Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menegaskan posisinya bukan sekadar fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai motor penting bagi Pembangunan daerah. Melalui transformasi layanan, penguatan tata kelola, dan berbagai inovasi digital, rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini, berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan di wilayah utara Jombang, RSUD Ploso memegang peran vital dalam memperluas akses layanan kesehatan. Dengan kapasitas 114 tempat tidur, 16 poliklinik spesialis, serta layanan kegawatdaruratan lengkap termasuk PONEK, ICU, PICU, dan NICU, rumah sakit ini menjadi garda depan penanganan kasus rujukan, ibu dan anak, hingga penyakit kronis dan kegawatdaruratan.
Keberadaan fasilitas ini, di antaranya berdampak langsung pada upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta peningkatan mutu dan indeks kesehatan masyarakat secara umum. “Komitmen dan upaya yang kita lakukan ini, sejalan dengan visi utama kami, yakni: Menjadi Rumah Sakit Profesional dan Berkualitas dengan Berorientasi Pada Kebutuhan Masyarakat,” ungkap Direktur RSUD Ploso. dr. M. Vidya Buana, MH -dalam sesi wawancara penjurian Top BUMD Awards 2026 yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada (04/02/2026) yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta.
Kontribusi Terhadap Pembanguan
Kontribusi RSUD Ploso terhadap pembangunan daerah, terlihat dari kinerja mutu layanan. Capaian indikator mutu nasional rumah sakit melampaui target, angka kematian pasien lebih dari 48 jam (NDR) berhasil ditekan jauh di bawah ambang batas, serta status akreditasi paripurna yang dipertahankan hingga 2027 menjadi bukti konsistensi standar layanan.
“Hal ini menunjukkan bahwa penguatan sektor kesehatan daerah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan public,” ujarnya kepada tim Juri di dampingi tim.
Turut hadir dalam wawancara penjurian dari RSUD Ploso ini, di antaranya drg. Ami Setyaningrum, MH – Kasi Yanmed dan Keperawatan, Jazilatur Rohmah, SKM – Kasi Perencanaan dan Rekam Medis. drg. Jerry Saifudin – Plt. Kasubbag Tata Usaha dan Kepala Unit Humas, Indriana Sari Pinatih, SE – Kepala Unit Keuangan. Kemudian Jenjang Wiweko, SH – Kepala Unit Kepegawaian , drg. Firma N D – Kepala Unit Diklat, Herdy Ardiansyah, S.Kom – Kepala Unit SIMRS, Slamet Hariyadi, A.Md – Kepala Unit Kesling, Pongky Septiandi, A.Md – Kepala UPS RS, dr. Fatimah – PJ Verifikasi, Apt. Aridhina Y R. S. Farm – Ketua Tim Inovasi SITAROBMANIS, Apt. Dinda Ari K, S. Farm – Ketua Tim Inovasi SIPATIMAH, Apt. Chindya Marcha Ayu, S. Farm – Ketua Tim Inovasi SIBOBA, serta Mufidah Agustini, A.Md – Ketua Tim Inovasi LENTERA.
Sedangkan juri penilai, di antaranya terdiri Prof. DR. H. Moh Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar FE Dan Bisnis Universitas Padjajaran /UNPAD Bandung), Kusuma Prabandari (Ceo Dwika Consulting), Febrizal Efendi (Aspiluki), dan Ahmad Churi Managing Editor ItWorks MSI-sekaligus sebagai moderator.
Dalam paparannya terungkap, bahwa dari sisi ekonomi daerah, peran RSUD Ploso tidak kalah strategis. Dengan total 354 pegawai, rumah sakit ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja kesehatan terbesar di kawasan utara Jombang. Selain membuka lapangan kerja, RSUD juga aktif menjadi wahana pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan melalui program magang dan praktik klinik.
Skema BLUD yang diterapkan memungkinkan rumah sakit lebih mandiri secara finansial, dengan mayoritas pendapatan bersumber dari layanan kesehatan, sehingga mengurangi ketergantungan pada APBD sekaligus memperkuat keberlanjutan layanan publik.
Inovasi Digital
Transformasi digital menjadi pilar penting kontribusi RSUD Ploso bagi modernisasi layanan publik daerah. Berbagai inovasi berbasis teknologi diterapkan, mulai dari sistem pendaftaran mandiri, pembayaran QRIS dinamis, hingga rekam medis elektronik terintegrasi.
Layanan seperti SIPATIMAH (telefarmasi), SITAROBMANIS (antar obat gratis), serta LENTERA (akses hasil pemeriksaan digital) memperluas jangkauan layanan hingga ke rumah pasien. Inovasi ini bukan hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menekan antrean, mempercepat proses layanan, dan memperkuat efisiensi operasional rumah sakit.
Di luar layanan medis, RSUD Ploso menjalankan tanggung jawab sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan seperti operasi bibir sumbing, khitanan massal, donor darah, penyuluhan kesehatan, hingga edukasi persiapan persalinan menjadi bagian dari kontribusi sosial rumah sakit dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Pendekatan promotif dan preventif ini membantu pemerintah daerah menekan beban penyakit jangka panjang.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga tercermin dari pengelolaan lingkungan rumah sakit. RSUD Ploso menerapkan pengolahan limbah medis sesuai standar, pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi, serta pengelolaan sumber air baku dengan sistem pressure tank dan area resapan. Langkah ini memperlihatkan bahwa peningkatan layanan kesehatan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Dari sisi tata kelola, rumah sakit mencatatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam audit keuangan serta nilai kinerja BLUD dengan predikat sangat baik. Reformasi birokrasi dan sistem akuntabilitas kinerja terus diperkuat melalui digitalisasi pelaporan internal. Tata kelola yang sehat ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kontribusi RSUD dalam pembangunan daerah.
Berbagai penghargaan di tingkat regional hingga nasional, termasuk di bidang keselamatan radiologi dan inovasi layanan kesehatan, semakin menegaskan bahwa RSUD Ploso telah berkembang menjadi institusi layanan publik yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan kombinasi peningkatan mutu layanan, inovasi digital, penguatan SDM, serta kontribusi sosial dan lingkungan, RSUD Ploso menunjukkan bahwa rumah sakit daerah mampu menjadi simpul penting pembangunan — bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga menyehatkan ekosistem sosial dan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Ajang Penilaian dan Pembelajaran
TOP BUMD Awards merupakan kegiatan corporate rating (penilaian), pembelajaran sekaligus pemberian penghargaan kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/ improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti LKN Astacita, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran Bandung, Unoversitas Diponegoro Semarang, serta beberapa Lembaga lainnya.
Adapun Tema TOP BUMD Awards 2026 ini adalah ”Inovasi BUMD Dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Artinya, selain juri mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, juga ingin mendalami peran, kontibusi, dan inovasi BUMD dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
