Jakarta, BusinessNews Indonesia—Perbandingan antara rata-rata kenaikan upah pekerja dengan rata-rata kenaikan harga properti menimbulkan kecemasan bahwa generasi milenial akan kesulitan memiliki rumah. Survei yang dilakukan Rumah.com menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki optimisme untuk memiliki rumah idaman.
Demikian dijelaskan oleh pengamat properti Ike Hamdan, di Jakarta, dalam keterangan pers yang diterima pagi ini oleh Majalah BusinessNews Indonesia.
Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017 menunjukkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam menyediakan hunian yang terjangkau. Ini terlihat dari hasil survei di mana 63% dari 1.020 responden di Indonesia merasa puas dengan iklim properti yang sedang berlangsung.
Ike menambahkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam menyediakan hunian yang terjangkau bahkan tetap di atas rata-rata meski melalui sejumlah peristiwa yang diprediksi dapat mempengaruhi kondisi industri properti nasional, seperti situasi politik pasca-Pilkada, maupun peristiwa tahunan seperti Hari Raya Idul Fitri, yang diprediksi mempengaruhi tingkat inflasi.
“Sebanyak 54% responden merasa puas dengan upaya pemerintah dalam membuat rumah lebih terjangkau. Ini merupakan peningkatan yang cukup drastis jika dibandingkan survei pada semester dua tahun 2016, di mana tingkat kepuasan masyarakat hanya 36%. Tingkat kepuasan ini tercermin dalam rencana pembelian properti dalam enam bulan ke depan, di mana sebesar 59% dari responden survei berencana membeli properti,” jelas Ike.
