PT BPR Serang (Perseroda) Kabupaten Serang -Banten, tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti ajang penjurian untuk penghargaan “TOP BUMD Awards 2026”. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Direktur Utama BPR Serang (Perseroda), Dadi Suryadi dengan mengangkat materi presentasi bertema “Peran Strategis BPR Serang Dalam Ekosistem Pembangunan Daerah Berkelanjutan”.
Jakarta, TopBusiness – Turut hadir dalam wawancara penjurian ini di antaranya, Komisaris Utama PT BPR Serang- Media Warman, Komisaris PT BPR Serang – Hendra Indra Rahman, Direktur Bisnis PT BPR, Teguh Iman Darmawan, dan Adhi Mujib – Manager beserta staf. Sedang Tim Juri penilai terdiri DR. Amni Zarkasyi Rahman (Akademisi UNDIP), Nurul Yakin Setiabudi (Indonesia Telecomunication User Group/IDTUG), Ina Sawitri (Senior Business Consultant Yayasan Pakem), dan Ahmad Churi Managing Editor ItWorks MSI Group-sekaligus sebagai moderator.
PT BPR Serang (Perseroda) merupakan bank milik pemerintah daerah (Pemkab Serang, Pemprov Banten/Jabar) dan Bank BJB (4,95%). Mengusung visi “Menjadi Bank Serang Terpercaya dan Kebanggan Bersama Menuju Masyarakat Banten Sejahtera”, BPR Serang menjalankan fungsi intermediasi melalui penghimpunan dana tabungan dan deposito serta penyaluran kredit mikro, konsumtif, dan produktif. Wilayah operasionalnya terfokus di Provinsi Banten dan sekitarnya, dengan posisi strategis yang berdekatan dengan pusat pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota Serang.
Dalam presentasinya, Dadi Suryadi menegaskan komitmen perusahaan (BPR Serang) dalam memperkuat peran dalam mendukung pembangunan dan kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan. “Sebagai BUMD berbentuk Perseroda dengan orientasi 100 persen profit, Bank Serang menempatkan diri tidak sekadar sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak bagi kemajuan dan pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Dadi Suryadi dalam wawancara penjurian secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Jumat (20/2/2026) yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta.
Berdasarkan aset BPR Serang berada di posisi Kelompok Usaha 3. Saat ini, aset BPR Serang mencapai lebih dari Rp 500 miliar rupiah. Berdiri sejak 1996, BPR Serang berperan meningkatkan perekonomian daerah dengan menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan bisa terus meningkatkan portfolio bagi pembiayaan kredit usaha mikro, kecil dan menengah ini.
“Untuk pelaku UMKM, kami memiliki produk keuangan berkelanjutan berupa Pilot Project kredit, hijau khusus bagi kaum perempuan. Selain itu, kami juga berkontribusi untuk mendukung kemajuan pembangunan daerah melalui program CSR berbasis lingkungan,” ungkapnya.
Dalam dua tahun terakhir, kinerja BPR Serang menunjukkan tren positif. Manajemen menargetkan peningkatan laba bersih, efisiensi rasio BOPO, pertumbuhan nasabah, optimalisasi dana yang dihimpun, serta penguatan dividen bagi PAD. Di sisi lain, bank juga memastikan seluruh temuan audit diselesaikan tepat waktu serta menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan regulator.
Digitalisasi Jadi Kunci Transformasi
Transformasi digital menjadi pilar penting peningkatan kinerja. Pada 14 November 2025, BPR Serang mengimplementasikan Dashboard Pemantauan Kredit, sebuah aplikasi internal yang dikembangkan sendiri untuk mengoptimalkan pengelolaan kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).
Aplikasi ini menghadirkan segmentasi debitur dinamis berdasarkan jenis produk, tingkat kolektibilitas, dan instansi tempat bekerja. Fitur smart collection mapping dengan geotagging membantu tim penagihan memetakan lokasi debitur secara presisi. Sistem juga terintegrasi notifikasi WhatsApp otomatis untuk pengingat jatuh tempo.
Inovasi ini berdampak signifikan terhadap efisiensi operasional, percepatan pemulihan kredit, peningkatan produktivitas lapangan, hingga perbaikan kualitas aset melalui penurunan NPL. Transparansi penagihan juga meningkat berkat sistem dokumentasi digital yang menyediakan audit trail lengkap.
Tak hanya itu, bank juga tengah mengembangkan aplikasi penilaian kinerja berbasis Balanced Scorecard bernama SIKABAR. Sistem KPI digital ini mendukung budaya kerja berbasis kinerja, lengkap dengan skema reward and punishment yang terukur.
Dalam aspek human capital, BPR Serang melakukan pelatihan berkelanjutan, rotasi kerja lintas divisi, serta peningkatan kompetensi direksi dan komisaris melalui pelatihan kepemimpinan strategis dan manajemen risiko. Kerja sama dengan perguruan tinggi di Banten juga dilakukan untuk proses seleksi dan assessment karyawan.
Langkah tersebut memperkuat keselarasan strategi bisnis dengan manajemen SDM, sekaligus meningkatkan profesionalisme layanan kepada nasabah.
Kontribusi Nyata bagi Daerah
Kontribusi BPR Serang terhadap Kabupaten Serang tidak hanya dalam bentuk dividen dan PAD, tetapi juga melalui beasiswa bagi pelajar kurang mampu, bantuan sarana ibadah dan pendidikan, dukungan UMKM, bantuan bencana alam, hingga pembinaan olahraga.
Tercatat perusahaan memberikan kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), tahun buku 2008 s/d 2024 kepada Pemda Kabupaten Serang sebesar Rp84.617.461.218, di mana modal yang disetor sebesar Rp48.439.478.950.
Dengan akselerasi digital, tata kelola yang semakin baik, serta komitmen pada pembangunan berkelanjutan, BPR Serang menegaskan posisinya sebagai BUMD kebanggaan daerah dan mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi Serang yang inklusif dan berdaya saing.
