TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Andalkan Layanan Unggul dan Profesional, RSUD Aji Muhammad Parikesit Kandidat Raih TOP BUMD Awards 2026

Nurdian Akhmad
24 February 2026 | 14:03
rubrik: BUMD, Business Info, Event
Andalkan Layanan Unggul dan Profesional, RSUD Aji Muhammad Parikesit Kandidat Raih TOP BUMD Awards 2026

Jakarta, TopBusiness — Untuk pertama kalinya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit terpilih sebagai kandidat peraih TOP BUMD Awards 2026.

Dalam sesi presentasi penjurian ajang tersebut, manajemen RSUD milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini memaparkan capaian kinerja layanan, inovasi digital, tata kelola, hingga strategi keberlanjutan yang dinilai memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan kesehatan regional di Kalimantan Timur.

“Puji syukur Alhamdulillah kami diberi kesempatan mengikuti penilaian TOP BUMD Awards 2026. Kami berkomitmen menjadikan rumah sakit unggul dan terpercaya melalui inovasi berkelanjutan,” ujar Direktur RSUD Aji Muhammad Parikesit, Dr. dr. Martina Yulianti, Sp.PD.FINASIM., M.Kes. (MARS), saat mengawali presentasi penjurian yang dilakukan secara daring, Senin (23/2/2026).

Hadir pula dalam penjurian tersebut Bupati Kutai Kartanegara sekaligus pembina RSUD Aji Muhammad Parikesit, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes.

RSUD Aji Muhammad Parikesit berdiri di atas lahan 19,22 hektare dengan luas bangunan 53.119 meter persegi dan dikembangkan dalam dua tahap pembangunan. Visi rumah sakit ini adalah Terwujudnya Rumah Sakit Unggul dan Terpercaya dengan moto “Parikesit Pilihan Terbaik”.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), orientasi rumah sakit sepenuhnya difokuskan pada pelayanan publik. “Kami memetakan strategi agar rumah sakit memiliki kemandirian keuangan minimal untuk membiayai operasional tanpa membebani pemerintah daerah,” kata Martina.

Sebagai rumah sakit rujukan regional di Kalimantan Timur, fasilitas yang dimiliki tergolong lengkap dan modern. Instalasi Gawat Darurat (IGD) terintegrasi dengan ambulans dan layanan pemulasaran jenazah. Instalasi rawat jalan terdiri atas dua gedung dengan total 18 klinik, sementara rawat inap telah memenuhi standar kelas rawat inap dari Kementerian Kesehatan.

RSUD Aji Muhammad Parikesit juga memiliki unit intensif lengkap meliputi ICU, ICCU, PICU, dan NICU. Instalasi Bedah Sentral dilengkapi 10 ruang operasi dengan peralatan modern. Layanan rehabilitasi medik multidisiplin turut tersedia, melibatkan fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan sensori integrasi.

BACA JUGA:   Saham Aneka Industri Katrol Kenaikan IHSG

Salah satu layanan unggulan adalah Instalasi Murai sebagai pusat onkologi terpadu yang menyediakan radioterapi, kemoterapi, dan poliklinik onkologi. Selain itu terdapat Paviliun Nuri, fasilitas premium dengan ruang VIP dan VVIP serta akses layanan terpisah.

“Paviliun ini disiapkan bagi pasien yang membutuhkan kenyamanan dan privasi lebih tanpa mengganggu layanan reguler,” ujar Martina.

Peralatan penunjang medis terus diperbarui, termasuk MRI 1,5 Tesla dengan PACS, CT-Scan, CT Simulator radioterapi, linear accelerator (LINAC), brakiterapi, mammografi, bronkoskopi, hingga layanan dialisis dan CAPD.

Inovasi Digital Perkuat Tata Kelola

RSUD Aji Muhammad Parikesit mengembangkan sejumlah sistem digital guna meningkatkan efisiensi layanan dan transparansi tata kelola. Di antaranya Sistem Pelayanan Dokter Terintegrasi (SIP Dokter), Sistem Informasi Penilaian Kinerja (SIIKI), SIMPEG, SIMUNE, hingga platform pengaduan publik “Speak Up”.

“SIP Dokter memastikan dokter hadir sesuai jadwal. Jika tidak sesuai, sistem akan terkunci sehingga tidak bisa mengakses rekam medis elektronik. Ini menjaga disiplin layanan dan mencegah kekosongan pelayanan,” jelas Martina.

Untuk pengelolaan masalah operasional, rumah sakit juga mengembangkan sistem Si UMPAN yang memantau penyelesaian isu layanan secara terstruktur. Selain itu, SIMANDAU AKSI mengintegrasikan manajemen mutu, budaya keselamatan pasien, dan manajemen risiko dalam satu dashboard.

“Digitalisasi bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan kualitas layanan,” tambahnya.

Digitalisasi juga diterapkan pada pengelolaan SDM melalui sistem informasi kepegawaian, e-learning, perpustakaan digital, hingga aplikasi kinerja online dokter. Tenaga medis dapat memantau capaian kinerja secara real time, termasuk estimasi jasa pelayanan yang diterima.

“Ini bagian dari transparansi. Dokter tidak lagi menebak penghasilan karena semua indikator tercatat otomatis,” ujar Martina.

Kinerja Keuangan dan Tantangan Klaim

BACA JUGA:   GRC Menjaga Bisnis Brantas Abipaya Tetap Sehat dan Berkelanjutan

Berdasarkan penilaian kinerja BLUD bidang kesehatan, skor RSUD pada 2025 mencapai 82,75, naik dari 82,60 pada 2024 dan tetap berada pada kategori A (sangat baik). Peningkatan terbesar berasal dari aspek pertumbuhan dan pembelajaran serta perspektif keuangan.

Likuiditas menunjukkan tren positif dengan rasio lancar 86,83 persen, rasio cepat 68,22 persen, dan rasio kas 32,24 persen. Cost recovery ratio meningkat menjadi 82,26 persen dari 74,12 persen pada tahun sebelumnya.

Namun dari sisi pendapatan, realisasi 2025 sebesar Rp240,91 miliar atau 68 persen dari target, menurun dibanding 2024 yang mencapai Rp354,40 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan penundaan klaim dan perubahan regulasi dari BPJS Kesehatan.

“Pending klaim dan administrasi yang semakin kompleks berdampak langsung pada arus kas rumah sakit,” jelas Martina.

Meski demikian, capaian standar pelayanan minimal pada 2025 mencapai 84,55 persen, melampaui target 74 persen. Survei kepuasan pasien dalam empat tahun terakhir juga menunjukkan tren positif, dengan skor 85,51 (2022), 92,60 (2023), 89,62 (2024), dan 89,38 (2025).

“Nilai yang belum maksimal justru menjadi ruang perbaikan bagi kami,” kata Martina.

Dukungan Pemerintah Daerah

Dalam sesi pendalaman, Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes., menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi fondasi utama pengembangan RSUD.

“Kami menilai keberhasilan rumah sakit bukan hanya dari sisi pelayanan medis, tetapi juga dari bagaimana manajemen memastikan setiap sumber daya digunakan optimal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dari sisi pembiayaan pemerintah daerah setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp105 miliar untuk iuran BPJS Kesehatan, sementara rumah sakit menerima klaim sekitar Rp200 miliar. “Dari sisi finansial, kinerja ini sangat baik,” tegasnya.

Ia juga menyebut RSUD Aji Muhammad Parikesit sebagai satu-satunya rumah sakit di Kalimantan Timur yang mampu menangani penyakit kanker secara terintegrasi. “Rumah sakit telah memiliki fasilitas radioterapi, bahkan ke depan sedang dipersiapkan pengembangan layanan penanganan berbasis nuklir. Untuk layanan dasar, Alhamdulillah semuanya sudah dapat ditangani,” ujar Bupati.

BACA JUGA:   GoTo, Samator Group, dan Kadin Inisiasi Rumah Oksigen

Bupati juga bersyukur karena impiannya untuk membangun sistem rujukan terintegrasi di Kutai Kartanegara kini dapat terwujud dengan hadirnya RSUD Aji Muhammad Parikesit.

Tags: RSUD Aji Muhammad Parikesit
Previous Post

PTPP Kembali Salurkan 5 Program Strategis untuk Korban Banjir Aceh

Next Post

Laba Melonjak 148,8 Persen, PT BPR Bank Rembang Perkuat Digitalisasi dan Dukung UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR