Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Klaten (Perseroda) tak sekadar sebuah perusahaan badan usaha milik daerah (BUMD) yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bank daerah ini istimewa karena mengusung visi “Sekop Tukul Emas “. Visi ini merupakan singkatan dari Sehat, Kompetitif, Profesional, Tumbuh Berkualitas, serta Bermanfaat untuk Masyarakat.
“Harapannya memang Bank Klaten menjadi BUMD yang senantiasa sehat dan bisa berkompetisi dalam industri perbankan, didukung oleh SDM profesional, selalu tumbuh berkualitas, serta bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank Klaten Tulus Yunianto dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara daring oleh Majalah TopBusiness, kemarin.
Dalam penjurian ini, Tulus didampingi oleh Direktur Bank Klaten Dewi Ekosari K, Pejabat Eksekutif (PE) AI Mu’tasim, PE Bisnis Opan Kristiawan, dan PE Umum, SDM dan Hukum Endang Mulyaningsih.
Secara bisnis, kinerja Bank Klaten berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam tingkatan yang sehat. Itu berdasarkan dari sisi permodalan, KAP, PPAP, ROA, BOPO, LDR, Cash Ration, NPL net, dan ROE yang semuanya dalam kategori sehat.
Meskipun diadang pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020, kinerja keuangan Bank Klaten termasuk cukup bagus. Total aset naik 5,85 persen dari Rp 341,46 miliar pada 2019 menjadi Rp 361,44 miliar pada 2020. Demikian pula kredit yang dikucurkan bank ini pada 2020 meningkat 10,22 persen jadi Rp 286 miliar, dari Rp 260,34 miliar pada 2019.
Untuk deposito pada 2020 bahkan melonjak 20,94 persen dari Rp 127,08 miliar menjadi Rp 153,69 miliar. Sedangkan tabungan ada penurunan 2,38 persen menjadi Rp 164,47 persen. “Deposito meningkat, karena konsumsi turun, pemilik dana lebih suka menyimpan uangnya di bank kami karena dinilai nasabah lebih aman,” ujar Tulus.
Namun, laba Bank Klaten pada 2020 ada penurunan 4,46 persen menjadi Rp 6,372 miliar dari tahun sebelumnya Rp 6,669 miliar. Menurut Tulus, penurunan laba di bawah 5 persen dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini masih normal dan bisa ditoleransi.
“Dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) itu mendapat persetujuan dari RUPS untuk koreksi sampai 30 persen. Sedangkan koreksi laba kami tahun 2020 di bawah 5 persen, jadi masih normal,” kata Tulus.
Dia menjelaskan, turunnya pendapatan bunga Bank Klaten tahun 2020 karena adanya regulasi POJK No 11 Tahun 2020 tentang pemberian relaksasi kepada debitor yang terkena dampak pandemi covid-19.
“Wajib bagi kami selaku BUMD untuk segera melakukan penilaian atau assesment kepada nasabah UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) yang terdampak pandemi, relaksasi yang diberikan kebanyakan berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga dengan jangka waktu 6 samai 1 tahun, sehingga jelas membuat penurunan pendapatan dan laba. Di sisi lain, beban perusahaan naik karena banyak kegiatan pemberian bantuan sosial dan kesehatan untuk masyarakat maupaun para pegawai kami sendiri,” tuturnya.
Khusus untuk pelaku UMKM terdampak covid-19, Bank Klaten memiliki program khusus berupa subsidi bunga dengan besaran mencapai 80 persen dari bunga kredit yang diberikan kepada nasabah. Subsidi bunga tersebut diberikan dalam jangka waktu 6 bulan di tahun 2020 dan tiga bulan pertama di 2021.
Terobosan Pemasaran dan Layanan Pelanggan
Tak hanya piawai membantu UMKM terdampak covid-19, sejumlah terobosan juga dilakukan Bank Klaten terkait pemasaran dan layanan terhadap pelanggan. Terobosan itu antara lain mengikutkan tabungan Simba dan Tabungan Semar dalam Undian Tabungan Berhadiah yang diadakan setiap tahun sekali dengan hadiah utama dua unit mobil.
Untuk menghimpun dana masyarakat, Bank Klaten juga melakukan kerja sama dengan BUMDes se-Kabupaten Klaten untuk Tabungan BUMDes. Selain itu juga memperluas jaringan kepada penabung besar, serta meningkatkan loyalitas dengan memberikan variasi souvenir dan hadiah saat ulang tahun.
“Kami juga ada program pemberian tabungan simpel ayah yang diambil dari pendapat di luar gaji 2,5 persen untuk pelajar anak yatim,” tuturnya.
Guna memperluas pemasaran, Bank Klaten jmemanfaatkan Digital Marketing Innovation berupa website, sosial media (instagram, whatsapp, youtube). BUMD ini juga memperluas jaringan dengan pengembangan Tabungan Arisan dengan harapan bisa menambah NOA.
Terobosan terkait penyaluran dana antara lain, Bank Klaten menyalurkan kredit untuk pedagang BUMDes. Selain juga memberikan spanduk untuk tempat usaha dan sistem jempt bola.
Untuk memperluas jaringan bisnis, Bank Klaten memiliki 17 kantor kas pelayanan dan fokus ke target penghimpunan dana. Selain itu, ada 17 UMKD untuk fokus ke target penyaluran kredit UMKM dan di pusat ada 1 UMKM dan 1 sektor kredit karyawan untuk kredit pegawai dan dibantu 1 acount officer.
Untuk mendukung kemudahan layanan ke pelanggan, Bank Klaten serius melakukan pengembangan IT (information & technology). BUMD ini mengembangkan dan mengoptimalkan Virtual Account untuk pembayaran dan transfer melalui bank umum dengan sistem host to host yang bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank Danamon
Bank Klaten, kata Tulus, melakukan penyempurnaan aplikasi berbasis android, yaitu mobile collect untuk mempermudah nasabah. BUMD ini juga mengembangkan Program BK Wais (Whatsapp Integrated System) untuk notifikasi transaksi nasabah dana dan kredit.
“Jadi setiap nasabah yang sudah mendaftarkan BK Wais ini dengan transaksi pengambilan tabungan, angsuran kredit, pembayaran bunga deposito, dan transaksi lainnya akan mendapatkan informasi notifikasi whatsapp dari Bank Klaten setiap kali ada transaksi. Ini agar nasabah tercipta rasa percaya aman tenang dan nyaman,” tutur Tulus yang menyebut aplikasi BK Wais layak direkomendasikan ke bank BUMD lain di Indonesia.
Menurut Tulus, penggunaan BK Wais juga dapat meminimalisir risiko fraud, minimalisir resiko kesalahan transaksi dan efisiensi biaya perusahaan melalui digitalisasi surat menyurat nasabah seperti ucapan selamat ulang tahun, tagihan kredit, infomasi suku bunga dan informasi lainnya.
Inovasi Human Capital
Bank Klaten juga sangat memperhatikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang handal, terutama untuk mendukung kegiatan-kegiatan bisnis di tengah persaingan bisnis perbankan yang cukup ketat. SDM merupakan aset penting bagi perusahaan dan diarahkan untuk menghadapi pasar dalam rangka mencapai strategi bisnis perusahaan.
Untuk memotivasi karyawan, Bank Klaten memberikan insentif, tunjangan kinerja atau tukin setiap bulan, penghargaan kinerja per tiga bulan serta bonus kinerja setiap akhir tahun.
“Setiap tiga bulan, kita ada penghargaan kinerja dan dilakukan penilaian kinerja dengan indikator, beban kerja, target dan kedisiplinan dilakukan dengan cara scoring seperti jabatan, masa kerja dan target,” ujar Tulus.
Tunjangan kinerja bagi pegawai dilakukan evaluasi setiap tiga bulan berdasarkan target dengan gread berdasarkan target untuk kredit penilaian tergantung oustanding dan NPL untuk dana tergantung instanding dan ketercapaian target. Bank Klaten juga menerapkan jenjang karir yang jelas kepada pegawainya.
Guna meningkatkan kompetensi SDM, direksi, komisaris/pengawas, Bank Klaten juga mengadakan pelatihan sesuai bidang tugas masing-masing pegawai untuk peningkatan kompetensi.
“Kami juga melakukan pelatihan dan pendidikan kepada seluruh karyawan sesuai dengan tugas pokok fungsi masing masing. Dan untuk mengikuti perkembangan teknologi dapat dilakukan pelatihan terkait pemahaman dunia digital,” ujar Tulus.
Berkat kinerja bisnis yang bagus, didukung berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan manajemen membuat Bank Klaten meraih predikat Sangat Baik (skor 1,80) untuk penilaian GCG (good corporate governance).
