Jakarta, TopBusiness – PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (IDX: PRAY) atau Primaya Hospital Group terus melanjutkan ekspansi jaringan rumah sakit (RS) sebagai strategi memperkuat kinerja bisnis sekaligus memperluas akses layanan kesehatan. Pada 2026, perseroan menambah cabang baru dan menyiapkan sejumlah proyek pengembangan di berbagai kota di Indonesia.
Direktur Utama Leona A. Karnali mengatakan, Primaya telah meresmikan rumah sakit terbaru di Kelapa Gading pada Januari 2026. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan, terutama di wilayah perkotaan yang terus berkembang.
Primaya juga tengah menyiapkan pembangunan cabang ke-21 yang berlokasi di BSD, Tangerang. Proyek ini direncanakan memiliki skala pembangunan cukup besar dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
“Yang pasti, kami juga akan menambah rumah sakit di BSD. Kira-kira akhir tahun ini, dengan skala pembangunan yang cukup besar,” ujar Leona kepada media yang dikutip, Jumat (6/3/2026).
Untuk mendukung ekspansi dan peningkatan layanan, Primaya menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 900 miliar hingga Rp1 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit baru, revitalisasi gedung, serta pembaruan peralatan medis di sejumlah cabang.
Ekspansi jaringan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang perseroan. Dalam peta jalan perusahaan, Primaya menargetkan jumlah rumah sakit meningkat dari 20 unit saat ini menjadi sekitar 30 rumah sakit dalam empat hingga lima tahun mendatang.
Leona menjelaskan, pengembangan jaringan tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa. Perseroan juga menyiapkan ekspansi ke sejumlah kota besar di luar Jawa, seperti Medan dan Makassar, yang saat ini masih berada pada tahap pengembangan.
“Jadi kami tidak melulu di Jawa. Primaya sendiri dimulai dari pinggiran Jakarta. Kami justru baru mulai masuk ke Jakarta,” ujarnya.
Saat ini, Primaya memiliki empat cabang rumah sakit di Jakarta. Sebelum rumah sakit terbaru di Kelapa Gading, jaringan ini telah mengoperasikan RS PGI Cikini dan Evasari di Jakarta Pusat serta RS Ukrida di Jakarta Barat.
Ke depan, jumlah rumah sakit Primaya di Jakarta direncanakan bertambah menjadi enam cabang melalui pengembangan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
Tingkatkan Kualitas Layanan
Selain menambah jumlah cabang, perseroan juga berfokus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas kesehatan. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah revitalisasi gedung RS PGI Cikini yang sedang berlangsung.
“Di Cikini, kami sedang membangun agar menjadi gedung tinggi. Bukan bangun rumah sakit baru, tapi perubahannya nanti akan jadi seperti baru. Namun, butuh waktu yang lebih lama untuk realisasinya,” kata Leona.
Dari sisi layanan medis, Primaya juga memperluas kerja sama internasional, salah satunya dengan institusi kesehatan di Singapura untuk penyediaan layanan kemoterapi di cabang Kelapa Gading.
Penguatan bisnis Primaya turut didukung masuknya investasi dari Government of Singapore Investment Corporation (GIC), lembaga investasi milik pemerintah Singapura.
Menurut Leona, GIC memiliki kebijakan investasi dengan memilih satu perusahaan di setiap negara untuk satu industri tertentu. “Untuk industri kesehatan di Indonesia, GIC memilih Primaya. Kami sangat bangga karena dipercaya dan berharap dapat meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Dengan sejumlah strategi ekspansi dan peningkatan layanan tersebut, Primaya optimistis dapat menumbuhkan pendapatan sekitar 20% serta meningkatkan laba hingga 25% pada tahun ini.
