Jakarta, TopBusiness – PT Nusantara Regas tahun ini menjadi kandidat meraih penghargaan TOP GRC Awards. Penerapan GRC ke dalam proses bisnis mendukung operasional perusahaan sehingga profitabilitas tetap terjaga. Dalam penyelenggaraan TOP GRC Awards 2023, Nusantara Regas telah meraih Penghargaan Bintang 5 – sebagai level penghargaan tertinggi.
Dalam sesi Wawancara Penjurian TOP GRC Awards 2025, secara online, Kamis, 31/07/2025. Ali Azmy, Direktur Manajemen Risiko Nusantara Regas mengatakan Manajemen memandang bahwa integrasi GRC (Governance, Risk Management, and Compliance) memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan bisnis Perusahaan.
“Oleh karena itu, Perusahaan berkomitmen membangun sistem tata kelola manajemen risiko dan kepatuhan yang kuat untuk memastikan operasional yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Nusantara Regas telah meng-integrasi-kan GRC ke dalam proses bisnis, di mana sistem pengendalian internal dan deteksi dini risiko terbukti efektif dalam menjaga profitabilitas di tengah ketidakpastian pendapatan.
Hal itu tercermin dalam capaian kinerja keuangan kata Nanny Atika, VP Risk Strategy & Governance Nusantara Regas. “Pendapatan US$ 82,0 M artinya relatif stabil YoY 54 persen dari RKAP 2024. Laba Kotor US$ 34,5 M yaitu 119 persen di atas target berkat efisiensi BPP. Laba Bersih US$ 27,8 M berarti 239 persen lebih tinggi dari RKAP.”
“Sedangkan EBITDA Margin 60,6 persen yang melonjak dari 27,8 persen (RKAP), menunjukkan efisiensi tinggi. Pendapatan Lain-Lain naik 315% dibanding RKAP sebagai hasil optimalisasi aset dan kegiatan non inti,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa GRC pun berperan dalam optimalisasi Biaya dan Risiko perusahaan.“Beban Administrasi dan Umum turun 10 persen dari target. Beban lain-lain tetap terkendali menunjukkan disiplin keuangan. Inisiatif Cost/Revenue Optimization secara langsung berdampak pada peningkatan EBITDA dan Laba Bersih.”
GRC Mendukung Sustainable Business
Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2025, Fahmi selaku Plt. Sekretaris Perusahaan Nusantara Regas memaparkan sejumlah keberhasilan yang dicapai perusahaan dengan dukungan penerapan GRC Terintegrasi dalam 1-2 terakhir.
“Terkait Kinerja Bisnis, kami meraih Zero Fatality dan jam kerja selamat. Pencapaian keselamatan kerja tanpa kecelakaan fatal dalam lebih dari 13.723.265 juta jam kerja) dan telah mendapatkan penghargaan Patra Nirbhaya Karya Madya dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi,” tuturnya.
Sedangkan terkait GRC, lanjut Fahmi, pertama, Sertifikasi ISO 37001 2016 (Anti Bribery Management System) yang diakui secara internasional. Sebagai wujud komitmen kami terhadap integritas dan pencegahan korupsi.
Kedua, Implementasi ISO 31000:2018 Manajemen Risiko. Dengan menerapkan pendekatan Three Lines of Defense dalam menjalankan operasional. Tujuannya guna menciptakan nilai, melindungi nilai, dan memastikan pencapaian sasaran strategis Perusahaan. “Risk Maturity Level Tahun 2023 yaitu 3,4 dan Tahun 2024 meningkat menjadi 3,7,” ungkap Fahmi.
Ketiga, Peningkatan Skor GCG secara signifikan dalam dua tahun terakhir yang mencerminkan penguatan tata kelola secara menyeluruh. Asesmen Eksternal untuk GCG Tahun Buku 2024 mencatat skor sebesar 97,07%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 96,30%, serta tetap mempertahankan predikat “Sangat Baik”.
Keempat, Penggunaan sistem ERMS untuk melaporkan aktivitas Manajemen Risiko secara digital dan terintegrasi. “Early Warning System digunakan untuk pelaporan bulanan terkait KRI yang berada pada threshold medium atau high, dan/ atau terdapat risk treatment yang mengalami keterlambatan dengan tingkat penyelesaian di bawah 95 persen,” jelas Fahmi.
“Kami juga telah mengintegrasikan Manajemen Risiko dalam Proses Pengambilan Keputusan Strategis (Enterprise Risk Management) seperti pengambilan keputusan investasi oleh Manajemen dengan telah mempertimbangkan risiko,” tutupnya.
Turut hadir dari Nusantara Regas: Asriningrum Lestari (Manager Integrated Risk & Business Alignment), Elisabeth Jupesta (Pjs. Manager Legal), Vanda Sari Dewi (SO Integrated Risk & Business Alignment), Niken Savithri (SO Stakeholders & BOD Support), Ardhi (Perizinan & Stakeholders), dan M Alfa Oktaviano (Officer Legal & Compliance).
Sementara, bertindak selaku Dewan Juri TOP GRC Awards 2025: Ben De Haan (MSI Group); Prof. Wahyudin Zarkasyi (FEB Univ. Padjajaran), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), dan Aldrin Herwany (Perbanas Institute Jakarta).
TOP GRC Awards adalah kegiatan pembelajaran bidang Governance, Risk, & Compliance (GRC), sekaligus kegiatan pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil dalam menerapkan GRC untuk meningkatkan kinerja bisnis yang berkelanjutan.
TOP GRC Awards, kegiatan penghargaan GRC tingkat nasional terbesar, diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan Asosiasi GRC Indonesia: IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), PaGI (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia). Juga didukung perusahaan konsultan GCG dan Manajemen Risiko, serta Manajemen Kepatuhan, antara lain: Sinergi Daya Prima, SGL Management, Dwika Consulting, dan Solusi Kinerja Bisnis.
