TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kandidat TOP HC Awards 2025, Ini Gebrakan Multi Terminal Indonesia Kembangkan HC

Fauzi
21 September 2025 | 18:55
rubrik: Event, HC
Kandidat TOP HC Awards 2025, Ini Gebrakan Multi Terminal Indonesia Kembangkan HC

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Multi Terminal Indonesia (MTI) telah menyelesaikan sesi penjurian TOP Human Capital (HC) Awards 2025 seiring perusahaan menjadi salah satu finalis ajang bergengsi bidang HC yang diselenggarakan Majalah TopBusiness.

Pada kesempatan penjurian tersebut hadir Budi Azmi, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Resiko dari MTI.

MTI merupakan anak usaha Pelindo Group yang bergerak di sektor logistik pelabuhan. Adapun aktivitas usaha yang dijalankan mulai dari freight forwarding, warehousing atau pergudangan, open storage atau lapangan penumpukan atau lapangan terbuka, Integrated Multimoda Transport, Halal Logistic & Cold Storage, Project Cargo, Cargo Consolidation & Distribution Centre (CCDC).

“Sektor usaha kita adalah di jasa logistik dengan strategi bisnis secara umum adalah penguatan ekosistem logistik melalui logistik platform, dan peningkatan kemitraan strategis dengan pelaku bisnis logistik, shipping line, dan BUMN lainnya untuk peningkatan kinerja perusahaan serta layanan supply chain management,” ujar Budi Azmi di hadapan dewan juri, Rabu (17/9/2025).

HR Strategy

Sesuai tema yang diusung “Empowering Human Resource: The Role of Talent Mobility in Human Capital Management System (HCMS) as Strategic Business Partner,” MTI menegaskan komitmennya dalam membangun SDM yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri logistik yang semakin kompleks.

Bicara soal HCMS dari sisi Human Capital Planning dan Strategy, Budi mengatakan bahwa perusahaan melihat dari perspektif financial and customer kemudian perspektif internal business process. Misalnya, dari perspektif financial dan customer, apa yang harus dihasilkan. Adapun dari internal business process itu apa yang harus dikerjakan, sementara perspektif learning and growth ini apa yang harus dimiliki.

“Jadi, apa yang harus kita hasilkan itu adalah bagaimana kita ingin meningkatkan produktivitas karyawan dan juga kepuasan karyawan serta mengelola biaya karyawan secara efisien. Bagaimana kita melakukannya, antara lain adalah menyelaraskan struktur dan tata kelola organisasi, menyusun model kempetensi karyawan, menyempurnakan sistem manajemen kinerja, menerapkan pola pengembangan SDM yang berkelanjutan, penyempurnaan pola karir, penerapan sistem renumerasi berbasis kinerja dan pembangunan human resource management information system,” paparnya.

Lebih lanjut Budi Azmi mengungkap soal sasaran strategis dan juga KPI yang dimiliki perusahaan.

“Ada 12 sasaran strategis, mulai dari produktivitas pegawai, peningkatannya bagaimana, kita punya KPI berupa revenue per employee, dan seterusnya mengelola biaya pegawai, meningkatkan kepuasan, menyerahkan SE organisasi, (sampai) lingkungan kerja yang kondusif.”

BACA JUGA:   Andalkan HCMS dan Budaya STAR, Ini Startegi Star Capital Bangun Organisasi Lincah dan Siap Masa Depan

“Kita juga mempunyai KPI yang sudah ditetapkan dan ini menjadi bahan evaluasi dan bahan penilaian yang akan kita sampaikan selalu, secara monitoring kepada pemegang saham dan juga kepada subholding di PT Pelindo Group,” ujarnya.

Lalu mengenai Human Resource Business Partner, untuk bisnis strateginya yang dilakukan adalah bagaimana perusahaan meningkatkan pendapatan. Di mana menurut Budi Azmi, dengan peningkatan pendapatan ini, pihaknya bisa tetap mempertahankan excellence ataupun kesiapan operasi.

“Jadi, operational excellence menjadi salah satu syarat yang harus kami capai dalam kami menjalankan bisnis dan juga cost efficiency menjadi salah satu bisnis strategi kami dalam menjalankan perusahaan,” tandasnya.

Berkaitan dengan strategi bisnis, Budi menegaskan bahwa ada tiga strategi bisnis yang ditetapkan oleh perusahaan dielaborasi lagi menjadi HR Strategy, yaitu bagaimana perusahaan meningkatkan produktivitas karyawan, bagaimana meningkatkan ataupun memperbaiki kepuasan karyawan, bagaimana meningkatkan kemampuan kompetensi daripada human resource staff dan juga melakukan perbaikan terhadap proses daripada manajemen sumber daya manusia.

Sementara untuk mendukung pelaksanaan tugas dari para karyawan, perusahaan juga meningkatkan dan memperbaiki suasana kerja yang lebih supporting, lebih mendukung daripada pelaksanaan tugas. Serta bagaimana perusahaan mengelola biaya pegawai, ketiga strategi bisnis ini menjadi tujuan utama dari PT Multi Terminal Indonesia telah dituangkan menjadi HR Strategy.

Talent Pool dan Suksesi Kepemimpinan

Tidak ketinggalan pada sesi penjurian kali ini, Budi Azmi juga menyampaikan terkai talent mobility and development, di mana perusahaan memiliki Leadership Development Program.

“Di mana dari sekitar 334 pegawai pada saat ini, di tahun 2023 dan 2024 itu kami melakukan seleksi sehingga kami menemukan sekitar 100 lebih ataupun 27 plus 35 dan plus 47 yang kemudian kita bagi menjadi 3 cluster. Jadi, yang pertama ini adalah untuk BOD minus 1 dan 2, kita adakan yang namanya suatu training yang ini akan menjadi cikal bakal daripada pimpinan ataupun talent yang ada di PT Multi Terminal Indonesia. Jadi, untuk level BOD 1 dan 2 kita sudah punya 27 orang, untuk level BOD 3 di bawahnya BOD 1 dan 2 kita punya 35 orang, dan untuk level pelaksanaan kita sudah punya 47 orang,” jelasnya.

BACA JUGA:   Pengembangan HC di Sumitomo Indonesia Ciptakan Talenta yang Berintegritas dan Berwawasan Global

Nah, dengan adanya para suksesor apabila para channel leader yang sekarang ada di MTI ini pensiun ataupun mungkin resign ataupun ditarik di grupnya Pelindo lainnya, perusahaan sudah mempersiapkan pengantinya.

“Jadi, penyusunan talent pool ini kita lakukan berdasarkan hasil assessment dan juga kita melakukan pengembangan talent. Dan juga kita dari pengembangan talent dan hasil assessment itu kita siapkan bagaimana kita ingin mengembangkan kompetisi si talent. Jadi, ini ada coaching, mentoring, dan development-nya juga,” tandas Budi.

Kemudian selain alent mobility, perusahaan juga punya yang namanya pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan yang dilakukan dengan implementasi diklat yang berbasis kompetensi.

“Pertama, kita menyusun yang namanya Training Need Analysis. Jadi, Training Need Analysis ini merupakan salah satu cara kita untuk menyiapkan rencana pendidikan dan pelatihan yang akan kita lakukan di tahun depan. Jadi, setelah TNA ini dikumpulkan dan dievaluasi baru kita menyusun yang namanya rencana pengembangan sumber daya manusia dengan berbasis kompetensi,” ujarnya.

Perusahaan juga memiliki tools dan instrument untuk pengukuran efektivitas diklat yang dilakukan untuk memberikan feedback kepada perusahaan bahwa apa yang sudah dilakukan dalam rangka untuk diklat pendidikan dan pelatihan ini memberikan nilai tambah ataupun mungkin ada ruang yang harus diperbaiki, baik dari jenis kompetensi pendidikannya atau dari cara maupun metode yang dilakukan ataupun mungkin daripada SDM-nya itu sendiri.

Selanjutnya, Budi Azmi juga menyinggung terkait Work Environment Enhancement atau Employee Relationship. Inisiatif ini dilakukan, misalnya untuk mendukung strategi bisnis perusahaan dalam penambahan wilayah operasional.

“Kemudian kita melakukan in-house training terutama terkait dengan SMK3, kesehatan dan keselamatan kerja dan juga adanya untuk penyiapan untuk hal-hal yang terkait dengan kesehatan keselamatan kerja,” tandasnya.

Digitalisasi dan Budaya Inovasi

MTI juga telah mengimplementasikan sistem layanan digital berbasis SAP melalui Employee Self-Service yang memungkinkan pegawai mengakses data pribadi dan riwayat pekerjaan secara mandiri. Inovasi ini menjadi bagian dari digitalisasi sistem manajemen SDM.

“Kami juga memiliki Sharing Session MTI atau SHASHIMI yang digelar rutin setiap dua bulan. Ini adalah forum berbagi ilmu lintas unit kerja dan anak usaha Pelindo, menghadirkan narasumber dari kalangan subject matter expert,” kata papar Budi.

BACA JUGA:   OKI Pulp Dorong Aspek Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam CSR-nya

Selain itu, MTI aktif mengikuti program inovasi seperti SPRINT (Subholding Pelindo Solusi Logistik Program of Innovation and Technology) dan secara rutin mengirimkan perwakilan ke ajang-ajang penghargaan internal. Salah satunya, MTI menyabet penghargaan The Outstanding Commitment to Supply Chain Learning 2024.

Harmonisasi Hubungan Industrial

MTI juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang sehat. “Untuk industrial relationship kita memiliki perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja, kita juga punya lembaga kerja sama bipartit antara manajemen dengan serikat pekerja,” ujar Budi Azmi.

Selain itu, perusahan juga kerap melakukan pertemuan rutin selalu, serta memberikan workshop in-house training ketenagakerjaan, yang tidak hanya untuk serikat pekerja tetapi juga semua manajemen guna memberi pemahaman yang sama bagaimana untuk membina ataupun melakukan atau menjalankan hubungan industrial yang lebih baik, sehingga keharmonisan pekerja dalam setiap penugasan ini dapat terjaga.

Acara tahunan seperti employee gathering turut menjadi ajang mempererat kebersamaan antarpegawai, sedangkan aspek kesehatan kerja difasilitasi lewat program Fit to Work dan Medical Check-Up minimal satu kali setahun.

Menurut Budi Azmi, pendekatan human capital di MTI dapat menjadi rujukan bagi organisasi lain, khususnya dalam BUMN dan Pelindo Group.

“Leadership Development Program kami cukup unik, MTI inilah yang paling banyak pegawai organiknya, selebihnya mungkin adalah pegawai perbantuan dari Pelindo. Sharing Session MTI yang rutin kita lakukan dan juga program inovasi MTI yang rutin kita lakukan,” ujarnya.

Terkait dengan Leadership Development Program, ini menjadi program yang direkomendasikan karena menurut Budi Azmi tidak semua anak usaha di Pelindo memiliki program ini.

Untuk diketahui, selain Budi Azmi, pada sesi penjurian TOP HC Awards 2025 dihadiri pula oleh unsur manajemen lainnya dari MTI, antara lain Firman Budi Wirawan – Senior Manager SDM & Umum, Anggun Kartika Mundikasih – ASM Perencanaan & Pengembangan SDM, Ristanti – ASM Layanan SDM & Umum, Evy Rachmawati – Spesialis Perencanaan SDM, serta Rizka Ramadhona – Spesialis Pengembangan SDM. Adapun dari unsur dewan juri yang hadir memberikan pendalaman dan penilaian antara lain Melani K. Harriman (CEO Melani K. Hariman Associates), Ben de Han (MSI), Sentot Baskoro ( Asosiasi GRK Indonesia), dan Budi Soetjipto (UI).

Editor: Busthomi

Tags: PT Multi Terminal IndonesiaTOP HC Awards 2025
Previous Post

Ekspansif Jelang Transformasi ke BSN, BTN Syariah Tambah Dua Jaringan Kantor di Aceh

Next Post

SRMP 19 Kupang, Menteri Dody Harap Fasilitas Bagus Memotivasi untuk Belajar Lebih Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR