TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

OJK: Ketahanan Siber Pilar Utama Jaga Kepercayaan Investor

Busthomi
7 October 2025 | 16:42
rubrik: Capital Market
OJK: Ketahanan Siber Pilar Utama Jaga Kepercayaan Investor

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Usai terjadi pembobolan dana nasabah beberapa waktu lalu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus memperhatikan factor ketahanan siber di pasar modal. Hal ini karena bakal meningkatkan kepercayaan investor.

Dalam acara Indonesia Securities Investor Protection Fund (Indonesia SIPF) saat membuka Bulan Perlindungan Investor (Investor Protection Month/IPM) 2025 di main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025) ini, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi Kembali menegaskan soal ketahanan siber.

Menurut Inarno, jika semua pelaku pasar modal terus meningkatkan ketahanan siber akan meningkatkan kepercayaan investor.

“Ketahanan siber bukan lagi isu teknis, tetapi menjadi pilar pertama untuk menjaga kepercayaan investor,” jelas Inarno di acara tersebut.

Inarno pun menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK, Bursa Efek Indonesia, Securities Investor Protection Fund (SIPF), pelaku pasar, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta penyedia teknologi untuk membangun pertahanan dan pengelolaan risiko siber.

Di acara tersebut, Inarno juga melaporkan terkait kapitalisasi pasar modal Indonesia yang telah mencapai Rp 15.000 triliun per 3 Oktober 2025, dengan jumlah investor yang menembus 18,7 juta Single Investor Identification (SID).

Dengan pertumbuhan tersebut, kata dia, menunjukkan meningkatnya partisipasi publik sekaligus menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap industri pasar modal Indonesia.

“Kepercayaan adalah fondasi utama pasar modal. Tanpa kepercayaan, pasar modal tidak akan berfungsi efektif sebagai sarana intermediasi antara pemilik modal dan pihak yang membutuhkan pendanaan,” jelas dia.

Di tempat yang sama, Direktur Indonesia SIPF Dwi Shara Soekarno mengatakan, sepanjang tahun ini lembaganya telah aktif menggelar berbagai kegiatan literasi dan edukasi publik di berbagai daerah.

BACA JUGA:   Sempat Viral, OJK Bantah Beberapa Bank Bermasalah

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara berinvestasi yang cerdas, aman, dan terlindungi.

Dalam kegiatan ini, Indonesia SIPF juga memperkenalkan kampanye nasional bertajuk “Cerdas Investasi, Aman Terproteksi”, yang menjadi simbol komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pilar perlindungan investor di Indonesia.

“Kegiatan IPM 2025 mencakup seminar, workshop, hingga program tanggung jawab sosial (CSR) yang diselenggarakan sepanjang Agustus hingga September 2025,” ujar Dwi.

Direktur Utama Indonesia SIPF Gusrinaldi Akhyar menambahkan, Indonesia SIPF berperan sebagai pelindung terakhir (last resort) bagi investor untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan berinvestasi di pasar modal nasional.

“IPM menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi seluruh pelaku pasar modal, termasuk asosiasi dan lembaga keuangan terkait,” jelasnya.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, IPM 2025 mengusung tema “Cerdas Digital, Cermat Finansial”. Tema ini mencerminkan pentingnya integrasi antara literasi keuangan dan teknologi digital untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang aman, inklusif, dan kritis.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi turut hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya, ada dugaan pembobolan RDN mencuat pada salah satu rekening efek yang ditempatkan di bank penyedia RDN, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Dugaan pembobolan ini dilaporkan terjadi di beberapa sekuritas, antara lain Panca Global Sekuritas (PG) di bawah PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE), Trimegah Sekuritas Tbk (LG) melalui Bank Central Asia Tbk, serta RHB Sekuritas Indonesia (DR) yang menggunakan fasilitas RDN di PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Tags: beikepercayaan investorojkperlindungan investorSecurities Investor Protection Fund
Previous Post

Di Penutupan Perdagangan, IHSG Menguat

Next Post

Dari Warrior ke Leader, Strategi Human Capital Merry Riana Edukasi Mencetak Pemimpin Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR