- Perumda BPR Purwakarta menegaskan komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan komunitas desa. Dengan memaparkan strategi rebalancing portofolio ke kredit produktif, pengembangan Program Kampung UMKM Desa, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis desa.
- Dengan dukungan tata kelola yang kuat dan capaian kinerja 2025 di atas target, Perumda BPR Purwakarta mampu menghadirkan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha mikro, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta.
Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Perumda BPR Purwakarta terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pendekatan berbasis komunitas lokal di desa. Strategi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Direktur Bisnis Perumda BPR Purwakarta, Ligardi Purnama Hasyim, mengatakan bahwa desa merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang harus diperkuat melalui akses pembiayaan, literasi keuangan, dan pendampingan usaha.
“Pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi desa. Karena itu, kami membangun fondasi bisnis berbasis komunitas lokal agar masyarakat desa tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan,” ujar Ligardi dalam sesi wawancara Penjurian ajang TOP BUMD Awards 2026, Senin (9/02/2026). Ajang ini menilai kinerja, inovasi, dan tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik..
Menurut dia, selama ini struktur kredit BPR masih didominasi pembiayaan konsumtif. Kondisi tersebut mendorong manajemen untuk melakukan rebalancing portofolio ke arah kredit produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di desa.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui Program Kampung UMKM Desa. Program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis wilayah, mulai dari akses permodalan, edukasi keuangan, hingga penguatan jejaring pemasaran.
“Diversifikasi kredit menjadi penting untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmentasi usaha. Kami ingin memperbesar porsi kredit produktif agar ekonomi masyarakat desa lebih bergerak,” katanya.
Hingga 2025, BPR Purwakarta telah menjalin kerja sama dengan 93 desa yang tersebar di 16 kecamatan. Kerja sama tersebut mencakup pembiayaan perangkat desa, pelaku usaha ultra mikro tanpa agunan, hingga dukungan terhadap kegiatan pelayanan publik.
Ligardi menilai, kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, BPR tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa.
Literasi dan Inklusi Keuangan
Selain memperkuat pembiayaan produktif, BPR Purwakarta juga mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini. Program Tabungan Anak Sekolah dan Simpanan Tren Pelajar (Sitrendi) menjadi instrumen untuk membangun budaya menabung di kalangan pelajar.
“Kami ingin menciptakan generasi yang melek keuangan. Literasi yang baik akan berdampak pada pengelolaan usaha yang lebih sehat di masa depan,” ujarnya.
Upaya literasi juga dilakukan melalui kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan pelayanan publik langsung ke desa-desa. Melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, akses kredit, serta manfaat menabung di lembaga resmi.
Tata Kelola
Dalam aspek tata kelola, BPR Purwakarta menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Penguatan tata kelola dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di tengah transformasi digital sektor keuangan.
Ligardi menjelaskan, transformasi tidak hanya dilakukan pada sisi bisnis, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Seluruh pegawai didorong menjadi agen pemasaran aktif, termasuk melalui pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi.
“Di era digital, kedekatan dengan masyarakat tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga melalui kanal digital. Branding menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan,” katanya.
Meski belum memiliki survei kepuasan pelanggan secara formal, manajemen memastikan seluruh pengaduan nasabah telah diselesaikan tepat waktu dan tidak terdapat keluhan material yang signifikan. Ke depan, survei kepuasan pelanggan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja, BPR Purwakarta mencatat seluruh target Rencana Bisnis Bank 2025 tercapai di atas 100 persen. Perusahaan juga menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Purwakarta, baik melalui deviden maupun pajak.
Total kontribusi PAD yang telah disetorkan hingga 2025 mencapai lebih dari Rp9,5 miliar. Kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi desa berdampak langsung terhadap penerimaan daerah.
“Ketika usaha mikro tumbuh, daya beli meningkat, dan perputaran ekonomi terjadi di desa, maka efek bergandanya akan dirasakan hingga tingkat kabupaten,” ujar Ligardi.
Selain itu, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, BPR Purwakarta juga menyalurkan dana CSR kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta berupa kendaraan operasional dan sarana pendukung distribusi air bersih.
Menurut Ligardi, keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang kinerja keuangan, tetapi juga dampak sosial dan kontribusi terhadap ketahanan daerah.
Ke depan, BPR Purwakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan desa untuk mempercepat akses keuangan masyarakat, memperluas basis nasabah produktif, serta menjaga kesehatan bank melalui manajemen risiko yang prudent.
“Kami ingin menjadi bank daerah yang sehat, kompetitif, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat desa. Karena dari desa, pertumbuhan ekonomi daerah dapat dibangun secara berkelanjutan,” pungkasnya.
TOP BUMD Awards 2026, diselenggarakan majalah TopBusiness, mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya peran BUMD tidak hanya dalam capaian kinerja, tetapi juga dalam menghadirkan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam sesi Penjurian, Direktur Bisnis Perumda BPR Purwakarta, Ligardi Purnama Hasyim, membawakan presentasi bertajuk “Peran BPR Purwakarta Dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Komunitas Lokal.” Ia didampingi oleh: Nurul Intan Okci Pratiwi (PE Audit Intern), dan Yosep Hidayat (PE Kepatuhan).
Sementara itu, Dewan Juri yang hadir, yaitu: Thendri Supriatno (Masyarakat Investor Independen), Benyamin De Haan (MSI Group), Nurul Y. Setyabudi (IDTUG), serta Teguh Imam Suyudi yang juga bertindak sebagai moderator dari Redaksi Majalah TopBusiness.
Penulis: Teguh IS.
