TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bergerak Walau Belum Mulus

Achmad Adhito
9 December 2025 | 14:31
rubrik: Featured
FOTO2 BURSA EFEK

Perkantoran di CBD Jakarta (Dhi/TopBusiness)

Share on FacebookShare on Twitter

Pasar properti perkantoran mulai bergerak, namun masih dalam batasan tertentu. Beberapa hal bisa menaikkan harga sewa perkantoran, antara lain sertifikat green building.

Kini, bagi ahli sekaligus konsultan properti kawakan ini, hilir mudik dari Jakarta ke kota lain menjadi menu yang cukup rutin. Pasalnya, ia kini sedang menjadi konsultan untuk dua proyek properti.

Yang pertama, adalah proyek properti hotel low rise di sebuah area wisata di Jawa Tengah, yang dibangun oleh sebuah organisasi keagamaan Islam terkemuka.

Adapun yang kedua, adalah gedung perkantoran di sebuah ibu kota propinsi di Pulau Jawa. Direncanakan setinggi 27 lantai, gedung itu kini dalam proses penyelesaian rancangan-desain, dan sedang mencari jasa kontraktor. “Direncanakan, di tahun 2026, pengerjaan di lapangan sudah mulai,” kata ahli tersebut dalam percakapan melalui pesan WA.

Ia pun, masih melalui pesan WA, memerlihatkan beberapa slide desain gedung 27 lantai itu ke wartawan Majalah TopBusiness.

Dan, aha…ketika ada pengembang yang mulai membangun gedung perkantoran di ibu kota propinsi di Pulau Jawa, bukankah ini pertanda bahwa sektor properti perkantoran mulai lebih bergerak setelah sempat terdera efek jahat pandemi virus corona atawa Covid-19?

Konsultan properti Colliers Indonesia punya prediksi menarik perihal pasar properti perkantoran di Jakarta. Perhatikan hal ini, nilai service charge gedung perkantoran di Jakarta diperkirakan naik di tahun 2026. “Satu penyebab hal itu adalah biaya utilitas yang naik. Maka, pengelola perkantoran diprediksi menaikkan service charge,” kata Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan riset pasar kuartal III 2025, ke awak media, belum lama ini.

Penyebab berikutnya dari kenaikan service charge itu, yakni tren perbaikan transaksi gedung perkantoran.

BACA JUGA:   Meramu Resep Pemulihan Pariwisata

Aral Melintang

Walau pergerakan positif sudah terjadi pada pasar properti perkantoran Jakarta, sejatinya bisa disebut bahwa aral melintang belum sepenuhnya raib. Begini, riset kuartal III 2025 dari Colliers Indonesia menunjukkan bahwa pasar perkantoran Jakarta masih bergerak terbatas. Sebagai contoh, pasokan ruang kantor baru di kuartal III tersebut hanya berasal dari Menara Jakarta. “Pasokan ruang kantor baru di Jakarta diperkirakan masih terbatas hingga tahun 2028,” ucap Ferry.

Penyebab hal itu karena pihak pengembang masih menunggu perbaikan tingkat permintaan. “Jadi, pasokan baru, masih terbatas hingga tiga tahun mendatang,” Ferry menandaskan.

Untuk tahun 2025, pasokan baru untuk perkantoran Jakarta, mencapai 125.000 m2. Keseluruhan pasokan baru itu, ada di area CBD Jakarta. Sementara itu, saat ini, total luas ruang kantor di Jakarta seluas 11,4 juta m2.

Beberapa pengembang perkantoran, saat ini, masih terus memantau pertumbuhan tingkat permintaan. Dari situ, barulah mereka bakal mulai membangun gedung kantor baru. “Hal ini akan kita temui di tahun 2025 hingga 2028,” ungkap Ferry.

Green Building

Beberapa hal menarik lain pun dipaparkan dalam riset tersebut. Itu antara lain hal ini: kini pihak MNC (multi national company) lebih mencari green building.

Kemudian, sektor perusahaan yang kini aktif mencari ruang kantor ada beberapa. Itu persisnya yakni sektor teknologi, pertambangan, energi, serta layanan finansial.

Adapun tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta, naik di kuartal III 2025. Walau begitu, bisa dikatakan bahwa tingkat hunian secara keseluruhan Jakarta, masih stabil pada angka 75,3% untuk CBD Jakarta. Adapun di area non-CBD, angka itu di 69,3%.

Aktivitas relokasi dan ekspansi terus berlangsung. Hal itu terutama ke gedung perkantoran yang berkualitas lebih baik. Pula, ke gedung yang bisa diakses lebih baik oleh sarana transportasi umum.

BACA JUGA:   Mengungkit Pariwisata dari Sirkuit Mandalika

Bagaimana dengan level nilai sewa perkantoran Jakarta? Nah, Ferry Salanto menjelaskan bahwa tarif sewa tersebut masih stabil pada kuartal III 2025. Dalam konteks itu, gedung perkantoran premium dengan tingkat hunian sehat, mulai menaikkan harga sewa. “Walau begitu, pasar perkantoran masih bersifat tenant market. Pemilik gedung masih terus memberikan paket sewa dan insentif menarik bagi para penyewa,” papar Ferry lebih lanjut.

Lantas, inilah proyeksi untuk tahun 2025 hingga 2028. Perhatikan ini, harga sewa ruang perkantoran di Jakarta diperkirakan tumbuh 2% hingga 3% per tahun. Hal itu terutama untuk gedung perkantoran kelas atas.

“Hal yang menentukan kenaikan tarif sewa sebuah gedung,” Ferry mengatakan, “adalah perbaikan fasilitas dan sertifikat green building.”

Kini, jelas sudah bahwa properti perkantoran mulai bergerak sekalipun masih dalam batasan tertentu, bukan? Benar?

*Tulisan Ini Juga Dimuat di E-Magz TopBusiness Edisi Desember 2025

Tags: colliers indonesiaproperti perkantoran 2025
Previous Post

Dukungan Penuh Kementerian PU untuk Penanganan Bencana di Aceh: 21 Alat Berat BWS Sumatera I Sudah Dikerahkan

Next Post

Berbagi Kasih, FIFGROUP Gelar Bakti Sosial Natal 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR