TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berkat Digitalisasi, Kinerja RSUD Maria Walanda Maramis Kian Efisien dan Berkelanjutan

Fauzi
31 March 2026 | 14:16
rubrik: CSR, Event
Berkat Digitalisasi, Kinerja RSUD Maria Walanda Maramis Kian Efisien dan Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Sebagai finalis ajang TOP BUMD Awards 2026, RSUD Maria Walanda Maramis telah menyelesaikan sesi penjurian yang merupakan satu rangkaian dari ajang bergengsi ini.

Dari sesi penjurian terungkap bahwasanya RSUD Maria Walanda Maramis terus berupaya memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional dengan mengedepankan transformasi layanan berbasis digital dan pengelolaan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi yang diusung rumah sakit, yakni Terwujudnya Pelayanan kesehatan yang Prima Bermutu Menjadikan Rumah Sakit Pariwisata dan Rujukan Regional Berbasis Digital.

Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Alain Vincent Beyah, rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini mengintegrasikan peningkatan mutu layanan dengan efisiensi operasional.

“RSUD Maria Walanda Maramis memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang mencakup rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat, dengan dukungan berbagai layanan spesialis seperti penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, bedah, gigi, mata, kulit dan kelamin, saraf, paru, jantung serta rehabilitasi medic,” ungkap dr. dr. Alain Vincent Beyah dalam paparannya di hadapan Dewan Juri, Senin (30/3/2026) lalu.

Pelayanan tersebut didukung oleh layanan penunjang, meliputi radiologi, laboratorium, farmasi, instalasi gizi, dan CSSD, guna menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Sebagai BLUD, RSUD juga melaksanakan fungsi pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi SDM serta kualitas pelayanan kesehatan.

“Strategi kami difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan, penguatan layanan unggulan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efisiensi dan kualitas layanan,” ujar dr. Alain Vincent Beyah.

Dalam menjalankan bisnis layanan kesehatan, RSUD Maria Walanda Maramis mengedepankan sejumlah strategi utama, di antaranya penguatan layanan unggulan seperti paru, bedah mulut, konservasi gigi, NICU, dan hiperbarik. Selain itu, rumah sakit juga mengoptimalkan digitalisasi melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi.

BACA JUGA:   Kontribusi PAD PUDAM Sendang Kamulyan Selalu di Atas Target

Upaya efisiensi turut diperkuat melalui inovasi “Kendali MULYA”, sebuah sistem kendali mutu dan biaya yang membantu pengelolaan keuangan dan operasional secara real-time. Di sisi lain, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas layanan.

Sebagai BLUD dengan orientasi 80 persen pelayanan publik dan 20 persen pendapatan, rumah sakit ini juga mengembangkan promosi kesehatan berbasis digital untuk memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Kinerja

Kinerja RSUD Maria Walanda Maramis menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan penilaian kinerja BLUD oleh BPKP Perwakilan Sulawesi Utara tahun 2024, rumah sakit ini memperoleh nilai 71,00 dengan predikat “Baik (BB)”.

Indikator operasional juga menguat, tercermin dari Bed Occupancy Rate (BOR) tahun 2025 yang mencapai 73,87 persen—tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari sisi layanan publik, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2025 mencapai 85 persen atau 104,94 persen dari target, sementara Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berada di angka 89,90 persen atau 99,89 persen dari target.

“Peningkatan kinerja ini didukung oleh perbaikan sistem pelayanan, peningkatan kompetensi SDM, serta komitmen manajemen dalam peningkatan mutu layanan,” kata dr. Alain.

Jumlah pasien juga meningkat signifikan, dari 46.100 orang pada 2024 menjadi 54.365 orang pada 2025 atau tumbuh 17,9 persen. Sejalan dengan itu, skor kepuasan pelanggan naik dari 81,60 persen menjadi 89,90 persen.

Dari sisi keuangan, RSUD Maria Walanda Maramis berhasil mencatatkan perbaikan signifikan. Pendapatan rumah sakit meningkat dari Rp27,79 miliar pada 2023 menjadi Rp29,20 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi sekitar Rp32,30 miliar pada 2025 atau tumbuh 10,6 persen.

Sementara itu, belanja rumah sakit juga meningkat dari Rp29,51 miliar pada 2024 menjadi Rp31,73 miliar pada 2025. Meski demikian, pengendalian biaya yang lebih baik membuat kondisi keuangan berbalik dari defisit menjadi surplus.

BACA JUGA:   BPR Rokan Hulu Pamerkan Inovasi Digital dan Kontribusi Pembangunan Berkelanjutan di TOP BUMD Awards 2026

“Pada 2023 kami defisit Rp2,19 miliar, tahun 2024 masih defisit Rp0,31 miliar, namun di 2025 kami sudah mencatatkan surplus Rp0,57 miliar,” ungkap dr. Alain.

Ia menambahkan, perbaikan tersebut merupakan hasil dari inovasi pengendalian mutu dan biaya melalui aplikasi Kendali MULYA serta digitalisasi sistem keuangan berbasis SIMRS.

Inovasi dan Tata Kelola

Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama peningkatan kinerja. RSUD Maria Walanda Maramis mengembangkan sistem SIRSAK SEHAT (Sistem Informasi Rumah Sakit Semakin Hebat) yang mendukung layanan publik secara digital, mulai dari pendaftaran pasien, penjadwalan layanan, hingga rekam medis elektronik.

Sistem ini terintegrasi dengan platform nasional seperti Satu Data Kesehatan dan BPJS Kesehatan, sehingga mempercepat proses layanan dan meningkatkan akurasi data.

Di sisi internal, Kendali MULYA memungkinkan monitoring biaya pasien secara real-time, deteksi inefisiensi, serta pengendalian penggunaan obat dan bahan habis pakai. Inovasi ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara biaya dan pendapatan layanan.

“Implementasi sistem ini membantu mengurangi pembengkakan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya,” jelas dr. Alain.

Penguatan SDM menjadi bagian penting dalam strategi bisnis rumah sakit. Penempatan tenaga kerja dilakukan berdasarkan kebutuhan layanan, disertai peningkatan kompetensi melalui pelatihan minimal 20 jam per tahun serta penguatan komunikasi efektif untuk meningkatkan kepuasan pasien.

RSUD juga menerapkan sistem manajemen kinerja berbasis indikator yang terukur, dengan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala serta pemberian insentif berbasis kinerja.

Dalam aspek tata kelola, prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) telah diimplementasikan, meski belum memiliki penilaian formal. Transparansi laporan keuangan, pengawasan oleh Dewan Pengawas, serta audit oleh BPK dan KAP menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas.

BACA JUGA:   PLN NP UP Indramayu: Berdayakan Masyarakat Melalui Rumah Inkubasi

“Digitalisasi layanan, efisiensi operasional, dan peningkatan mutu pelayanan menjadi kunci kami dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan,” ujar dr. Alain.

Kontribusi

Sebagai institusi layanan publik, RSUD Maria Walanda Maramis berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan. Rumah sakit ini juga mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta menyediakan data layanan sebagai bahan perencanaan pemerintah daerah.

Di bidang lingkungan, pengelolaan limbah medis dan cair dilakukan sesuai standar melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan kerja sama dengan pihak berizin. Sementara itu, program promosi kesehatan (Promkes) terus digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat.

Sementara itu, dalam hal kontribusi terhadap pemerintah daerah, hal itu dilakukan anatra lain dalam bentuk:

Kontribusi terhadap PAD melalui optimalisasi pendapatan layanan BLUD.
Pencapaian target kinerja daerah melalui indikator SPM dan IKM.
Pengelolaan keuangan BLUD yang akuntabel.
Dukungan terhadap implementasi program JKN sebagai bagian dari kebijakan nasional dan daerah.
Penyediaan data dan informasi layanan kesehatan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi Pemda.
Di akhir paparannya, RSUD Maria Walanda Maramis menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas melalui inovasi, efisiensi, dan tata kelola yang akuntabel, guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Tags: RSUD Maria WalandaTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Bank Kalteng Siapkan IPO 2030, Perkuat Modal hingga di Atas Rp 6 Triliun

Next Post

PLN EPI Kembangkan Energi Biomassa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR