- PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda) mencatat pertumbuhan kinerja positif pada 2025 dengan laba sebelum pajak Rp 5,27 miliar dan total aset Rp 140,58 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi pembiayaan UMKM, program Takbir untuk menekan praktik rentenir, serta dukungan pemerintah daerah melalui penyaluran gaji PPPK.
- Dari sisi tata kelola dan peran sosial, BPR Syariah Way Kanan memperoleh predikat GCG “Baik” dan berkontribusi terhadap PAD daerah, sekaligus mengembangkan fungsi keuangan sosial melalui status sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
Jakarta, TopBusiness — Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda) menegaskan perannya sebagai penggerak perekonomian daerah. Memasuki usia ke-15 tahun pada 2026, bank milik Pemerintah Kabupaten Way Kanan ini mencatatkan kinerja positif sekaligus memperluas kontribusi sosial berbasis prinsip syariah.
Direktur Utama PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda), Suryanti, mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja bank tidak dapat dilepaskan dari komitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan kemaslahatan sosial.
“Kami tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memastikan kehadiran bank benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah,” ujar Suryanti, dalam sesi wawancara Penjurian ajang TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Rabu (4/02/2026). Ajang ini menilai kinerja, inovasi, dan tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Pada laporan keuangan 2025, BPR Syariah Way Kanan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 5,27 miliar, tumbuh lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset juga meningkat signifikan menjadi sekitar Rp 140,58 miliar, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap bank daerah berbasis syariah tersebut.
Menurut Suryanti, salah satu pendorong utama pertumbuhan itu adalah inovasi produk pembiayaan yang menyasar kebutuhan riil masyarakat. Program Takbir (Talangan Kita Basmi Rentenir), misalnya, menjadi solusi bagi pelaku UMKM agar terhindar dari jerat pinjaman informal berbunga tinggi.
“Melalui Takbir, kami ingin UMKM bisa bertumbuh secara sehat dan berkah. Pembiayaan ini menggunakan dana CSR dengan akad qardh, tanpa margin,” katanya.
Selain pembiayaan UMKM, bank juga dipercaya sebagai penyalur gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Langkah ini dinilai turut memperkuat basis dana pihak ketiga sekaligus memperluas literasi keuangan syariah di kalangan aparatur sipil.
Tata Kelola yang Baik
Di sisi tata kelola, BPR Syariah Way Kanan mencatat predikat “Baik” dalam penilaian Good Corporate Governance (GCG). Penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui penerapan indikator kinerja utama (KPI), pelatihan berkelanjutan, serta sistem penghargaan dan pembinaan yang berjenjang.
“SDM adalah aset utama. Kami berupaya membangun budaya kerja yang profesional sekaligus berlandaskan nilai amanah,” kata Suryanti.

Kontribusi PAD Meningkat
Kontribusi bank daerah ini juga tercermin dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam satu dekade terakhir, setoran PAD dari BPR Syariah Way Kanan menunjukkan tren meningkat, sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan.
Tak hanya itu, BPR Syariah Way Kanan menjadi satu-satunya BPRS di Provinsi Lampung yang ditunjuk sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Melalui skema ini, dana wakaf masyarakat disalurkan untuk program sosial produktif, termasuk penyediaan sumur wakaf bagi warga.
Berkat konsistensi kinerja dan inovasi tersebut, Suryanti pun meraih penghargaan TOP CEO BUMD dalam ajang TOP BUMD Awards selama tiga tahun berturut-turut. Namun bagi Suryanti, penghargaan bukanlah tujuan akhir.
“Pengakuan itu menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran bank daerah sebagai mitra pembangunan dan penggerak kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan mengusung visi “Way Kanan Mandiri dan Sejahtera”, BPR Syariah Way Kanan menatap masa depan sebagai bank perekonomian syariah daerah yang tumbuh berkelanjutan—menjaga kinerja, nilai, dan keberpihakan pada masyarakat.
TOP BUMD Awards 2026 mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya peran BUMD tidak hanya dalam capaian kinerja, tetapi juga dalam menghadirkan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam sesi tersebut, hadir Direktur Utama PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda), Suryanti, didampingi oleh: Rahmat Rizal, Rachmasari Wicahyaningdyah, dan Miftah Kholil.
Sementara itu, Dewan Juri yang hadir, yaitu: Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), M. Lutfi Handayani (MSI Group), Benyamin De Haan (MSI Group), Sentot Baskoro (Asosiasi GRK Indonesia) serta Teguh Imam Suyudi yang juga bertindak sebagai moderator dari Redaksi Majalah TopBusiness.
