TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GRC Sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis Wika Realty di Tengah Ketidakpastian

Busthomi
6 September 2025 | 10:48
rubrik: Event, GCG
GRC Sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis Wika Realty di Tengah Ketidakpastian

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya (WIKA) Realty, anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (IDX: WIKA) yang bergerak di bidang properti dan hospitality, menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis sekaligus mendorong praktik bisnis berkelanjutan di sektor properti.

Dalam ajang penjurian TOP GRC Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness, Yoppi Priatmoko selaku Director of Finance, Human Capital and Risk Management memaparkan bahwa GRC bukan sekadar kewajiban tata kelola, melainkan telah menjadi bagian strategis dari transformasi bisnis perusahaan.

“Kami percaya bahwa penerapan GRC yang terintegrasi adalah fondasi penting untuk menjawab tantangan industri properti saat ini. Terutama pascapandemi dan dihadapkan dengan kebijakan efisiensi pemerintah di tahun 2025 ini,” ujar Yoppi dalam presentasinya di hadapan dewan juri yang dilakukan secara daring, Rabu (3/8/2025).

Sejak tahun 2022, sektor properti memang dihadapkan pada perubahan perilaku konsumen dan tekanan daya beli. Ditambah lagi, kebijakan penghematan anggaran pemerintah di awal 2025 ini turut menekan sektor properti dan hospitality yang menjadi salah satu lini bisnis Wika Realty.

“Meski begitu memang, kalau kita lihat dari sisi revenue maupun gross profit di tahun 2023 dan tahun 2024 kita masih bisa men-deliver GPM (gross profit margin) ini untuk mencetak hasil yang positif. Cuma ya itu tadi, tantangan tidak berhenti di tahun ini. Ya, karena adanya Inpres tentang efisiensi anggaran tadi. Itu banyak memberikan dampak kepada kami,” tegas dia menjelaskan.

Dan hal tersebut, lanjut Yoppi, perusahaan justru mengakselerasi implementasi GRC sebagai alat kontrol manajemen dan pengambilan keputusan strategis. Salah satunya melalui pembentukan Komite GRC pada 2023, yang bertugas memberikan kajian dan rekomendasi berbasis risiko dan kepatuhan sebelum eksekusi aksi korporasi.

BACA JUGA:   Asuransi Tri Pakarta Jadikan GRC Sebagai Fondasi Keberlanjutan Usaha

“Komite GRC terbukti efektif saat kami melakukan kerja sama strategis, mulai dari pemilihan mitra hingga penataan portofolio bisnis kami,” tambah Yopi.

Implementasi GRC

Untuk memperkuat posisi di pasar, Wika Realty menginisiasi program transformasi bertajuk “Rumah Transformasi WR”, dengan tiga fokus utama: People, Culture, dan System. Pondasi utama dari transformasi ini adalah penguatan budaya perusahaan berbasis nilai AKHLAK, digital leadership, manajemen risiko, serta kepatuhan hukum.

Sistem manajemen risiko berbasis ISO 31000 telah diadopsi, lengkap dengan pendekatan Three Lines of Defense. Risiko strategis seperti pembukaan kawasan baru dan kerja sama dengan mitra dievaluasi menyeluruh sebelum dijalankan.

“Kami memastikan bahwa setiap keputusan bisnis, mulai dari pengembangan kawasan, hospitality, hingga manajemen properti, harus lolos uji risiko, kepatuhan, dan tata kelola,” tegasnya.

Dia melanjutkan, dampak implementasi GRC ini juga tak hanya pada pengendalian risiko, namun juga dirasakan langsung pada kinerja finansial. Hingga kuartal II-2025, perusahaan mencatatkan akselerasi pendapatan dan gross profit margin yang stabil, di tengah iklim bisnis yang menantang.

Beberapa langkah strategis yang diambil melalui pendekatan GRC antara lain: optimalisasi aset dan asset recycling, pemanfaatan ERP (SAP) untuk efisiensi operasional, penataan portofolio anak dan entitas asosiasi, dan penguatan kerja sama strategis dengan operator dan investor global, termasuk mitra dari Amerika Serikat untuk proyek hotel di Bali.

Jadi, implementasi GRC di Wika Realty membuktikan bahwa tata kelola bukan sekadar prosedur administratif, tetapi investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap stabilitas dan keberlanjutan perusahaan.

Dengan kombinasi antara teknologi, budaya organisasi, dan manajemen risiko yang matang, Wika Realty optimis dapat terus tumbuh di tengah dinamika industri, sekaligus menjadi pionir dalam membangun sektor properti yang berkelanjutan di Indonesia.

BACA JUGA:   Berkat Tata Kelola dan Perbaikan Sistem, RSUD Kota Padang Panjang Raih Akreditasi Paripurna

“GRC adalah nafas baru dalam perjalanan transformasi kami. Dengan GRC, kami tidak hanya tumbuh, tapi tumbuh dengan cara yang benar,” tandas Yoppi.

Beberapa yang dilakukan, terkait tata kelola yakni dalam hal whistle blowing system (WBS) dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), seperti Sistem Pengaduan Pelanggaran diatur dalam Prosedur Nomor: WR-CMP-PM-001, adanya Prosedur Pengaduan Pelanggaran terhadap Code of Conduct (Whistle Blowing System), melakukan sosialisasi ke pegawai di seluruh wilayah operasional perusahaan.

Kemudian, telah dibuat kanal Sistem Pengaduan Pelanggaran berbasis web pages, Sistem Manajemen Anti Penyuapan dalam Prosedur Nomor: WR-CMP-PM-002, Prosedur SMAP, Pengendalian Gratifikasi & Anti Fraud. Lalu melakukan pelatihan ISO 37001: 2016 SMAP, Pelaksanaan Sertifikasi ISO 37001: 2016 SMAP), dan Audit kepatuhan ISO 37001: 2016 SMAP.

“Makanya dalam GCG ini, untuk tahun 2024 lalu dari KPI 85,00 skornya 85,21 dari Tim Assessor GCG PT Wika Realty.  Dan tahun 2023 skornya 85,13. Berarti memang meningkat,” katanya.

Sementara untuk manajemen risiko, WIKA Realty tetap berpatokan sama Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-02/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Beberapa poin penting dari peraturan ini terkait manajemen risiko adalah:

Pertama, BUMN wajib memiliki sistem manajemen risiko yang menyeluruh yang mencakup kebijakan, perencanaan, penerapan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan risiko.

Kedua, Direksi secara aktif mengelola manajemen risiko dan diawasi oleh Dewan Komisaris atau Pengawas.

Ketiga, BUMN harus menerapkan taksonomi risiko yang terintegrasi dengan anak perusahaan serta menggunakan indikator risiko utama (Key Risk Indicators) dan indeks kematangan risiko (Risk Maturity Index) sebagai alat pemantauan dan evaluasi risiko.

Keempat, Manajemen risiko harus menjadi bagian integral dari perencanaan strategis perusahaan dan disusun dalam format triwulanan dan tahunan, termasuk penyusunan profil risiko, peta risiko, dan perlakuan risiko yang direncanakan dengan anggaran yang memadai.

BACA JUGA:   PLN NPC Jadikan GRC Fondasi Menuju Bisnis Berkelanjutan

Dan kelima, laporan manajemen risiko harus disampaikan secara berkala triwulanan dan tahunan, meliputi penerapan manajemen risiko, audit internal, dan tata kelola terintegrasi.

Dengan Risk Maturity Index tahun 2024 dari WIKA Realty yang cukup tinggi yakni diperoleh score 3,85 dari nilai maksimal 5,00. “Saat ini sedang persiapan untuk dilakukan pengukuran Risk Maturity Index sesuai SK-8/DKU-MBU/12/2023 Kementerian BUMN,” katanya.

Adapun beberapa poin yang dilakukan terkait manajemen kepatuhan adalah Penetapan Kebijakan dan Regulasi Internal, Pembentukan Unit Kepatuhan, Identifikasi dan Pemetaan Risiko Kepatuhan, Sistem Pelaporan dan Whistleblowing, Pemantauan dan Pengawasan Kepatuhan, Sosialisasi dan Pelatihan Kepatuhan, Tinjauan atau Manajemen Review, dan Audit Internal dan Evaluasi berkala.

GRC Dukung Bisnis Berkelanjutan dan ESG

Komitmen Wika Realty dalam aspek keberlanjutan juga berjalan seiring dengan penguatan tata kelola. Perusahaan telah menerapkan kebijakan Tata Kelola Terintegrasi (TKT) dan kebijakan Sustainability yang berorientasi pada prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

Beberapa inisiatif ESG yang telah dijalankan, antara lain, pertama, Penggunaan lampu tenaga surya di kawasan property; Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan pendekatan strategis; dan Penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh kawasan operasional.

Tags: PT WIKA RealtyTOP GRC Awards 2025
Previous Post

HK Sambut Hari Perhubungan Nasional dengan Kilas Balik Jembatan Cable Stayed Pertama di Sumatra

Next Post

PELNI Implementasikan GRC untuk Perkuat Strategi Keberlanjutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR