TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SKK Migas dan Mitra Berikan Tambahan Produksi 2.000 BSCF Gas Dan 19 Juta Barel Kondensat

Albarsyah
3 October 2025 | 16:06
rubrik: Business Info
SKK Migas dan Mitra Berikan Tambahan Produksi 2.000 BSCF Gas Dan 19 Juta Barel Kondensat

Jakarta, TopBusiness – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor yang terlibat dalam proyek South Hub melakukan penandatanganan perjanjian komersial (25/9) di kantor SKK Migas.

Perjanjian komersial tersebut ditandatangani oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Managing Director Eni Indonesia Roberto Daniele, Direktur Pertamina Hulu Energi East Sepinggan Sunaryanto dan Country Manager Tiptop Indonesia Qin Shenggao.

Acara ini menandai penandatanganan lima (5) perjanjian komersialisasi migas fundamental dari enam (6) Wilayah Kerja (WK), yaitu: WK Rapak, WK Selat Makassar, WK Sepinggan Timur, WK Ganal, WK Muara Bakau dan Ganal Barat. Tiga perjanjian pertama yang dirujuk dalam prosedur ENTIK dimaksudkan untuk memberikan kejelasan hak dan kewajiban semua pihak selama komersialisasi minyak dan kondensat, sedangkan dua Perjanjian Pengembangan LNG merupakan perjanjian komersial tambahan untuk mendukung Keputusan Investasi Keuangan.

Dalam sambutannya, Kepala SKK Migas menyampaikan perjanjian pengembangan LNG sangat penting dalam tonggak sejarah Proyek South Hub. “{Proyek ini akan memasok gas untuk kebutuhan domestik di Kalimantan Timur melalui Sistem Kalimantan Timur, sementara sisa gas akan diolah menjadi LNG di Kilang LNG Badak, yang secara langsung mendukung ketahanan energi nasional kita”, ujar Djoko.

Djoko menambahkan secara total, proyek ini akan menghasilkan tambahan 2.000 BSCF gas dan 19 juta barel kondensat, sekaligus mengoptimalkan FPU Jangkrik dengan produksi dari lapangan Jangkrik, Merakes, Gendalo, Gandang, dan Maha. “Sebagai kelanjutannya, Eni juga akan mengembangkan Proyek North Hub, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028. Bersama-sama, proyek-proyek ini akan menghasilkan efisiensi, pertumbuhan, dan manfaat yang lebih besar bagi Indonesia dan masyarakatnya”, terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Djoko menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh pihak atas dedikasi dan kolaborasinya yang telah memungkinkan pencapaian tonggak sejarah ini. Dia mengharapkan penandatanganan perjanjian ini akan membuka jalan bagi realisasi yang cepat, tidak hanya untuk proyek South Hub, tetapi juga untuk Proyek North Hub, guna mengamankan dan memperkuat ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:   Jawab Tantangan Naikkan Produksi Migas, SKK Migas Dorong KKKS Manfaatkan Teknologi dan berinovasi

“Dengan semangat kolaborasi dan tujuan bersama dari SKK Migas dan Kontraktor South Hub, saya yakin bahwa kita sedang mengambil langkah penting menuju masa depan industri migas Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan”, ujar Djoko optimis.

Tags: skk migas
Previous Post

Berikut, Berbagai Kanal Layanan Kemenperin

Next Post

PT Optima Astina Muda Tampilkan Inovasi HC di Top HC Awards 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR