TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Phapros Perkokoh Implementasi GRC, Bangkit dengan Kinerja Positif di 2025

Nurdian Akhmad
26 August 2025 | 16:43
rubrik: Business Info, Event
Phapros Perkokoh Implementasi GRC, Bangkit dengan Kinerja Positif di 2025

Jakarta, TopBusiness – PT Phapros Tbk mempertegas komitmennya dalam implementasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan atau governance, risk, dan compliance (GRC) sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.

Komitmen inilah yang berhasil membalikkan kinerja bisnis Phapros pada semester I 2025 dari rugi Rp 290,63 miliar sepanjang 2024 menjadi laba Rp 2,45 miliar. Peningkatan kinerja itu juga terjadi seiring dengan strategi Phapros yang fokus pada produk bermargin tinggi, efisiensi terukur, dan transformasi digitalisasi yang dilakukan manajemen.

Manager GCG & Manajemen Risiko PT Phapros Tbk Dendy Haryadhie dalam presentasi penjurian TOP GRC Awards 2025 memaparkan, visi utama Phapros adalah menjadi perusahaan farmasi terkemuka yang menghasilkan produk kesehatan terbaik guna  meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Phapros mewujudkan visi tersebut dengan menyediakan produk dan jasa dengan kualitas terbaik dan inovasi yang berkelanjutan. Selain itu, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme karyawan untuk proses bisnis yang lebih baik mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Misi ketiga adalah memberikan nilai tambah dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan untuk seluruh stakeholder,” ujar Dendy dalam presentasinya yang dilakukan secara daring.

Phapros merupakan bagian dari ekosistem BUMN farmasi di mana 56,77% saham dimiliki PT Kimia Farma, dan sisanya 43,23% dimiliki publik. Perusahaan memiliki anak usaha yaitu PT Lucas Djaja (99%) dan PT Rumah Sakit Permata Cirebon (19,8%). Lini bisnisnya mencakup OTC (over the counter) atau obat jual bebas, ethical (obat resep bermerek), OGB (obat resep generic), alat kesehatan, kontrak pembuatan produk toll-in manufacturing, dan ekspor beberapa produk farmasi ke luar negeri.

Sebagai BUMN, Dendy memaparkan soal penguatan tata kelola di Phapros yang dimulai dari penerapan core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam keseharian karyawan.

“Penerapan core value di perusahaan kami ini dilakukan secara konsisten dengan adanya video online yang ditayangkan secara otomatis melalui aplikasi Windows untuk me-reminding setiap karyawan,” ujar dia.

BACA JUGA:   Integrasikan GRC dan Stratregi Bisnis, Kinerja PT PLN EPI Terus Meningkat

Dendy juga memaparkan struktur organisasi yang ada di Phapros. Ada Dewan Komisaris dengan tugas antara lain mengawasi operasional perusahaan dan mengevaluasi kinerja direksi. Selanjutnya ada Direksi yang bertugas antara lain merencanakan,mengendalikan, mengawasi, dan mengevaluasi tugas korporasi dan unti bisnis agar sesuai dengan visi, misi, sasaran, strategi, kebijakan dan program kerja yang ditetapkan.

Selain itu ada Sekretaris Perusahaan yang bertugas antara lain memastikan hubungan yang transparan dengan pemangku kepentingan dan publik.

Untuk menopang pengawasan, perseroan membentuk komite-komite di bawah Dewan Komisaris seperti Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Manajemen Risiko & GCG. Perseroan juga memiliki kelengkapan regulasi internal yang mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan  Korporasi Signifikan BUMN.

Sebagai perusahaan yang sudah go public, sistem dan kebijakan di Phapros juga mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka.

Untuk mendukung pelaksanaan GCG, kata Dendy, perseroan memiliki Whistle Blowing System (WBS) untuk mengakomodir para pemangku kepentingan dalam menyampaikan laporannya jika diduga telah terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan Perseroan.

Mekanisme pelaporan tersebut bisa melalui telepon perusahaan, email, WhatsApp, serta alamat perusahaan. Phapros tengah menyiapkan platform berbasis web agar pelapor semakin terlindungi dan proses penanganan lebih terdokumentasi. “Tujuan kami jelas yaitu membuat setiap insan merasa aman menyuarakan dugaan pelanggaran,” ujarnya.

Konsistensi GCG Phapros tercermin dari skor 95,5 (sangat baik) pada 2022 dan predikat patuh/sangat baik pada 2023. Untuk 2024, proses asesmen masih berjalan dan pihaknya masih melakukan pemenuhan-pemenuhan untuk penilaian tersebut.

Manajemen Risiko

Untuk pelaksanaan manajemen risiko, Phapros sejak 2021mengadopsi kerangka Risk Management Charter sebagai pedoman pengelolaan risiko. Selain itu ada , ada risk assessment sebagai panduan teknis proses penilaian risiko (identifikasi, analisa dan evaluasi risiko). Ada pula komunikasi dan konsultasi risiko (KKR) sebagai pedoman bagi unit pengelola  risiko dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai risiko.

BACA JUGA:   Phapros Siap Produksi Serum Anti Penuaan Dini

Untuk pemantauan perusahaan, Phapros mengidentifikasi 13 profil risiko yang ada di perusahaan dan dipantau sebagai early warning system. Hasil pemantauan profil risiko ini kemudian dilaporkan setiap bulan ke holding PT Kimia Farma.

Berdasarkan pengukuran Risk Maturity Index (RMI) 2023, Phapros mencatat skor 3,24 atau setara level 4. Ini menunjukkan penerapan teknologi aplikasi konsisten di semua kegiatan perusahaan secara vertikal-horisontal.

“Kami juga aktif berkoordinasi dengan risk owner dan SPI dalam kerangka three lines model. Sinergi ini membuat pengawasan risiko lebih efektif,” terang Dendy.

Digitalisasi GRC

Transformasi digital juga menjadi faktor penting keberhasilan GRC di Phapros. Sejumlah platform yang telah berjalan antara lain:

  • LEA (Lean Enterprise Application) adalah platform inovasi di mana pada 2024 tercatat 62 inovasi terverifikasi dengan value creation mencapai Rp 3,1 miliar.
  • SISTAPEHA (Sistem Tata Kelola Phapros): governance assessment untuk memastikan kebijakan, nilai, dan strategi selaras serta up to date.
  • E-MANDIT (Electronic Management Audit): pelaporan data audit dan monitoring proses audit secara elektronik.
  • SIMANIS (Sistem Manajemen Risiko): pemetaan, scoring dan pemantauan risiko lintas fungsi.
  • Sales Force Automation (SFA): pencatatan kunjungan pelanggan berbasis GPS untuk menutup gap layanan dan penjualan.
  • Gratifikasi Online: pelaporan mandiri untuk memperkuat budaya antikorupsi.
  • Web SCC: pengelolaan perubahan strategis yang berdampak pada visi, misi, tata nilai, sasaran, dan grand strategy.
  • E-BOP: Web aplikasi internal admin cabang.
  • DMS (Document Management System): tata kelola dokumen digital.

Dendy menambahkan, pengalaman Phapros dalam transformasi digital ini di-benchmark perusahaan lain dalam ekosistem Biofarma untuk pengelolaan inovasi dan aplikasi enterprise.

ESG dan SDGs

Manajemen Phapros juga berupaya mewujudkan target efisiensi melalui program-program yang sudah menjadi komitmen perusahaan dalam mengusung konsep green energy. Efisiensi energi dapat meningkatkan bisnis perusahaan melalui efisiensi operasional, comply to regulation dan reputasi perusahaan di mata stakeholder, regulator, dan investor menjadi lebih baik.

BACA JUGA:   Dari Siapkan Blok Baru Hingga Aktivasi Sumur Idle, Pemerintah Berjibaku Tingkatkan Produksi Migas

Upaya-upaya yang sudah dilakukan di antaranya Alih Teknologi Boiler, mengkonversi energi BBM solar ke CNG (Compressed Natural Gas) yang didukung dengan penggunaan Green Chiller Hydrocarbon, serta penggunaan Solar Panel. Hasilnya, Phapros berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 166,4 ton sepanjang tahun 2024.

“Dari penerapan green energy, Phapros berhasil melakukan efisiensi Rp 2,2 miliar pada 2024,” ujar Dendy.

Komitmen lingkungan Phapros diakui melalui PROPER Hijau 2024.

Pada aspek sosial, Phapros menjalankan program unggulan “Bongsari Zero Stunting” di kawasan sekitar pabrik. Beberapa kegiatan dalam program ini mulai dari monitoring 10 ibu hamil KEK, pelatihan MPASI bagi 50 ibu, bantuan paket antropometri untuk 9 puskesmas, hingga pelatihan 30 kader posyandu di 8 RW.

Grand Strategy 2025

Dalam penjurian ini, Dendy juga menjelaskan mengenai penurunan kinerja bisnis pada 2024 yang membuat Phapros rugi hingga sekitar Rp 290 miliar. Hal itu terjadi akibat turunnya penjualan dan penghapusan persediaan setelah masa pandemi covid-19 berakhir.

“Kami belajar banyak dari 2024. Tahun 2025 ini fokus kami mengedepankan portofolio produk bermargin tinggi, meningkatkan kepuasan pelanggan melalui customer satisfaction index, memperkuat modal kerja dan pengendalian biaya yang efektif, serta mengokohkan budaya kerja berbasis KPI,” ucap Dendy.

Hasil awalnya tercermin pada semester I/2025, saat Phapros kembali mencetak laba sebesar Rp 2,45 miliar. “Kunci perbaikannya adalah fokus pada efisiensi dan inovasi,” kata Dendy merujuk capaian operasional dan penguatan EBITDA yang lebih sehat.

Berkat pencapaianya tersebut, PT Phapros kembali menjadi kandidat peraih TOP GRC Awards 2025. Tahun lalu, emiten farmasi ini meraih penghargaan TOP GRC Awards 2024 bintang 4.

Tags: PT Phapros TbkTOP GRC Awards 2024TOP GRC Awards 2025
Previous Post

Hutama Karya Bangun Stasiun Bawah Tanah Glodok-Kota

Next Post

Great Eastern Luncurkan Logo Baru sebagai Simbol Pertumbuhan Strategis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR