Jakarta, TopBusiness – Di tengah kompetisi industri manufaktur yang kian ketat, PT Pan Brothers Tbk (IDX: PBRX) menunjukkan bahwa kinerja bisnis tak hanya ditentukan oleh mesin dan efisiensi, tetapi juga oleh strategi pengembangan Human Capital (HC) yang terarah dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu eksportir garmen terbesar di Indonesia, Pan Brothers membuktikan bahwa inovasi dalam pengelolaan SDM adalah kunci utama dalam mempertahankan daya saing dan relevansi bisnis.
Hal ini seperti disampaikan oleh Nurdin Setiawan selaku HRM GM Pan Brothers saat mengkuti proses penjurian TOP HC Awards 2025, yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Kamis (2/10/2025).
PBRX sendiri Kembali terpilih menjadi nominator pemenang penghargaan TOP HC Awards 2025. Dalam presentasi TOP HC Awards 2025 yang digelar oleh TopBusiness itu, Pan Brothers memaparkan langkah transformasi HC yang kini tidak hanya berfungsi administratif, tetapi sudah menjelma sebagai strategic business partner dan agen perubahan organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa peran HR bukan sekadar administratif, tapi juga mampu menjawab kebutuhan bisnis melalui peningkatan kompetensi, ketahanan, dan kecepatan tenaga kerja,” ujar Nurdin Setiawan dalam presentasinya.
Dalam kesempatan ini, hadir Trisia Indrayani – HRM Development Manager, Sudono Iswara – Corporate Secretary, Rizal Tanzil Rahman – Sustainability Manager, Lutfi Mulyana – Manager HRM, dan Tri Wibowo – Purchaser.
Investasi Talenta dari Level Operator hingga Supervisor
Salah satu keunggulan Pan Brothers adalah sistematikanya dalam mengembangkan talenta dari bawah ke atas. Operator produksi tidak hanya bekerja menjalankan target, tetapi juga diarahkan untuk menjadi pemimpin masa depan.
Pan Brothers memiliki sistem skill matrix untuk memetakan kompetensi operator ke dalam empat level keterampilan, disertai program upskilling, reskilling, hingga Supervisor Academy bagi operator multiskill yang menunjukkan potensi kepemimpinan.
Sementara itu, supervisor aktif juga dibekali dengan Supervisory Development Program (SDP) agar tidak tertinggal dari potensi baru yang muncul.
Selanjutnya, diakui Nurdin, menyadari pentingnya regenerasi SDM di industri padat karya, Pan Brothers juga meluncurkan program akselerasi seperti:
Program PANDAI (Pan Development Associate Integrated), ini menggandeng lulusan teknik dan manajemen untuk dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan di area produksi.
Pertama, program PANDAI 2025 dari PT Pan Brothers Tbk adalah inisiatif pengembangan profesional yang bertujuan untuk membina talenta kepemimpinan.
“Program ini melibatkan pelatihan dan mentoring intensif untuk calon pemimpin masa depan perusahaan. Persyaratan untuk bergabung dalam program ini meliputi lulusan dengan gelar S1 di bidang Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Tekstil, Teknik Mesin, Sistem Informatika, Akuntansi, Manajemen, dan lainnya,” katanya.
Program ini juga, lanjut dia, menawarkan pelatihan dalam bahasa Inggris secara aktif, dan pemahaman bahasa Korea, Jepang, atau Mandarin menjadi nilai tambah.
Kedua, Industrial Engineering Academy, menghadirkan talenta teknik industri langsung ke lini pabrik di Jawa Tengah.
Ketiga, ada HRM Associate Program. Ini menarik lulusan hukum, psikologi, hingga perencanaan kota untuk memperkuat sisi manajerial dan administratif HR.
Tak hanya fokus pada kompetensi, Pan Brothers juga mengusung budaya kerja yang produktif dan disiplin. Salah satu inovasi unik yang dilakukan adalah pendirian Motivation Clinic di setiap pabrik – sebuah ruang konseling motivasi dengan pendekatan positif, sebagai upaya membangun mentalitas kerja yang sehat dan fokus.
Melalui kampanye internal bertajuk “Zona Disiplin dan Produktif”, Pan Brothers mendorong budaya kerja yang bebas dari sikap malas, lemah, dan lambat. Ini didukung oleh media edukatif seperti poster, video, dan pelatihan offline maupun digital melalui platform e-learning Panjar Emas.
CSR & Empowerment: dari Komunitas Lokal hingga Disabilitas
Human Capital di Pan Brothers tak hanya menyasar internal perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang luas. Melalui berbagai program pelatihan menjahit di komunitas – mulai dari Jakarta, Kalimantan Selatan, hingga SMK di Tangerang – Pan Brothers membentuk ekosistem UMKM binaan yang produktif dan mandiri.
Lebih dari itu, komitmen inklusi juga ditunjukkan lewat pemberdayaan 164 karyawan disabilitas, lengkap dengan pelatihan, pendampingan UMKM, dan uji kompetensi bersertifikat.
Selain itu, CSR Pan Brothers juga menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan keluarga karyawan. Program SESPro memberikan subsidi pendidikan bagi karyawan dan anak-anak mereka, termasuk dua mahasiswa disabilitas di Universitas Boyolali dan dua mahasiswa magister terapan.
Program kesejahteraan karyawan lainnya, seperti PANCE (Pan Wellness Program), mendorong pola hidup sehat dan hemat melalui edukasi, testimoni peserta, hingga program donasi dan bantuan sosial bagi korban musibah.
Langkah di Era ESG
Dengan strategi HC yang komprehensif ini, Pan Brothers tidak hanya membangun kinerja keuangan, tapi juga menciptakan organisasi yang agile, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip People, Planet, Profit.
“Human Capital bagi kami adalah jantung dari keberlanjutan bisnis. Tanpa talenta yang berkembang, inovasi dan efisiensi tidak akan pernah optimal,” kata Trisia, Head of HRM Development Pan Brothers mengakhiri.
