Komitmen transformasi digital BPR Kota Pasuruan menjadi fondasi penguatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan di era ekonomi berbasis teknologi.
Jakarta, TopBusiness – Transformasi sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan BPR Kota Pasuruan melalui penguatan layanan berbasis teknologi yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah di era digital.
Upaya tersebut dipaparkan dalam sesi wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang diikuti BPR Kota Pasuruan secara daring, Senin (2/3/2026). Ajang tahunan yang diselenggarakan Majalah TopBusiness ini menilai kinerja, inovasi, serta tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, penilaian tahun ini menitikberatkan pada kemampuan BUMD menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Direktur Utama BPR Kota Pasuruan, Iswinarti Margiana, menyampaikan presentasi bertajuk “Transformasi Digital BPR sebagai Penggerak Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan.” Ia menegaskan bahwa digitalisasi menjadi arah strategis perusahaan dalam memperkuat fungsi intermediasi keuangan daerah.
Menurut Iswinarti, transformasi digital BPR Kota Pasuruan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan bukan sekadar modernisasi sistem layanan, melainkan langkah menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta akses pembiayaan masyarakat.
“Digitalisasi memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih cepat, transparan, dan mudah dijangkau, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani optimal,” ujarnya.
BPR Kota Pasuruan telah mengimplementasikan core banking system (CBS) berbasis web yang terintegrasi dengan layanan virtual account payroll, pengajuan kredit online, hingga sistem rekonsiliasi otomatis. Transformasi ini meningkatkan akurasi transaksi sekaligus memperkuat pengendalian risiko operasional perbankan.
Inovasi layanan digital juga diwujudkan melalui aplikasi AKU CERIA sebagai sarana pengukuran kepuasan pelanggan serta HORE’IN AJA yang mempermudah proses permohonan kredit secara daring. Digitalisasi tersebut terbukti memperluas inklusi keuangan sekaligus mempercepat proses pembiayaan produktif bagi masyarakat.
Tak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, BPR Kota Pasuruan juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya. Pemanfaatan layanan digital mampu mengurangi penggunaan kertas serta meningkatkan efisiensi energi operasional. Selain itu, perusahaan turut mendukung pembiayaan sanitasi sehat melalui produk kredit ANITA serta menjalankan program literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk kelompok lansia melalui layanan tabungan berbasis komunitas.
Mitra Pembangunan Daerah
Sinergi dengan Pemerintah Kota Pasuruan menjadi faktor penting dalam memperkuat peran BPR sebagai mitra pembangunan daerah. Dukungan terhadap layanan payroll Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penghimpunan dana masyarakat, serta pembiayaan sektor produktif menunjukkan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi lokal.
Dalam sesi penjurian, Dewan Juri yang hadir antara lain Benyamin De Haan (Penasehat MSI Institute), Prof. Satya Arinanto (i-Otda dan akademisi FEB Universitas Padjadjaran), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem), serta Teguh Imam Suyudi dari Redaksi Majalah TopBusiness sebagai moderator.
Kepercayaan publik terhadap kinerja BPR Kota Pasuruan tercermin dari konsistensi capaian kesehatan bank dan berbagai penghargaan nasional yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ke depan, Iswinarti menegaskan bahwa digitalisasi akan terus menjadi fondasi pengembangan bisnis BPR Kota Pasuruan. Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta inovasi layanan berkelanjutan, BPR Kota Pasuruan optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus contoh transformasi BUMD yang adaptif dan berorientasi masa depan.
