Jakarta, BusinessNews Indonesia—Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Indopoly Swakarsa Industri, memberikan jawaban kepada otoritas bursa saham itu, terkait penyebab volatilitas transaksi saham yang terjadi belakangan ini.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indopoly Swakarsa Industri, Yenni Meilina Lie, dalam keterbukaan informasi hari ini, mengatakan bahwa pihaknya tidak punya rencana korporasi yang belum dilaporkan dan bisa berefek kepada pergerakan saham pihaknya.
Yenni pun mengatakan ketiadaan aktivitas dari pemegang saham tertentu.
“Juga, tidak ada informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi saham kami ataupun keputusan investasi para investor,” kata dia.
Lanjut dia, “Kami sudah melaporkan semua informasi, fakta, dan kejadian penting yang dapat memengaruhi harga saham kami.”
Berdasarkan data dari Dunia Investasi, saham emiten tersebut (berkode IPOL) mengalami kenaikan harga ataupun volume transaksi sedari 1 Februari 2018 sampai Jumat akhir pekan kemarin.
Di 1 Februari 2018, saham IPOL ditutup di harga Rp 119 per lembar. Di 23 Februari 2018, saham itu ditutup di Rp 148 per lembar.
Adapun volume perdagangan saham itu berkisar 600 unit saham per hari sampai 11,52 juta unit saham per hari. Itu untuk periode yang sama.
