Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0.53%, disertai dengan net sell asing Rp355 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, MDKA, BRIS, BBNI dan BRPT.
Untuk perdagangan hari ini, menurut Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, laju IHSG berpotensi untuk melemah kembali hari ini, setelah Moody’s downgrade rating Indonesia.
“Dengan level Support IHSG diperkirakan di kisaran 7900-8030 dan level Resist IHSG di kisaran 8150-8200,” ujar dia, dalam risetnya, Jumat (6/2/2026).
Berikut, Trading Idea hari ini: TLKM, EXCL, ISAT, JPFA, CPIN, dan INDF
- TLKM Buy on Weakness dengan area beli di 3200-3240, cutloss di bawah 3150. Target dekat di 3320-3400.
- EXCL Buy on Weakness dengan area beli di 2820-2900, cutloss di bawah 2780. Target dekat di 3060-3100.
- ISAT Spec Buy dengan area beli di 2090-2110, cutloss di bawah 2060. Target dekat di 2160-2200.
- JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2460-2530, cutloss di bawah 2450. Target dekat di 2650-2720.
- CPIN Buy on Weakness dengan area beli di 4450-4500, cutloss di bawah 4430. Target dekat di 4560-4620.
- INDF Buy on Weakness dengan area beli di 6925-6950, cutloss di bawah 6825. Target dekat di 7100-7200.
Global Overnight Review
Wall Street Menurun Tajam, Terseret Pelemahan Saham Teknologi Besar. Indeks utama Wall Street ditutup turun pada perdagangan Kamis (5/2) dengan Nasdaq terseret ke level terendah karena kerugian di Microsoft, Amazon, dan perusahaan teknologi besar lainnya.
Hal ini setelah Alphabet mengatakan dapat menggandakan pengeluaran modal untuk AI dalam persaingan untuk mendominasi teknologi yang sedang berkembang.
Indeks S&P 500 anjlok 1,23%, Nasdaq turun 1,59%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 1,20%.
Saham Alphabet turun 0,55% setelah perusahaan mengatakan berencana menginvestasikan modal hingga US$ 185 miliar pada tahun 2026.
Alphabet dan para pesaingnya di bidang teknologi diperkirakan akan secara kolektif mengeluarkan lebih dari US$ 500 miliar untuk AI tahun ini. Saham Microsoft turun 5%, Palantir turun 6,8%, dan Oracle turun 7%.
Selain itu, saham Amazon turun 10%, setalah memproyeksikan pengeluaran modal besar-besaran pada tahun 2026.
Saham Nvidia turun 1,4%, dan saham Qualcomm merosot 8,5% setelah memperkirakan pendapatan dan laba kuartal kedua di bawah estimasi.
Bursa Saham Asia Anjlok, Harga Perak dan Bitcoin Juga Melemah. Pasar Asia-Pasifik turun pada Kamis (5/2), karena aksi jual saham teknologi di Wall Street semakin intensif, dengan aset digital mata uang kripto juga melemah.
Penurunan terbesar dicatatkan oleh saham Advanced Micro Devices (AMD), anjlok 17% setelah perkiraan kuartal pertama mengecewakan.
Saham Broadcom dan Micron Technology juga mengalami penurunan, masing-masing sebesar 3,8% dan 9,5%, sedangkan Bitcoin turun lebih dari 3%.
Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 3,9% karena perusahaan raksasa chip Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 3,3% dan 6,4%. Perusahaan lain yang mengalami penurunan terbesar, Hanwha Aerospace turun 7,3%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,9% dan Topix melemah tipis 0,1%. Perusahaan investasi SoftBank Group Corp turun hingga 7%, setelah penjualan perusahaan meleset dari perkiraan.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,4%, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 0,14%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
