TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Insight Investments Management Integrasikan CSR dan ESG sebagai Model Bisnis

Nurdian Akhmad
11 March 2026 | 13:22
rubrik: Business Info
Insight Investments Management  Integrasikan CSR dan ESG sebagai Model Bisnis

Jakarta, TopBusiness — PT Insight Investments Management (IIM) menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan investasi dan filantropi sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan nilai jangka panjang tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of CSR PT Insight Investments Management, Muhammad Isnaini Setiawan, dalam presentasi penjurian TOP CSR Awards 2026. Hadir pula Dhanang A. Satrio (Head of Investment) dan Gusti Phinandita Arifin (Head of Internal Audit).

Dalam paparannya, Isnaini menjelaskan bahwa sejak awal berdiri perusahaan mengembangkan model bisnis investasi yang berbeda dibandingkan perusahaan manajer investasi pada umumnya.

Menurut Isnaini, perusahaan tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga berupaya menciptakan dampak sosial melalui integrasi investasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Sejak awal berdiri, Insight mengembangkan model bisnis investasi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga menciptakan dampak sosial melalui integrasi investasi dan filantropi,” ujar Isnaini dalam presentasinya yang membawa materi berjudul Creating Long Therm Value Through Responsible Investment and ESG Commitment.

Pendekatan tersebut sejalan dengan tema ajang penilaian tahun ini yaitu penyelarasan CSR dan ESG untuk menciptakan nilai perusahaan jangka panjang dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Model Investasi Berdampak Sosial

PT Insight Investments Management berdiri pada 2003 dan memperoleh izin sebagai manajer investasi pada 2004. Seiring perkembangan perusahaan, Insight terus memperkuat kapabilitas bisnisnya melalui berbagai inovasi, termasuk pembentukan unit pengelolaan investasi syariah pada 2018 serta digitalisasi transaksi reksa dana melalui platform InvestasiIN pada 2023.

Visi perusahaan adalah “Transforming Investment to Social Impact”, yang menekankan bahwa investasi tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui model bisnis tersebut, sebagian dari manajemen fee yang diperoleh perusahaan dialokasikan untuk mendukung berbagai program sosial dan pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA:   Bank Sampah Prabumulih, Program CSR Andalan PLN UID Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu

“Investor tetap memperoleh imbal hasil secara penuh, tetapi melalui investasi yang mereka lakukan, sebagian dari manajemen fee kami alokasikan untuk mendukung berbagai program sosial di masyarakat,” kata Isnaini.

Sebagai perusahaan manajer investasi, aktivitas utama Insight adalah mengelola dana investor ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Namun perusahaan juga mengembangkan produk investasi berbasis filantropi yang secara langsung terhubung dengan program sosial.

123 Produk Reksa Dana Filantropi

Isnaini mengungkapkan bahwa sejak berdiri hingga 2025, Insight telah menerbitkan 123 produk reksa dana berbasis filantropi. Dana yang dialokasikan untuk program CSR dari produk tersebut telah mencapai sekitar Rp119 miliar.

Jumlah tersebut bahkan setara dengan sekitar 156 persen dari total laba bersih perusahaan sejak 2005.

“Ini menunjukkan bagaimana integrasi CSR dengan model bisnis perusahaan benar-benar kami jalankan secara nyata,” ujar Isnaini.

Melalui skema tersebut, dana CSR berasal dari produk investasi masyarakat yang kemudian dikelola bersama mitra pelaksana program, termasuk organisasi non-pemerintah dan lembaga sosial.

Program-program tersebut diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional serta target United Nations Sustainable Development Goals (SDGs).

Integrasi ESG dalam Tata Kelola

Selain program CSR, Insight juga mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam tata kelola perusahaan dan proses investasi.

Perusahaan memastikan bahwa keputusan investasi dilakukan secara etis, transparan, dan bertanggung jawab melalui mekanisme Komite Investasi. Faktor ESG juga dimasukkan dalam kerangka Enterprise Risk Management perusahaan.

Menurut Isnaini, perusahaan mempertimbangkan berbagai risiko non-keuangan seperti risiko perubahan iklim, risiko sosial, risiko tata kelola, hingga risiko reputasi dalam proses pengelolaan investasi.

“Kami juga melakukan negative screening terhadap emiten yang tidak sejalan dengan prinsip ESG serta melakukan monitoring portofolio secara berkala melalui stress test dan liquidity risk assessment,” katanya.

BACA JUGA:   PUPR Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia

Selain itu, perusahaan juga mematuhi berbagai regulasi terkait keberlanjutan, termasuk ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta prinsip investasi bertanggung jawab dari United Nations Principles for Responsible Investment.

Program Energi Terbarukan dan Literasi Keuangan

Salah satu program unggulan yang dikembangkan perusahaan adalah pengembangan energi terbarukan melalui produk investasi tematik, seperti Insight Renewable Energy Fund.

Program ini tidak hanya memberikan peluang investasi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai proyek energi bersih di tingkat komunitas.

Salah satu contohnya adalah proyek pengolahan limbah organik menjadi biogas di Sukabumi yang memanfaatkan limbah dapur MBG hingga sekitar 100 kilogram per hari. Limbah tersebut diolah menjadi energi alternatif untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi emisi karbon.

“Melalui produk investasi seperti Insight Renewable Energy, masyarakat bisa ikut berkontribusi terhadap pengembangan energi terbarukan bahkan mulai dari investasi sebesar Rp100 ribu,” ujar Isnaini.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan berbagai inisiatif energi bersih lainnya seperti pemanfaatan solar panel, pengembangan biogas komunal di desa, serta penggunaan kendaraan listrik untuk operasional perusahaan.

Selain energi terbarukan, perusahaan juga aktif menjalankan program literasi keuangan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai program edukasi investasi yang melibatkan masyarakat umum, pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat rentan.

Insight juga menjalankan program inklusif yang memberikan kesempatan kepada masyarakat dengan keterbatasan fisik, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat di daerah tertinggal, untuk berpartisipasi dalam program sosial dan investasi.

Program pemberdayaan juga dilakukan di lembaga pemasyarakatan melalui pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi warga binaan.

Penguatan Budaya Keberlanjutan di Internal

Komitmen keberlanjutan juga diterapkan dalam pengelolaan sumber daya manusia perusahaan.

Insight menjalankan program employee engagement bernama Insight Volunteer for Everyone yang mendorong keterlibatan karyawan dalam berbagai kegiatan sosial perusahaan. Melalui program ini, karyawan didorong untuk aktif terlibat dalam kegiatan sukarela, termasuk program pendidikan dan seleksi penerima beasiswa.

BACA JUGA:   Kandidat Peraih TOP CSR Awards 2026, Ini CSR Unggulan PT Multi Nitrotama Kimia

Perusahaan juga memperkuat kapasitas SDM dalam isu keberlanjutan melalui berbagai pelatihan terkait ESG dan responsible investment.

Salah satunya melalui pelatihan “Understanding ESG: Navigating Sustainable and Responsible Investment” yang diselenggarakan bekerja sama dengan Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti.

Selain itu, perusahaan juga mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan terkait literasi dan inklusi keuangan berkelanjutan.

Insight juga mendorong kesetaraan gender dalam kepemimpinan perusahaan. Saat ini keterwakilan perempuan di tingkat manajerial mencapai sekitar 37 persen. Sementara di jajaran direksi, satu dari tiga anggota direksi merupakan perempuan.

Menurut Isnaini, keberagaman gender dalam kepemimpinan menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG dan tata kelola yang inklusif.

Pengukuran Dampak Sosial

Untuk memastikan efektivitas program CSR, perusahaan juga melakukan pengukuran dampak sosial menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Penghitungan tersebut dilakukan bekerja sama dengan CECT Universitas Trisakti.

Beberapa proyek sosial yang dijalankan di Labuan Bajo dan Lombok menunjukkan rasio dampak sosial masing-masing sebesar 1,87 dan 1,72. Artinya setiap satu rupiah investasi sosial yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat sosial lebih dari satu setengah kali lipat.

“Pengukuran ini penting agar investor dapat melihat secara transparan bagaimana program CSR yang didukung melalui investasi mereka memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Isnaini.

Implementasi CSR dan ESG yang konsisten turut mendukung reputasi perusahaan di industri pasar modal. Dalam dua tahun terakhir atau 2024 dan 2025, Insight Investments Management meraih penghargaan TOP CSR Awards # Star 5. Tahun ini, perusahaan juga kembali terpilih menjadi kandidat peraih TOP CSR Awards 2026.

Tags: PT Insight Investments ManagementTOP CSR Awards 2025TOP CSR Awards 2026
Previous Post

GPSO Jajaki Akuisisi Jumbo, Incar Rights Issue Sebagai Solusi Pendanaan

Next Post

SKK Migas Saksikan Penandatanganan Lima Amandemen PJBG Terproses untuk Mendukung Pelaporan Lifting NGL

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR