TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Derasnya Permintaan LPG 3 Kg, Ini Sebabnya

Achmad Adhito
11 December 2017 | 10:12
rubrik: Ekonomi
Derasnya  Permintaan LPG 3 Kg, Ini Sebabnya

Sumber Foto: Borobudur News

Jakarta, BusinessNews Indonesia—Tingginya permintaan terhadap LPG 3 kg bersubsidi, ditengarai akibat penggunaan yang tidak peruntukan. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa LPG itu digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu.

Hal itu dikatakan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan data penyaluran harian LPG 3 kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran telah mencapai 5,750 juta mt, atau 93% dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 yang sebesar 6,199 juta mt.

Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran itu diperkirakan melebihi sekitar 1,6% di atas kuota itu.

 

Pertamina, bersama pemerintah daerah dan Hiswana Migas, melakukan upaya pengamanan ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi pada periode awal Desember 2017.

Upaya tesebut untuk memenuhi kebutuhan pasokan LPG 3 kg bersubsidi di masyarakat dengan melakukan pemeriksaan lapangan, operasi pasar, dan penambahan pasokan di sejumlah titik yang diduga terjadi kelangkaan.

“Menjawab kondisi tersebut, Pertamina memastikan bahwa ketahanan nasional persediaan LPG berada pada kondisi aman yaitu 18,9 hari. Ini di atas persediaan minimal 11 hari,” ucap dia.

Sebelumnya, pada masa libur panjang akhir pekan di awal Desember 2017, telah terjadi peningkatan kebutuhan LPG 3 kg bersubsidi di wilayah Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta.

Namun dari pantauan beberapa lokasi operasi pasar sejak Senin (4/12), ada beberapa titik yang ternyata sepi peminat. “Salah satunya adalah operasi pasar yang digelar di Paledang, Bogor, pada Kamis (7/12/2017), yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut sudah tercukupi,” kata dia.

BACA JUGA:   BPS: Inflasi Maret 2020 Terkendali
Previous Post

Bank Maluku Malut Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Next Post

Masyarakat Optimistis Bisa Beli Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR