Jakarta, TopBusiness – Setelah vakum selama satu tahun, tujuh institusi penyelenggara Annual Report Award (ARA), yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kementerian BUMN, Komite Kebijakan Governance (KNKG), Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktorat Jendral Pajak (Ditjen Pajak), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kembali menyelenggarakan Annual Report Award (ARA) di tahun 2019.
ARA 2018 ini mengangkat tema ‘Keakuratan Informasi untuk Kinerja Perusahaan Secara Berkelanjutan dengan Memenangkan dukungan Stakeholders’.
Dengan tema tersebut diharapkan perusahaan-perusahaan dapat memiliki kualitas keterbukaan informasi yang baik untuk mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder guna memenangkan persaingan global.
“Diselenggarakannya kembali ARA 2018 bertujuan untuk merevitalisasi kualitas penilaian implementasi governansi korporat di perusahaan melalui laporan tahunan yang andal dan akurat,” kata Ketua Pelaksana Annual Report Award 2018, Mas Achmad Daniri di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Nantinya, kata dia, penekanan penguatan dalam aspek penilaian di bidang governansi korporat serta konsistensi data yang disajikan dibandingkan dengan fakta yang ada itu merupakan pesan utama dalam penyelenggaraan ARA 2018 tersebut.
“Dan pada tahun ini, ARA 2018 melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan dengan menggunakan sistem pakar untuk penilaian laporan tahunan,” ujarnya.
Sistem ini, dia melanjutkan, selain untuk memberikan kecepatan proses penilaian juga memberikan kesempatan pada peserta untuk mendapatkan umpan balik dari dokumen yang diserahkan secara cepat dan konsisten.
Untuk sistem pakar ini mengakomodir kompilasi pengetahuan Dewan Juri yang dimasukkan ke dalam sistem penilaian. Secara mandiri peserta ARA akan meng-input data melalui aplikasi system pakar, yang kemudian dianalisis dalam bentuk file dan verifikasi jawaban.
Terjadi proses interaksi antara peserta dengan sistem pakar melalui pertanyaan dari sistem pakar kepada peserta, kata dia, sebagai bagian dari proses self assessment yang akan menuntun peserta memberikan data dengan baik dan benar.
Dan nantinya,data yang dimasukan peserta akan diverifikasi ulang oleh staf dewan juri sebagai bagian dari proses penilaian. “Output dari sistem pakar terdiri dari rekomendasi, penilaian kualitatif serta kuantitatif,” katanya.
Dengan sistem pakar sebagian pekerjaan Staf Dewan Juri akan dilakukan oleh sistem aplikasi, sehingga menurunkan beban kerja sekaligus meningkatkan konsistensi penilaian dan rekomendasi. “Intinya output sistem pakar menitikberatkan pada proses penghitungan skor dan pemberian rekomendasi,” jelasnya.
Pendaftaran ARA 2018 sendiri dilakukan secara online melalui website araward.id. Langkah pendaftaran adalah membuat akun, mendaftarkan user untuk perusahaan peserta yang akan melakukan entri data serta tim yang akan melakukan pemeriksaan di internal perusahaan (verifikator) sebelum disubmit ke website.
Periode pendaftaran ARA 2018 telah dimulai sejak 20 Februari 2019 dan akan ditutup pada tanggal 15 Juli 2019. Untuk proses penilaian mandiri dan unggah dokumen laporan tahunan akan ditutup pada tanggal 5 Agustus 2019.
Penulis: Tomy
