PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus menegaskan perannya sebagai perbankan daerah yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga peran motor penggerak bagi pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat, baik langsung maupun tidak langsung, termasuk melalui kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang 2025, kinerja bisnis terus menunjukkan tren positif berkelanjutan, selaras dengan misinya memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta kontribusi nyata bagi pemerintah daerah.
Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, SE., MM., menyampaikan bahwa pertumbuhan bisnis yang dicapai perseroan selalu diarahkan untuk memperkuat daya dukung terhadap pembangunan daerah. Penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta sinergi dengan pemerintah daerah menjadi fondasi yabg terus diperkuat, agar Bank Kalbar tetap relevan sebagai bank pilihan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
Penerapan Tata Kelola secara umum berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 Tahun 2023 Tanggal 14 September 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 13/SEOJK.03/2017 tanggal 17 Maret 2017 perihal Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. Dalam kaitan pratik bisnis yang baik, perusahaan menerapkan praktik GCG (Good Corporate Governance secara konsisten, di mana hasil self-assessment tata kelola tahun 2025 berada pada peringkat 2. Hal ini mencerminkan pengelolaan bank yang akuntabel, transparan, patuh terhadap regulasi, serta didukung oleh penguatan budaya risiko dan kepatuhan (GRC).
Demikian beberapa poin yang disampaikan Dirut BPD Kalbar -H. Rokidi saat presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang dilakukan pada Jumat (30/01/2026), di Graha 415 Jakarta. TOP BUMD Awards 2026 merupakan kegiatan corporate rating (penilaian), pembelajaran sekaligus pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti LKN Astacita, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Unoversitas Diponegoro Semarang, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun tim juri penilai terdiri M. Lutfi Handayani (CEO Madani Solusi Internasional – MSI Group), Dwinda Ruslan -Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro -Pakem), Sentot Basokoro (Akademisi-Pakar Hukum Korporasi), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group-Komisaris LPK MSI Institut) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks) sekaligus Tim Juri.
Prestasi Unggulan Bank Kalbar
Sesuai tema yang diangkat, “Inovasi BUMD Dalam Pembangunan Berkelanjutan”, kali ini Dirut H. Rokidi, didampingi timnya, membawa materi presentasi berjudul “Kinerja Berkelanjutan dan Prestasi Unggulan Bank Kalbar Tahun 2025”.
Mengawali presentasinya, kepada dewan juri ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terpilihnya kembali Bank Kalbar sebagai salah satu finalis atau kandidat peraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026 ini.
Secara umum dijelaskan bahwa Bank Kalbar dalam beberapa tahun terakhir, bisa terus membukukan kinerja dan pencapaian bisnis yang membaik dan terus berkelanjutan. Dari sisi keuangan, Bank Kalbar mencatatkan kinerja impresif melampaui mayoritas target tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalbar meraih laba bersih tumbuh 7,66% (yoy) mencapai Rp522,99 miliar, didorong oleh pertumbuhan kredit 7,20% menjadi Rp18,07 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 3,77% menjadi Rp21,11 triliun. Aset tumbuh 5,02% menjadi Rp27,84 triliun, diiringi rasio dana murah (CASA) 57,90%.
Pertumbuhan ini juga diiringi kualitas kredit yang tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang berada pada level rendah- NPL (gross) stabil rendah di 1,85%, bahkan NPL net 0,58%. Berbagai capaian ini kian memperkuat posisi Bank Kalbar sebagai BPD yang sehat, dengan tingkat kesehatan bank berada pada Peringkat Komposit 2.
“Berdasarkan Self Assessment, penilaian tingkat kesehatan Bank Kalbar pada posisi 31 Desember 2025 lalu berada pada peringkat komposit 2. Di antaranya profil risiko 2, Good Corporate Governance (GCG) 2, rentabilitas 2, permodalan 2. Hal ini mencerminkan kondisi Bank Kalbar yang secara umum -Sehat-, dan juga bisa terus meraih laba. Tahun lalu (2025) perusahaan meraih laba Rp522.991 miliar dari yang ditargetkan Rp511.133 miliar atau tercapai 102,32%. Dengan kinerja yang terus meningkat, kami juga konsisten mampu memberikan dividen setoran PAD dan juga penyaluran kredit bagi pelaku usaha (UMKM) yang tentunya juga berdamlpak positiuf bagi peningkatan ekonomi dan pembangunan di Kalbar,” ungkap Dirut BPD Bank Kalbar H. Rokidi.
Ditegaskan bahwa beberhasilan ini juga tidak terlepas dari inovasi produk dan layanan yang dilakukannya, terutama dalam hal pengembangan sistem IT dan juga pengembang SDM pendukung untuk transformasi digital layanan perbankan ini (digital banking).
Transformasi digital antara lain dilakukan melalui pengembangan Banking Integration System (BIS) berbasis open banking yang memungkinkan integrasi layanan keuangan Bank Kalbar dengan mitra seperti fintech, perguruan tinggi, dan instansi pemerintah. Inovasi ini memperluas akses pembayaran digital dan mendukung percepatan ekonomi digital di daerah. Sementara itu, pengembangan Sistem Informasi Elektronik Banking (SIEB) memperkuat efisiensi operasional dan kualitas layanan nasabah hingga ke daerah.
Inovasi digital Bank Kalbar di antaranya berfokus pada perluasan layanan mobile banking, digitalisasi pembayaran pajak daerah, implementasi QRIS Cross Border, serta peningkatan adopsi pembayaran digital untuk mendorong ekonomi lokal dan inklusi keuangan.
Pembangunan dan pengembangan sistem aplikasi digital juga disesuaikan atau mengacu kebijkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) maupun Peraturan dari Bank Indonesia (PBI) sesuai Sesuai Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Selain itu, sebagai BUMD milik Pemerintah Daerah, digitalisasi juga untuk mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Beberapa sistem aplikasi yang jadi unggulan di antaranya ada Banking Integration Services (BIS), mobile banking, virtual account, Aplikasi Signature Verifivation System (SVS), Aplikasi Sistem Informasi Ketentuan Internal Bank Kalbar (SIKNAL-Bank Kalbar), Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), Cash Management System (CMS), SP2D Online, multipayment, EDC Merchant, serta beberapa lainnya.
Terbaru di tahun 2024 melaklukan inovasi BIS Open API Bank Kalbar yang dibangun untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai instruksi transaksi keuangan. Seperti pengecekan rekening tabungan, cek mutasi rekening, transfer, dan lain-lain, langsung dari paltform/aplikasi/website Mitra dengan fitur unggulan yaitu user management, pendaftaran aplikasi mitra, akses dokumentasi API, dan pengajuan kerja sama.
Manfaatnya antara lain, memungkinkan Bank Kalbar untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan produk dan layanan baru, meningkatkan pendapatan non-bunga (fee-based income), meningkatkan Brand Awareness dan Daya Saing Bank Kalbar, serta mendukung Digitalisasi dan Inklusi Keuangan.
“Inovasi berbasis IT dan juga penguatan kemampuan SDM menjadi kunci penting dalam capaian bisnis kami ini.Hal ini sejalan dengan strategi bisnis (secara umum) yakni terus menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dan profitabilitas yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kontribusi PAD Meningkat
Kinerja positif itu juga berbanding lurus dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2024, total dividen yang disalurkan kepada para pemegang saham pemerintah daerah mencapai lebih dari Rp257 miliar, dengan tingkat imbal hasil dividen terhadap modal disetor sebesar 14,56 persen. Secara kumulatif, total dividen yang telah dibagikan Bank Kalbar hingga 2024 bahkan telah melampaui nilai modal yang disetor, menunjukkan peran strategis bank sebagai sumber pendapatan bagi daerah secara berkelanjutan. Modal disetor sampai dengan tahun tahun 2024 sebesar Rp 1.768.390.000.000, dan total dividen yang diberikan telah mencapai Rp 2.577.679.844.900,01.
“Persentase dividen terhadap modal disetor sebesar 14,56%. Kontribusi Bank Kalbar terhadap pemegang saham dan pembangunan daerah meningkat signifikan, melalui penyaluran dividen yang konsisten, serta dukungan aktif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk penyediaan layanan pembayaran pajak daerah dan berbagai kerja sama dengan pemerintah.
Tidak hanya melalui dividen, dukungan terhadap bagi pemasukan daerah juga diwujudkan lewat digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah. Bank Kalbar memfasilitasi pembayaran berbagai jenis pajak daerah seperti PBB, BPHTB, pajak hotel, restoran, hingga pajak kendaraan bermotor melalui jaringan teller, ATM, EDC, mobile banking, serta layanan e-Samsat. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait ini membantu meningkatkan transparansi serta efektivitas penerimaan pajak daerah.
Di sektor riil, Bank Kalbar turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembiayaan dan penguatan ekosistem usaha. Hal ini bisa tercermin dari dari kredit yang disalurkan, dimana tahun 2025 mencapai Rp18.070.349 naik dari tahun sebelumnya Rp 16.856.338 atau tumbuh 7,20 persen.
Komitmen pembangunan berkelanjutan juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial-keagamaan.
Program ini mempertegas peran Bank Kalbar sebagai BUMD yang tidak hanya berorientasi laba, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas bagi masyarakat Kalimantan Barat. CSR Bank Kalbar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, di anytaranya berfokus pada bantuan bidang Pendidikan, Kesehatan, Olahraga, Keagamaan, Sosial, Seni & Budaya, Perekonomian Rakyat (UMKM), Lingkungan, dan Pembangunan Infrastruktur. Tujuannya antara lain juga untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
“Kontribusi BUMD dalam mendukuing pembangunan berkelanjutan juga kami lakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial (CSR). Sejalan dengan peningkatan kinerja bisnis dan laba yang kami raih, alokasi biaya untuk pelaksanaan program-program CSR juga terus meningkat. Saat ini perusahaan menganggarkan dana CSR hingga sebesar 3% dari laba bersih, di mana tahun lalu mencapai Rp8,8 miliar,” ujarnya.
