
Jakarta, businessnews.id — Sumber daya manusia (SDM) di bidang energi panas bumi sangat langka di Indonesia. Selain itu, saat ini sebagian SDM tersebut sudah akan memasuki usia lanjut. “Hal ini perlu kita pikirkan dengan serius. Bila tidak, sekalipun problem lain dalam pengadaan energi panas bumi seperti regulasi sudah beres, kita akan tetap didominasi asing karena kelangkaan SDM tersebut,” kata Antonaria, pejabat di Direktorat Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas).
Kata Antonaria dalam satu talk show yang diadakan komunitas wartawan energi (Jakarta, 2/4/2014), kelangkaan tersebut harus diselesaikan bersama-sama. “Kalaupun SDM tersebut sudah mencukupi, belum tentu kita aman. Sebab, bisa saja mereka diserap oleh perusahaan luar negeri,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Abadi Purnomo, mengatakan bahwa kini anggota asosiasinya di kisaran 600 orang. “Dan sekitar 140 orang dari jumlah itu bukan termasuk generasi muda.”
Hampir selama tujuh tahun di Indonesia, tidak ada pengembangan energi panas bumi. “Bidang geothermal memang tidak semenarik migas yang gajinya bisa dua kali lipat,” kata dia. (ADHITO)
EDITOR: ACHMAD ADHITO HATANTO