Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) terpilih menjadi salah satu finalis ajang TOP Human Capital (HC) Awards 2025.
Seiring dengan itu, untuk keperluan penilaian BPR Bank Temanggung telah menjalani sesi penjurian yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, Rabu (15/10/2025) lalu. Pada sesi ini, Retno Nendra Wiarty, S.E., M.M., selaku Direktur Utama PT BPR Bank Temanggung (Perseroda) memberikan presentasi di hadapan dewan juri.
Seperti dikatakan Retno, BPR Bank Temanggung memiliki visi menjadi Bank Perkreditan Rakyat yang Besar dan Sehat melalui Kepuasan Nasabah.
Dengan misi antara lain: menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui usaha lembaga perbankan; membantu menyediakan modal usaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah; memberikan pelayanan kredit dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat; dan mengupayakan sumber pendapatan asli daerah.
Bicara soal kinerja, secara umum BPR Bank Temanggung dalam kondisi sehat dengan posisi aset sebesar Rp562 miliar di tahun 2024 lalu. Dengan laba setelah pajak yang diperoleh sekitar Rp10,1 miliar, perusahaan telah memenuhi kewajibannya dengan melakukan setoran dividen (PAD) kepada Pemerintah Kabupatan Temanggung sebesar Rp5,5 miliar.
“Untuk tingkat kesehatan bank tahun 2023 dan 2024 ini, PT BPR Bank Temanggung, dalam kondisi yang sehat, di mana dapat kita lihat dari rasio KPMM, kemudian KAP, NPL, ROA, dan KAS rasio dalam kondisi sehat, di mana standar ketentuan dari tingkat kesehatan bank itu dalam posisi yang sangat sehat,” ungkap Retno.
Saat ini, BPR Bank Temanggung memiliki total karyawan sebanyak 98 orang. Untuk meningkatkan kapabilitas karyawannya, BPR Bank Temanggung telah meningkatkan biaya untuk pelatihan. Di mana pada tahun 2024 total biaya pelatihan karyawannya mencapat Rp814,4 juta, meningkat disbanding tahun 2023 yang besar Rp738 juta.
Wujudkan SDM Unggul dan Kompetitif
Sesuai tema yang diangkat BPR Bank Temanggung, yakni Human Capital: Aset Strategis Penentu Keberhasilan Perusahaan, pada kesempatan kali ini Retno menjelaskan terkait penerapan HCMS (Human Capital Management System) di perusahaan yang dipimpinya.
Selaku Direktur Utama, Retno menekankan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal atau teknologi, tetapi juga oleh kualitas dan pengelolaan SDM yang optimal.
“Pengelolaan sumber daya manusia di tempat kami difokuskan pada pengembangan dan pemanfaatan karyawan untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dan mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Retno.
Adapun strategi perencanaan dan pengembangan SDM dilakukan melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan, manajemen kinerja berbasis Key Performance Indicator (KPI), pengelolaan talenta, hingga penguatan budaya kerja.
BPR Bank Temanggung menetapkan minimal 5% dari laba tahun sebelumnya sebagai anggaran pendidikan dan pelatihan karyawan.
Program pelatihan tersebut tidak hanya dilakukan melalui pelatihan formal, tetapi juga melalui mentoring, coaching, pengembangan kepemimpinan, serta perencanaan suksesi jabatan.
Program kesejahteraan karyawan seperti asuransi kesehatan, program kesehatan dan penghargaan masa kerja 15 hingga 25 tahun juga dijalankan sebagai bagian dari strategi mempertahankan SDM berkualitas.
Kebijakan reward and performance management yang diterapkan terdiri dari kombinasi kompensasi finansial dan non-finansial.
Dari sisi finansial, karyawan menerima gaji pokok dan berbagai tunjangan seperti tunjangan jabatan, kesehatan, perumahan, kendaraan, uang makan, hingga bonus akhir tahun dan insentif berkala. Sedangkan non-finansial meliputi pengembangan karir, pelatihan kompetensi, studi banding, hingga sistem pengelolaan kinerja berbasis aplikasi.
“Kami sudah menerapkan sistem KPI berbasis aplikasi, di mana karyawan melakukan self-assessment dan dinilai secara objektif oleh atasan langsung. Ini membentuk budaya kerja yang lebih adil, jauh dari penilaian subjektif seperti kedekatan personal,” ujar Retno.
Lebih lanjut Retno menambahkan bahwa sistem KPI menggunakan indikator CREFA, yang mengelompokkan performa karyawan ke dalam lima level dari A hingga E, berdasarkan pencapaian target masing-masing.
Untuk memperkuat pengembangan talenta, perusahaan juga menerapkan sistem mutasi dan promosi jabatan secara berkala. Rotasi ini bukan sekadar pemindahan posisi, tetapi bagian dari strategi peningkatan kompetensi, retensi, dan pengendalian internal.
“Kami percaya, ketika seorang karyawan ditempatkan pada posisi yang sesuai, produktivitas dan semangat kerjanya akan meningkat,” imbuhnya.
Retno juga menekankan pentingnya rekruitmen internal. Posisi kosong diupayakan diisi oleh karyawan internal melalui proses asesmen yang transparan. Hal ini membuka ruang bagi seluruh karyawan untuk terus meningkatkan kompetensi dan bersaing secara sehat.
Dalam aspek budaya kerja, PT BPR Bank Temanggung menanamkan core value yang disebut “IMPRESIF”, singkatan dari integritas, amanah, profesional, service excellent, dan adaptif. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga menjadi komitmen bersama yang diterapkan dalam keseharian kerja seluruh pegawai.
Di sisi lain, proses perekrutan karyawan baru dilakukan secara selektif melalui pihak ketiga, dengan tambahan proses screening digital dan pengecekan reputasi keuangan melalui SLIK OJK.
Karyawan yang direkrut mayoritas merupakan lulusan baru (fresh graduate) dengan usia maksimal 25 tahun, serta diwajibkan untuk tidak menikah selama dua tahun pertama sebagai bentuk ikatan dinas.
“Kami ingin membentuk SDM yang tangguh sejak awal. Oleh karena itu, dari proses rekrutmen hingga evaluasi berkala, semua kami lakukan dengan prinsip transparan dan profesional,” kata Retno.
Evaluasi kinerja juga dilakukan rutin, hasilnya dituangkan dalam bentuk rapor yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait kontrak kerja, promosi jabatan, dan pemberian bonus.
Lingkungan kerja juga menjadi perhatian serius manajemen. Kantor didesain senyaman mungkin untuk mendukung produktivitas, ditambah dengan penerapan teknologi guna memudahkan komunikasi dan kolaborasi antarbagian.
Keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan serta budaya kerja yang positif dan inklusif menjadi fondasi yang terus diperkuat.
Dengan 1 kantor cabang di Magelang dan 12 kantor kas yang tersebar di Kabupaten Temanggung, struktur organisasi PT BPR Bank Temanggung kini semakin matang.
Penerapan HCMS yang terarah dan konsisten menjadikan bank milik daerah ini tidak hanya mampu bersaing secara bisnis, tetapi juga membentuk organisasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Editor: Busthomi
