Jakarta, TopBusiness – PT Polytama Propindo atau Polytama menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan langsung jajaran direksi dalam penyusunan kebijakan dan strategi CSR yang berorientasi pada penciptaan nilai bersama atau Creating Shared Value (CSV).
Manager GA & Comdev PT Polytama Propindo, M. Andri Nugroho, menjelaskan bahwa CSR di perusahaan tidak sekadar diposisikan sebagai kegiatan filantropi, tetapi menjadi pendekatan strategis yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.
“Di Polytama, komitmen CSR dimulai dari level tertinggi perusahaan. Direksi terlibat aktif dalam penyusunan strategi dan kebijakan CSR sehingga program yang dijalankan benar-benar menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan,” ujar Andri saat memaparkan materi kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026 secara daring di Jakarta, Selasa (10/03/2026).
Dalam sesi presentasi bertajuk “Responsible Business, Sustainable Impact”, Andri didampingi Catharina Siena selaku Supervisor Comdev, Somaya Saragih (CSR Officer), Niwang Gita (Community Development Office/CDO), dan Jiwaning Angger (CDO).
Ia menambahkan, pendekatan Creating Shared Value menjadi landasan utama dalam pengembangan program CSR perusahaan. Melalui pendekatan tersebut, Polytama berupaya menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai bagi perusahaan.
Dalam implementasinya, pengelolaan CSR di PT Polytama Propindo berada di bawah koordinasi Commercial and Support Director. Sementara itu, pelaksanaan program secara operasional dilakukan oleh unit Government and Community Development (GCD) yang bertanggung jawab merancang, mengimplementasikan, serta memonitor berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Unit Government and Community Development menjadi garda terdepan dalam memastikan program CSR berjalan secara terstruktur, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” jelas Andri.
Dalam menjalankan program CSR, PT Polytama Propindo membangun sistem pengelolaan yang terstruktur dan terintegrasi dengan fungsi manajemen perusahaan. Struktur organisasi ini dirancang untuk memastikan setiap program sosial yang dijalankan dapat direncanakan secara strategis, dilaksanakan efektif, serta dievaluasi secara berkelanjutan.
Pada tingkat pimpinan, pelaksanaan program CSR berada di bawah koordinasi Commercial & Support Director, yaitu direktur yang membawahi fungsi komersial dan dukungan operasional perusahaan. Posisi ini memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan dan strategi program CSR agar selaras dengan visi perusahaan, kebutuhan masyarakat, serta prinsip keberlanjutan.
Dalam menjalankan fungsi tersebut, Commercial & Support Director didukung oleh Supply Chain & Support General Manager (SC & Support GM). Jabatan ini bertanggung jawab memastikan berbagai program CSR dapat diimplementasikan secara optimal melalui koordinasi lintas fungsi di perusahaan. Peran ini juga penting untuk memastikan bahwa kegiatan CSR berjalan sejalan dengan kebijakan perusahaan serta mendukung hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan.
Di tingkat operasional, pengelolaan kegiatan CSR dilaksanakan oleh General Affairs & Community Development Manager (GA & Comdev Manager). Posisi ini memiliki tanggung jawab dalam merancang, mengoordinasikan, serta mengelola berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain itu, GA & Comdev Manager juga berperan dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait guna memastikan program CSR memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Pelaksanaan program di lapangan kemudian dikoordinasikan oleh Community Development Supervisor (Comdev Supervisor). Jabatan ini bertugas mengawasi implementasi berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat agar berjalan sesuai dengan rencana program yang telah disusun. Comdev Supervisor juga memastikan bahwa setiap kegiatan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat.
Sementara itu, pada tingkat pelaksana, kegiatan CSR dijalankan oleh CSR Team yang terdiri dari tiga anggota tim. Tim ini berperan langsung dalam menjalankan berbagai aktivitas program, mulai dari melakukan koordinasi dengan masyarakat, mendukung pelaksanaan kegiatan sosial, hingga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan.
Dengan struktur organisasi yang berjenjang dan terintegrasi tersebut, PT Polytama Propindo memastikan pengelolaan CSR dilakukan secara sistematis dan profesional. Mulai dari penyusunan kebijakan di tingkat manajemen hingga implementasi langsung di masyarakat melalui program-program community development atau pemberdayaan masyarakat.
Melalui sistem pengelolaan yang jelas ini, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap kegiatan CSR tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
Selain berfokus pada dampak sosial, perusahaan juga memastikan seluruh kegiatan CSR maupun operasional bisnis dijalankan dengan menjunjung tinggi standar etika bisnis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga praktik usaha yang transparan, berintegritas, dan bebas dari korupsi.
Menurut Andri, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi fondasi penting dalam menjalankan berbagai aktivitas perusahaan, termasuk kegiatan tanggung jawab sosial.
“Seluruh aktivitas perusahaan, baik operasional maupun sosial, dilaksanakan dengan mengacu pada standar etika bisnis yang berlaku. Hal ini penting untuk memastikan transparansi, integritas, serta praktik bisnis yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, PT Polytama Propindo juga mengacu pada berbagai regulasi yang menjadi pedoman dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Di antaranya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/POJK.04/2021 tentang Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik, serta pedoman Good Corporate Governance dan Code of Conduct perusahaan.
Dengan landasan regulasi tersebut, perusahaan memastikan program CSR tidak hanya memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa Polytama juga menyusun strategi CSR jangka panjang melalui Rencana Strategis CSR perusahaan. Strategi ini dirancang agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah.
“Strategi CSR kami disusun dalam kerangka jangka panjang yang mempertimbangkan berbagai agenda pembangunan, baik di tingkat global, nasional, maupun daerah,” kata Andri.
Dalam penyusunannya, perusahaan memperhatikan keselarasan dengan berbagai agenda pembangunan global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi komitmen internasional dalam pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, strategi CSR perusahaan juga diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita pemerintah, sehingga program yang dijalankan dapat mendukung prioritas pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat daerah, PT Polytama Propindo juga memastikan program CSR selaras dengan kebutuhan pembangunan lokal. Oleh karena itu, perusahaan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat serta RPJMD Kabupaten Indramayu.
“Keselarasan dengan RPJMD daerah menjadi penting agar program CSR yang dijalankan dapat mendukung prioritas pembangunan pemerintah daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat sekitar,” ungkap Andri.
Melalui pendekatan tersebut, PT Polytama Propindo berharap inisiatif CSR perusahaan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan, baik bagi masyarakat maupun bagi perusahaan.
