Jakarta, TopBusiness – PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group) menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), manajemen risiko yang efektif, dan kepatuhan yang terintegrasi dalam membangun keberlanjutan bisnis (ESG) pada sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness, Selasa (12/8/2025).
Presentasi dilakukan secara daring dan dipimpin oleh Corporate Secretary Daya Group, Anwar Joesoef, yang memaparkan strategi, kebijakan, dan capaian perusahaan dengan tema “Resilience to Sustainability: Leading through GRC”.
“Kami membangun sistem GRC yang tidak hanya memenuhi kepatuhan hukum, tetapi juga menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anwar Joesoef.
Strategi GRC Terintegrasi
Daya Group, yang berpusat di Bandung, menaungi delapan entitas bisnis di sektor otomotif roda dua, roda empat, kesehatan, perkebunan, dan kawasan industri. Filosofi “Partnership and Excellence” serta nilai inti integrity & ethics, excellence, compassion, dan humility menjadi dasar pengelolaan perusahaan.
Dalam penerapan GRC, perusahaan menjalankan prinsip Transparency, Accountability, Responsibility, Independence dan Fairness (TARIF) secara konsisten. Struktur GRC melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, serta berbagai komite pendukung seperti komite audit & risiko, komite anti-fraud, komite investasi, dan komite nominasi dan remunerasi.
Perusahaan juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses pengambilan keputusan. Kebijakan internal meliputi Kode Etik, Anti-Fraud Strategy, Whistleblowing System (WBS) yang dikelola independen, kebijakan perlindungan data pribadi, dan kebijakan SHE.
Manajemen Risiko dan Kepatuhan
Daya Group mengadopsi ISO 31000:2018 untuk manajemen risiko dan pada 2024 mencapai tingkat kematangan “Managed & Measurable”. Setiap anak perusahaan diwajibkan memiliki Business Continuity Plan (BCP) yang diuji secara berkala untuk memastikan keberlangsungan operasional, termasuk distribusi unit dan suku cadang di sektor otomotif.
“Kesadaran akan risiko, termasuk yang terkait ESG dan SDG, menjadi bagian penting dari strategi kami menghadapi tantangan bisnis ke depan,” tambah Anwar.
Dari sisi kepatuhan, perusahaan menerapkan Mandatory KPI Regulation Compliance yang dimonitor bulanan, melakukan compliance audit tahunan, serta terus memperbarui SOP kepatuhan.
Teknologi dan Penguatan Sistem
Untuk mendukung GRC dan ESG, Daya Group memanfaatkan teknologi seperti sistem ERP, Main Dealer Management System, aplikasi keterlibatan pelanggan, portal internal, dan dashboard kinerja terintegrasi. WBS perusahaan dijalankan secara online untuk memudahkan pelaporan, menjaga kerahasiaan, dan memastikan tindak lanjut cepat.
Penghargaan dan Pencapaian
Capaian penerapan GRC di Daya Group mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Pada 2024, perusahaan meraih Best Performance Audit, Risk, Governance Implementation dari Triputra Group, HR Excellence Award dari SWA dan Universitas Indonesia, serta predikat Indonesia Living Legend Companies & Brands dari SWA.
“Kami percaya tata kelola yang kuat dan manajemen risiko yang terintegrasi akan memperkuat daya saing dan relevansi perusahaan di masa depan,” tutup Anwar Joesoef.
Dengan serangkaian strategi, inisiatif keberlanjutan, serta penguatan sistem berbasis digital, Daya Group membuktikan bahwa penerapan GRC bukan hanya sekadar kepatuhan, melainkan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan di seluruh lini bisnis.
