan dan dapat tumbuh berkelanjutan.
