Jakarta, BusinessNews Indonesia—Pemerintah Swiss akan memberi bantuan Rp 110 miliar untuk empat sekolah vokasi di Indonesia. Sekolah itu dimiliki oleh Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Bantuan itu dalam bentuk fisik dan pelatihan.
Saat penandatangan perjanjian The Skills for Competitiviness Project dengan pemerintah Swiss, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kerja sama itu terutama terkait pengembangan sistem politeknik dan akademi komuniatas.
“Kerja sama ini bertujuan memberikan terobosan dalam meningkatkan kompetensi SDM sesuai kebutuhan industri,” kata Menteri Airlangga dalam keterangan pers (28/1/2018).
Keempat sekolah vokasi Kemenperin yang akan dibantu, yaitu Politeknik Baja Batulicin, Kalimantan Selatan; Politeknik Logam Morowali, Sulawesi Tengah; Politeknik Kayu dan Pengolahan Kayu Kendal, Jawa Tengah; serta Akademi Komunitas Industri Logam Bantaeng, Sulawesi Selatan. Sementara itu, satu sekolah milik Kemenristekdikti adalah Politeknik Pemrosesan Ikan Jember, Jawa Timur.
Menurut Menteri Airlangga, kerja sama kedua belah pihak ini akan meliputi beberapa aktivitas seperti manajemen, kuliah-pelatihan, penambahan kurikulum, serta penyiapan jejaring dan dukungan teknis dalam pengembangan sistem pendidikan vokasi.
“Mereka berkomitmen mendanai fase pertama selama empat tahun proyek,” ujarnya.
