Jakarta, TopBusiness – BP (British Petroleum), salah satu perusahaan energi besar dunia, menunjuk Baker Hughes sebagai mitra dalam kontrak layanan jangka panjang untuk proyek gas alam cair (LNG) Tangguh di Indonesia.
Dikutip upstreamonline.com, Rabu (27/8), dalam pengumuman Selasa lalu, Baker Hughes menyebut kontrak berdurasi 90 bulan ini mencakup pasokan suku cadang, layanan perbaikan, serta dukungan teknis lapangan bagi peralatan turbomachinery utama, seperti turbin gas heavy-duty, turbin uap, dan kompresor yang digunakan pada tiga train LNG di fasilitas tersebut.
“Perjanjian layanan jangka panjang dengan BP untuk Tangguh LNG ini merupakan bukti kemitraan berkelanjutan kami dan komitmen untuk memajukan pengembangan energi di Indonesia,” ujar Tiffany Pitts, Wakil Presiden Gas Technology Services Baker Hughes.
Ia menambahkan, teknologi canggih dan keahlian kami akan membantu memastikan kinerja optimal fasilitas Tangguh, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi kawasan.
Proyek Tangguh LNG yang dikelola BP memiliki tiga train pencairan gas, dengan train ketiga mulai beroperasi pada 2023. Secara keseluruhan, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi 11,4 juta ton per tahun.
Selain kontrak terbaru ini, Baker Hughes sebelumnya juga terlibat dalam proyek Tangguh, termasuk perjanjian pada 2024 untuk menyediakan sistem tenaga dan kompresi bagi inisiatif Tangguh UCC senilai US$7 miliar.
Program tersebut mencakup pemanfaatan sumber daya gas dari lapangan dangkal Ubadari, yang dialirkan ke kompleks LNG Tangguh untuk melalui proses pemisahan karbon dioksida. Gas buangan CO2 kemudian akan diinjeksi kembali melalui fasilitas lepas pantai untuk mendukung peningkatan produksi gas.
