Jakarta, TopBusiness—Gedung komersial di Indonesia menghadapi tiga tantangan: biaya operasional yang terus meningkat, target pengurangan emisi karbon, dan tuntutan kenyamanan penghuni.
“Tantangan ini semakin kompleks karena sertifikasi bangunan hijau kini menjadi standar gedung-gedung di perkotaan,” kata Christina Ng, Head of Facility Management Colliers Indonesia, dalam keterangan yang diterima Redaksi Majalah TopBusiness (4/2/2026).
Pasar gedung komersial yang belum pulih sepenuhnya dari dampak Covid-19 dan keterbatasan peningkatan pendapatan aset, menjadikan fokus pengelolaan kini beralih ke efisiensi biaya operasional, terutama biaya konsumsi listrik yang mencapai 25%-30% dari total Opex bulanan gedung komersial.
Ia menjelaskan perlunya pendekatan inovatif untuk mencapai efisiensi energi, khususnya sistem HVAC, tanpa memerlukan investasi modal awal (Capex). Solusi yang ditawarkan menggunakan model berbasis biaya operasional (Opex) seperti skema bagi hasil berdasarkan kesuksesan penghematan.
“Sistem HVAC pada bangunan komersial menyerap hingga 60% dari total konsumsi listrik gedung dan secara langsung mendorong emisi Scope 2,” jelas Christina Ng.
“Kami membuktikan bahwa tantangan ini dapat diatasi tanpa beban Capex melalui pengelolaan sistem gedung yang lebih cerdas dan berkelanjutan.”
Ada berbagai solusi yang dapat diterapkan di berbagai tahap operasional gedung. Yakni: Optimasi Otomatis Sistem HVAC melalui Building Management System (BMS); teknologi AI untuk pengendalian kompresor DX yang lebih efisien; Solar-as-a-Service untuk transisi energi bersih tanpa investasi awal.
Lantas, Cooling-as-a-Service dengan sistem HVAC efisien berbasis kontrak layanan; pengelolaan refrigeran bertanggung jawab dengan program insentif.
“Developer dan pemilik gedung dapat mengakses teknologi terkini tanpa harus menanggung risiko investasi di awal,” ungkap Zyotty, Senior Manager – Energy Efficiency and Environmental Solutions Colliers Indonesia.
“Dengan pendekatan success-based, pembayaran Opex hanya dilakukan ketika hasil efisiensi energi telah terverifikasi dan penghematan benar-benar terealisasi.”
”Selaras dengan pendekatan oleh Colliers, kami juga membangun ekosistem bersama yang bertujuan untuk terus membantu menurunkan emisi karbon dari refrigerant yang sering terlupakan. Upaya ini didukung penuh oleh Recoolit sehingga tidak dikenakan biaya sama sekali, bahkan ada nilai ekonomisnya” ungkap Erik Cahyanta, Senior Business Development Manager Recoolit.
Pendekatan tanpa Capex ini memungkinkan pemilik dan pengelola gedung segera merasakan manfaat ganda: penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi karbon, tanpa perlu terlebih dahulu mengalokasikan anggaran investasi besar.
Berbagai solusi yang disosialisasikan dapat menurunkan hingga 20% penggunaan listrik gedung setiap bulannya, berdampak signifikan bagi profitabilitas dan keberlanjutan gedung komersial di Indonesia.
