TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Transformasi HC Bank Mega: Mendorong Nilai Bisnis Melalui Digitalisasi dan Konektivitas CT Corp

Busthomi
6 October 2025 | 16:58
rubrik: Event, HC

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness– Bank Mega menegaskan komitmennya dalam membangun human capital (HC) yang tidak hanya berperan sebagai fungsi pendukung, tetapi sebagai mitra strategis bisnis.

Hal ini seperti disampaikan langsung oleh M. Ade Kurniawan selaku Human Capital Head Bank Mega, dalam proses penjurian TOP HC Awards 2025 yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Selasa (30/9/2025).

“Human Capital harus bisa ‘speak the same language’ dengan bisnis. Kami tidak lagi hanya bicara soal cuti dan absensi, tapi duduk di meja yang sama untuk merancang efisiensi, transformasi, dan pengembangan bisnis,” ujar Ade di hadapan dewan juri itu.

Bank Mega sendiri untuk kali pertama menjadi nominator pemenang ajang penghargaan TOP HC Awards 2025. Hadir mendampingi Ade adalah Siti Rahayu selaku Learning & Development Head, Melza Yunita sebagai Benefit Adm. & Services Head, dan Nur Septiana selaku Talent Mgt & Acq. Head.

Ade menyampaikan, Bank Mega telah mengembangkan sistem pengelolaan SDM berbasis digital terintegrasi bernama MEMO (Mega Employee Mobile). Program ini tidak hanya melayani kebutuhan administratif karyawan, tapi juga sebagai platform pembelajaran, manajemen kinerja, hingga peminjaman kendaraan operasional.

“MEMO Ini merupakan platform digital yang komperehensif yang dapat diakses secara mobile untuk karyawan Bank Mega dengan konsep all-in-one-portal,” kata dia.

Dalam hal ini, MEMO menyusun Streaming Employee Workflow yaitu kehadiran, cuti/izin, lembur, loan, work your best hour, dan remiender. Lalu ada ada All-in-One Assistant yaitu permintaan kebutuhan surat menyurat, memo, disposisi, permintaan kendaraan dians operasional, dan permintaan ketersediaan ruang meeting.

Lalu ada Seamless Financial Solution, yaitu koperasi, loan, santunan, dan employee referral. Juga Knowledge Hub yaitu berupa e-learning, internal job posting, ChatBot, HC by MILA, dan performance appraisal.

BACA JUGA:   Menelisik Peran IT dan Komitmen JakLingko untuk GRC

Lebih jauh ditegaskan Ade, transformasi Human Capital di Bank Mega menunjukkan bahwa peran SDM tidak bisa lagi berada di belakang layar. Dengan visi sebagai “Kebanggaan Bangsa”, Bank Mega membuktikan bahwa SDM adalah aset bisnis, bukan sekadar sumber daya administratif.

“Kami percaya, di masa depan, peran HC bukan lagi pelengkap. Kami harus menjadi navigator arah bisnis—dengan data, sistem, dan pemahaman yang setara dengan fungsi bisnis lainnya,” tandas Ade.

Leverage Ekosistem CT Corp: Talenta Bank Mega Menyebar

Sebagai bagian dari grup besar CT Corpora, Bank Mega memanfaatkan penuh ekosistem yang ada untuk mengembangkan mobilitas talenta. Melalui platform CT Connect, seluruh karyawan dari unit-unit bisnis dalam CT Corp dapat melihat lowongan pekerjaan lintas perusahaan dan mengajukan perpindahan antar lini industri, dari perbankan, media, hingga ritel.

“Kami sudah melihat sendiri dampaknya. Banyak talenta Bank Mega yang kini memegang posisi strategis di perusahaan-perusahaan lain dalam ekosistem CT Corp, termasuk sebagai direksi,” jelas Ade.

Selain itu, Bank Mega juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data. Dengan internalisasi corporate values yang dikemas dalam akronim DETECTS (Dynamic, Entrepreneurship, Trust, Ethics, Commitment, Synergy), Bank Mega membangun budaya kinerja tinggi di seluruh lini organisasi.

Program-program leadership development, e-learning terintegrasi, dan sertifikasi berskala nasional terus digenjot, meski di tengah tantangan ekonomi dan pasar kerja yang kompetitif.

“Kami tidak punya privilege budget tak terbatas, tapi kami punya inovasi dan komitmen. Banyak inisiatif kami, termasuk digitalisasi proses SDM, dibangun secara in-house dengan penyesuaian terhadap kultur dan proses bisnis internal,” tambah Ade.

Kinerja Tetap Tangguh

Di tengah tekanan pasar tahun 2024 dan tren voluntary turnover yang meningkat, Bank Mega tetap mencatat kinerja keuangan positif. Total aset bank tercatat sebesar Rp134,9 triliun, dengan profit sebelum pajak (PBT) yang tetap kompetitif, yakni Rp2,6 triliun —menempatkan Bank Mega di urutan ke-12 dari sisi profitabilitas meski peringkat aset berada di posisi ke-19 secara nasional.

BACA JUGA:   Ini Peran HC dalam Pencapaian Bisnis Bank BPR Sumsel

Bank Mega juga menunjukkan pertumbuhan digital banking yang kuat lewat peningkatan transaksi di aplikasi M-Smile, serta fokus pada penguatan dana murah (CASA) dan efisiensi biaya operasional.

Untuk CASA atau rasio dana murah berhasil meningkat, dari 28,83% (2023) menjadi 30,08% (2024). Dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega tercatat meningkat dari Rp89,43 triliun (2023) menjadi Rp91,67 triliun (2024).

“Dengan jumlah transaksi pengguna M-Smile tahun 2024 meningkat 32,48% menjadi 11.714.512 transaksi,” ujarnya.

Jadi Kebanggaan

Ade menerangkan, ada beberapa aspek Human Capital yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan atau hal lainnya yang dianggap oleh manajemen sebagai hal yang membanggakan.

Pertama, terkait alignment HC objectives dan inisiatif dengan strategi dan objectives/target Bank. Kata dia, peranan dan fungsi HC tidak dapat berjalan sendiri dan bahkan harus memiliki keterkaitan dan korelasi yang tinggi dengan objectives Bank, bahkan dibeberapa inisiatif, HC dituntut mengambil peran kunci/key player dalam mengeksekusi program agar target kerja Bank dapat berjalan lancar.

“Kaarena pada akhirnya mengelola business merupakan hal yang sama dengan mengelola people, terutama dalam konteksi Industri Jasa dan layanan keuangan di perbankan,” katanya.

Kedua, aspek Human Capital yang dianggap layak menjadi contoh atau dapat direkomendasikan kepada perusahaan/instansi lain. Dijelaskannya, digitalisasi dan otomasi proses dan layanan HC yang terintegrasi melalui pengadaptasian terhadap internal proses, culture dan sistem yang sudah ada.

Banyak perusahaan besar yang tentunya sudah memiliki sistem HCMS yang lengkap, canggih dan juga terintegrasi, namun demikian, sebagian besar perusahaan tersebut memilih untuk mengadopsi model yang sudah ada dari pemilik dan atau pengembang konsultan aplikasi yang tersedia di pasar (market).

“Sementara HC di Bank Mega, banyak melakukan pengembangan secara internal dengan mengedepankan kepraktisan/fungsional, memperhatikan proses internal dan pengoptimalkan serta pengintegrasian dengan sistem lain yang sudah ada di Bank,” tandas Ade mengakhiri.

Tags: bank megaTOP HC Awards 2025
Previous Post

Pada Penutupan Perdagangan, IHSG di Tren Peningkatan Poin

Next Post

Bank Mandiri sudah Salurkan Dana Pemerintah Rp 34,5 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR