Jakarta, TopBusiness – PT BPR Rokan Hilir (Perseroda) terus memperkuat tata kelola perusahaan yang baik melalui penerapan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai pondasi membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan langsung Direktur Utama PT BPR Rokan Hilir, Wan Muhamad Kudri, dalam sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar secara daring oleh Majalah Top Business, Jumat (8/8/2025).
Dengan mengusung tema “Menguatkan Ketangguhan, Mencapai Keberlanjutan melalui Governance Risk and Compliance”, BPR Rokan Hilir menunjukkan keseriusan dalam menerapkan praktik GRC yang terintegrasi dengan strategi bisnis dan transformasi perusahaan.
“Model bisnis berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. GRC adalah jembatan menuju kepercayaan publik dan keberlanjutan,” ujar Kudri.
Modernisasi dan Inovasi Digital
Strategi bisnis BPR Rokan Hilir tahun 2025 diarahkan pada perluasan layanan digital dan penguatan sistem operasional. Kerja sama co-branding dengan Bank Permata menjadi langkah strategis memudahkan ASN dan PPPK se-Rokan Hilir mengakses gaji lewat jaringan ATM Bersama dan ritel modern di seluruh Indonesia.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kepuasan nasabah payroll, tapi juga mendukung akuisisi nasabah baru dan mempertegas posisi BPR Rokan Hilir sebagai mitra keuangan ASN dan PPPK.
Di sisi infrastruktur, pengembangan sistem core banking dan penerapan Virtual Account untuk setor masuk memungkinkan transaksi yang cepat dan real time. Teknologi ini memberi efisiensi tinggi, mengurangi tunggakan, dan mempermudah monitoring pembayaran pinjaman.
Memperluas Jangkauan Kredit
BPR Rokan Hilir juga merespons kebutuhan ASN-PPPK dengan meluncurkan produk Kredit Konsumtif Tanpa Agunan Tambahan, dengan plafon dan tenor disesuaikan masa kerja. Inisiatif ini memperluas basis nasabah kredit, meningkatkan pendapatan bunga, dan mendukung kesejahteraan aparatur negara.
Tak hanya dari sisi layanan, perusahaan juga melakukan transformasi identitas melalui perubahan logo dan tagline perusahaan. Langkah ini menegaskan semangat adaptasi dan kesiapan menghadapi dinamika industri keuangan mikro.
Budaya dan Nilai Perusahaan
Mulai 1 Januari 2025, BPR Rokan Hilir memperkenalkan budaya kerja baru: ROHIL – Responsif, Optimis, Harmonis, Integritas & Inovatif, dan Loyalitas. Budaya ini menjiwai nilai-nilai perusahaan seperti integritas, pelayanan prima, profesionalisme, inovasi, kepemimpinan, dan keberlanjutan.
“Budaya kerja baru kami adalah fondasi dalam membangun pelayanan prima yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ungkap Kudri.
Struktur GRC dan Komitmen Tata Kelola
Struktur GRC BPR Rokan Hilir telah melekat dalam organisasi. Fungsi-fungsi seperti Kepatuhan, Manajemen Risiko, serta APU-PPT berada langsung di bawah Direktur yang membawahi kepatuhan. Sementara itu, Satuan Kerja Audit Internal berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama.
Tata kelola perusahaan diperkuat dengan berbagai pedoman, termasuk kode etik, tata tertib kerja Dewan Komisaris dan Direksi, sistem manajemen risiko, serta kebijakan anti-fraud. Meski pelaporan fraud masih manual, unit khusus sudah terbentuk dan sosialisasi rutin dilakukan.
Untuk manajemen risiko, perusahaan telah mengidentifikasi dan mengelola empat jenis risiko utama: kredit, operasional, kepatuhan, dan likuiditas. Seluruh risiko tersebut dimitigasi melalui kebijakan internal sesuai ketentuan OJK dan dilaporkan secara berkala.
Peran Dewan Komisaris dan Direksi
Pengawasan dijalankan secara aktif oleh Dewan Komisaris melalui rapat rutin dan pemberian arahan berkala kepada Direksi. Di sisi lain, Direktur Utama memiliki peran strategis dalam membuat dan mengimplementasikan kebijakan operasional serta memastikan GRC berjalan di seluruh unit kerja.
Menuju GRC Terintegrasi
Mekanisme penerapan GRC terintegrasi di BPR Rokan Hilir mencakup penetapan arah strategis melalui Rencana Bisnis Bank, pelaksanaan manajemen risiko sesuai SEOJK No.01/2019, serta pemenuhan regulasi dan pelaporan tepat waktu.
Contoh integrasi terlihat dalam proses kredit: Direksi dan Komisaris menetapkan kebijakan kredit, manajemen risiko memitigasi risiko yang muncul, dan unit kepatuhan menjamin seluruh prosedur berjalan sesuai regulasi.
Sistem TI menjadi tulang punggung pengelolaan data dan laporan keuangan. Dengan core banking system dan virtual account, informasi dapat diakses real time dan mendukung GRC secara menyeluruh.
Harapan dan Komitmen
BPR Rokan Hilir telah membuktikan diri sebagai lembaga keuangan daerah yang adaptif dan bertanggung jawab. Dengan pencapaian bintang tiga di TOP GRC Awards 2024, perusahaan kini menatap peluang lebih tinggi di tahun 2025.
“Kami berkomitmen melayani sepenuh hati, tidak hanya demi keberlangsungan bisnis, tetapi juga untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Rokan Hilir,” tutup Kudri.
