Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Mahameru Kabupaten Lumajang terus memperkuat perannya sebagai penyedia layanan air bersih sekaligus penggerak pembangunan daerah.
Melalui inovasi layanan, penguatan tata kelola, dan pemanfaatan teknologi, BUMD ini mencatatkan kinerja bisnis yang sehat di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik dan keberlanjutan sumber daya air.
Plt. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahameru, Khoirul Anam, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama, sejalan dengan visi mewujudkan Perumda yang unggul, profesional, dan bermartabat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, strategi kami diarahkan pada peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan layanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat keberadaan Perumda,” ujar Khoirul Anam, dalam sesi pemaparan materi presentasi berjudul ‘Strategi Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat’, kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, yang berlangsung secara online melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Salah satu capaian penting dalam beberapa tahun terakhir adalah peningkatan kontinuitas pengaliran air. Di sejumlah wilayah rawan air, layanan yang sebelumnya masih bersifat intermitten atau bergilir kini telah ditingkatkan menjadi pengaliran selama 24 jam per hari. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan keluhan pelanggan, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun secara langsung kepada petugas di lapangan.
Dari sisi kinerja perusahaan, Perumda Air Minum Tirta Mahameru mencatat hasil positif. Berdasarkan penilaian kinerja tahun buku 2024 sesuai ketentuan Kementerian PUPR, perusahaan meraih nilai 3,42 dengan kategori sehat. Sementara nilai kinerja keseluruhan mencapai 65,60 atau kategori baik, yang mencakup aspek keuangan, pelayanan, operasional, administrasi, dan sumber daya manusia.
Hingga tahun 2025, jumlah sambungan langganan tercatat sebanyak 37.110 SL. Kualitas air minum yang disalurkan telah memenuhi persyaratan air minum, dengan rata-rata jam layanan mencapai 24 jam per hari. Tingkat kebocoran air atau Non-Revenue Water (NRW) tercatat sebesar 26,23 persen, yang terus menjadi fokus perbaikan perusahaan.
Kinerja positif juga terlihat dari aspek keuangan. Pada tahun 2024, laba perusahaan sebelum pajak tercatat sebesar Rp4,24 miliar (audited). Angka tersebut meningkat menjadi Rp4,51 miliar pada tahun 2025 (unaudited). Pencapaian ini menunjukkan kemampuan Perumda Tirta Mahameru menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan keberlanjutan bisnis, sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lumajang.
Dalam mendukung peningkatan layanan, Perumda Air Minum Tirta Mahameru juga melakukan penguatan manajemen dan sumber daya manusia. Penerapan standar operasional prosedur (SOP), sistem penilaian kinerja berbasis reward and punishment, serta kejelasan job desk pegawai menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang profesional dan mandiri.
Di sisi lain, perusahaan aktif meningkatkan kompetensi pegawai melalui pelatihan berkelanjutan dan kerja sama antarperumda.
Pemanfaatan teknologi informasi turut menjadi salah satu pilar transformasi. Pembacaan meter air kini dilakukan berbasis sistem android untuk meningkatkan akurasi pencatatan, sementara layanan pembayaran rekening air telah diperluas melalui kanal daring bekerja sama dengan perbankan, kantor pos, dan PPOB. Selain itu, pengelolaan jaringan pipa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terus dikembangkan untuk mendukung efisiensi operasional.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Perumda Tirta Mahameru menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Program diskon pemasangan sambungan langganan baru, pembangunan sumur resapan di daerah tangkapan air baku, serta perlindungan sumber air menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air jangka panjang.
Perusahaan juga menerapkan kebijakan tata kelola perusahaan yang baik melalui pengendalian gratifikasi, pemberantasan pungutan liar, dan kepatuhan terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa.
“Kami bersinergi dan beriringan dengan program Pemerintah Kabupaten Lumajang agar misi perusahaan dapat terwujud. Ke depan, kami ingin memastikan Perumda Tirta Mahameru tetap menjadi BUMD yang sehat, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Anam.
