TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPRS HIK Parahyangan: GRC Fondasi Bagi BPRS Tangguh dan Berkelanjutan

Fauzi
13 August 2025 | 15:22
rubrik: Event, GCG
BPRS HIK Parahyangan: GRC Fondasi Bagi BPRS Tangguh dan Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT BPRS HIK Parahyangan menegaskan komitmennya untuk menjadi bank syariah yang tangguh dan berkelanjutan melalui penerapan GRC.

Hal tersebut terungkap saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Selasa (12/8/2025) lalu.

Dalam kesempatan ini hadir Direktur Kepatuhan PT BPRS HIK Parahyangan, Agus Salim Dimyati, yang memberikan presentasi bertajuk “Komitmen dan Inovasi GRC sebagai Fondasi BPRS Tangguh dan Berkelanjutan”. Ia menyampaikan bahwa implementasi GRC merupakan bagian penting dalam menjamin keberlangsungan bisnis BPRS.

“Pelaksanaan GRC itu butuh komitmen dari semua jenjang organisasi, bahkan dari stakeholder. Tidak bisa hanya dilakukan oleh satu bagian, semuanya harus punya komitmen,” tegasnya.

BPRS HIK Parahyangan memiliki visi menjadi bank syariah yang unggul dan terpercaya. Untuk mewujudkan hal tersebut, manajemen menyusun misi yang mencakup penyelenggaraan perbankan yang sehat dan amanah, pengembangan dunia usaha, pelayanan profesional, hingga misi dakwah yang rahmatan lil alamin.

Strategi bisnis perusahaan pun diarahkan untuk memperkuat portofolio pembiayaan yang sehat, meningkatkan loyalitas nasabah, memperkuat efisiensi dan digitalisasi layanan, serta peningkatakan kapasitas SDM dan Budaya Kepatuhan. Hal yang juga menjadi fokus perusahaan adalah melaksanakan pendekatan berbasis GRC dalam strategi bisnis.

Misalnya, dari sisi governance diewajawantahkan dalam pengambilan Keputusan strategis selalu mengutamakan kepentingan seluruh stakeholder. Dari sisi risk management, setiap inovasi produk, ekspansi bisnis dan kerja sama dengan mitra melalui mitigasi risiko. Adapun dari Compliance, semua aktivitas mematuhi regulasi internal dan eksternal (OJK, DSN, PPATK, dll).

“Jadi, di kami ini sebelum produk diluncurkan ini pembahasannya juga tentang beberapa aspek itu termasuk kesesuaian dengan fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) kita lakukan,” tandas Agus.

BACA JUGA:   Berkat GRC, PT Syarikat Cahaya Media Jadi Inspirasi Perusahaan Tanpa Utang

Penerapan GRC

Komitmen kuat BPRS HIK Parahyangan dalam penerapan GRC terlihat dari kelengkapan struktur organisasinya di mana terdapat sejumlah komite pendukung, seperti Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi yang berada di bawah Komisaris. Selain itu ada juga Komite Disiplin dan Komite Manajemen Risiko di bawah Direksi.

“Jadi, mengenai struktur organisasi kami secara aturan (sudah sesuai) prosedur yang ditetapkan oleh OJK dalam kaitan dengan tata kelola. Karena tata kelola sendiri ‘kan pertama memang infrastruktur dan struktur dulu harus lengkap untuk mendukung bagaimana pelaksanaan perusahaan ini juga bisa berjalan dengan baik. Alhamdulillah kami sudah melengkapi semua struktur organisasi ini,” jelas Agus.

Bicara soal penerapan tata kelola yang baik, berdasarkan hasil Good Corporate Governance (GCG), BPRS HIK Parahyangan menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2023, skor GCG berada di angka 1,92 dan naik menjadi 2,38 di tahun 2024.

“Kenaikan skor ini merupakan bagian dari strategi pembenahan internal karena adanya pergeseran bisnis dari sektor yang sederhana ke sektor yang lebih kompleks, seperti pembiayaan UMKM skala besar,” jelas Agus.

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan integritas, BPRS telah membentuk Satuan Kerja Kepatuhan (SKK) dan menjalankan Strategi Anti Fraud melalui penerapan Whistleblowing System (WBS) yang terintegrasi dengan aplikasi pelaporan.

“Kami sudah memiliki sistem dan aplikasinya. Laporan-laporan juga secara rutin kami sampaikan kepada OJK,” terang Agus.

Selain itu, kegiatan pemantauan dan sosialisasi ketentuan internal dilakukan secara berkala melalui berbagai media, termasuk inspeksi langsung ke jaringan kantor.

BPRS mengimplementasikan sistem pengadaan barang dan jasa melalui kebijakan pengadaan barang dan jasa, Unit Kerja yang mengelola barang dan jasa, serta mekanisme pemantauan serta evaluasi atas pengadaan barang dan jasa.

BACA JUGA:   GRC Sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis Wika Realty di Tengah Ketidakpastian

“Sistem pengadaan barang dan jasa juga kami sudah tersedia dan kebijakannya juga sudah ada,” katanya.

Terkait penerapan manajamen risiko, Agus mengatakan bahwa perusahaan melakukan identifikasi risk profile bulanan diidentifikasi atas 6 Risiko (Risiko Kredit, Operasional, Kepatuhan, Likuiditas, Reputasi dan Strategis). Setiap Risiko diidentifikasi menggunakan analisa parameter: Risiko Inhern dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko. Peringkat Risiko BPRS HIKP tahun 2023 dan tahun 2024 di Peringkat 2 (Rendah), namun posisi Juni 2025 di Peringkat 3 (Sedang).

Adapun dalam Pengelolaan Risiko di BPRS HIK Parahyangan disebut sudah di level Managed. “Mengenai risk maturity level, kami sudah di level Managed, di mana seluruh risiko dikelola secara terukur dan terintegrasi dengan bisnis,” tandasnya.

Agus juga menjelaskan bahwa inovasi menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan GRC, terutama melalui pemanfaatan teknologi informasi. BPRS HIK Parahyangan telah mengembangkan sistem core banking sendiri, mobile banking Muvid, dan menerapkan aplikasi Simplifa AI untuk analisis rekening koran dan laporan keuangan.

Selain itu, sistem informasi manajemen risiko (SIMR), Loss Event Database (LED), dan aplikasi audit internal juga telah diimplementasikan sebagai bagian dari digitalisasi dan integrasi GRC dalam operasional.

Turut hadir di sesi penjurian, Direktur Bisnis PT BPRS HIK Parahyangan, Achmad Saiful Ghozi, menyoroti kondisi eksternal yang turut memengaruhi kinerja keuangan. Ia menyebutkan bahwa perlambatan ekonomi nasional, terutama di sektor properti subsidi, berdampak langsung terhadap aktivitas pembiayaan.

“Secara angka (kinerja peruahaan) memang ada sedikit penurunan (secara angka), tetapi ini sebenarnya mungkin bagian dari konsekuensi kita (dalam)) melakukan pembenahan. Memang kita fokus konsolidasi ke dalam untuk benar-benar menerapkan GRC ini dengan sebaik-baiknya. Secara aturan kita sudah komplit sesuai dengan regulasi tinggal kemudian penerapannya dan sebagainya. Mungkin ini berimplikasi kepada pertumbuhan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Revitalisasi Penilaian Governance, Annual Report Award Kembali Digelar

Meski demikian, manajemen tetap optimis. Dengan struktur organisasi yang lengkap, dukungan teknologi, dan budaya kepatuhan yang kuat, BPRS HIK Parahyangan yakin bisa terus tumbuh dan berkembang sebagai bank syariah yang berkelanjutan dan terpercaya.

“Yang kita yakini bahwa sepanjang GRC kita kelola dengan baik, maka pertumbuhan itu akan datang sendirinya. Pengelolaan yang baik akan mendatangkan kepada peningkatan pertumbuhan,” pungkasnya.

Editor: Busthomi

Tags: PT BPR HIK ParahyanganTOP GRC Awards 2025
Previous Post

CRSN Ingatkan Industri EV, Bersiap Hadapi Pertumbuhan Pasca Era Subsidi Berakhir

Next Post

5 Aktivitas BI Ini Libur di 18 Agustus 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR