Jakarta, TopBusiness – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (IDX: JTPE), perusahaan penyedia solusi percetakan sekuriti, menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit sepanjang 2026. Target tersebut dinilai realistis seiring momentum kinerja positif yang ditunjukkan Perseroan pada tahun sebelumnya.
Pada kuartal III/2025, laba bersih JTPE tercatat tumbuh 29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 167,92 miliar. Sementara itu, total penjualan juga meningkat 12 persen (yoy) menjadi Rp 1,26 triliun.
Untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, JTPE akan menggenjot ekspansi pasar, baik ekspor maupun domestik, antara lain melalui penguatan kemitraan strategis di kawasan Asia. Selain itu, Perseroan juga menyiapkan perluasan kapasitas produksi, khususnya untuk produk high security document.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan produksi paspor dan komponen paspor, seiring meningkatnya kebutuhan dokumen berpengamanan tinggi.
Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengatakan, kontribusi terbesar penjualan pada 2026 masih akan berasal dari lini bisnis sekuriti.
“Kontributor terbesar penjualan tahun ini diproyeksikan masih akan berasal dari lini bisnis sekuriti, mengingat terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dengan pengamanan yang tinggi,” ujar Allan.
Selain dokumen sekuriti, Perseroan juga terus mengembangkan segmen brand protection yang merupakan bagian dari lini bisnis sekuriti. Permintaan terhadap produk-produk brand protection diproyeksikan terus meningkat, seiring meningkatnya kesadaran akan perlindungan merek dan pencegahan pemalsuan.
Produk brand protection JTPE meliputi solusi secure labels seperti RFID dan stiker label otomotif, solusi tamper evident berupa segel, pita pengaman, dan shrink wrap untuk industri makanan dan farmasi, serta solusi hologram dan teknologi anti-counterfeit berbasis QR code dan Near Field Communication (NFC) untuk kebutuhan autentikasi.
Sejalan dengan peningkatan kebutuhan tersebut, JTPE juga melakukan penambahan kapasitas produksi untuk security packaging dan label. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan double digit, baik dari sisi kapasitas produksi maupun penjualan.
Di sisi teknologi, JTPE terus mengakselerasi pengembangan Radio Frequency Identification (RFID), perangkat nirkabel yang digunakan untuk mengidentifikasi dan melacak objek. Teknologi RFID memiliki beragam aplikasi, mulai dari sistem e-toll, akses karyawan dan gedung, hingga pelacakan aset dan inventaris.
Komitmen Perseroan di bidang RFID diwujudkan melalui rencana perluasan pasar lewat pembentukan joint venture dengan salah satu pemain industri sekuriti terkemuka di Asia untuk mengembangkan komponen RFID. Saat ini, JTPE telah memiliki kapasitas untuk memproduksi RFID hingga menjadi barang jadi.
Melalui kerja sama tersebut, JTPE akan mampu memproduksi bahan setengah jadi RFID yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dipasarkan ke pasar ekspor dan domestik.
“Kami berharap kemitraan ini dapat mengantarkan JTPE menjadi penyedia RFID dan komponen RFID terbesar di Indonesia yang mampu melayani kebutuhan ekspor dan domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang Perusahaan,” pungkas Allan.
