TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Antisipasi Kepadatan Logistik Lebaran 2026, Pelindo Batasi Kapal dan Truk di Pelabuhan

Nurdian Akhmad
11 March 2026 | 15:18
rubrik: Ekonomi
Pelabuhan Pelindo II Normal Pascagempa Banten

Foto: BeritaDaerah id

Jakarta, TopBusiness — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat kesiapan operasional pelabuhan di seluruh Indonesia untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Persiapan dilakukan tidak hanya untuk layanan penumpang, tetapi juga untuk mengantisipasi lonjakan arus barang yang biasanya meningkat menjelang libur panjang Idulfitri.

Direktur Operasi Prasetyadi mengatakan, Pelindo mengelola lebih dari 100 pelabuhan di seluruh Indonesia yang melayani berbagai aktivitas logistik, mulai dari peti kemas, barang umum, hingga pergerakan penumpang.

“Kami mengelola lebih dari seratus pelabuhan yang melayani pergerakan peti kemas, barang maupun penumpang. Karena itu, kami sangat berkepentingan untuk memastikan proses angkutan Lebaran berjalan lancar, baik untuk logistik maupun penumpang,” kata Prasetyadi dalam Forum Diskusi Denpasar 12 edisi ke-268 bertema Persiapan Mudik Lebaran 2026, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, salah satu titik perhatian utama adalah aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia. Menjelang Lebaran, aktivitas ekspor biasanya meningkat karena banyak pabrik yang mempercepat pengiriman barang sebelum masa libur panjang.

“Pada masa menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas ekspor karena pabrik akan tutup. Akibatnya, para pelaku industri berupaya memasukkan kontainer ke pelabuhan sebelum libur dimulai. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam menjaga kelancaran operasional,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan seperti yang pernah terjadi sebelumnya di kawasan pelabuhan, Pelindo menyiapkan sejumlah strategi pengelolaan lalu lintas logistik. Salah satunya adalah pengaturan trafik dan kapasitas terminal dengan berkoordinasi bersama aparat kepolisian.

Pelindo juga akan membatasi kapal dan arus barang yang masuk jika kapasitas terminal sudah mendekati batas maksimum. Pemerintah sendiri telah menetapkan indikator rasio okupansi lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) sebesar 65 persen dari kapasitas terminal.

BACA JUGA:   SIG dan Pelindo Perkuat Sinergi

“Selama masa Lebaran, kami meminta relaksasi kepada pemerintah agar YOR bisa mencapai hingga 70 persen. Dengan kapasitas penumpukan yang lebih besar, kontainer tidak menumpuk di jalan sehingga kemacetan di sekitar pelabuhan dapat dikurangi,” jelas Prasetyadi.

Selain itu, Pelindo juga akan melakukan pengaturan jadwal sandar kapal melalui sistem pengendalian pelabuhan. Jika kapasitas terminal mendekati batas maksimum, kapal yang datang akan diminta menunggu sementara di area labuh hingga kondisi terminal kembali normal.

Untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan truk logistik, Pelindo menyiapkan delapan buffer zone atau area penyangga di sekitar kawasan pelabuhan. Area ini berfungsi menampung kendaraan logistik yang datang lebih awal sebelum mendapatkan jadwal masuk ke terminal.

“Buffer zone ini penting agar truk tidak menumpuk di jalan sekitar pelabuhan. Jika ada lonjakan trafik, kendaraan akan ditampung terlebih dahulu di area tersebut,” katanya.

Pelindo juga mengoptimalkan penggunaan sistem digital Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur jadwal kedatangan truk ke terminal. Sistem ini memungkinkan pengaturan waktu kedatangan kendaraan sehingga tidak terjadi penumpukan dalam satu waktu.

Selain itu, identifikasi truk juga akan dilakukan menggunakan sistem ID kendaraan yang seragam untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian arus logistik.

Sebagai langkah tambahan, Pelindo menyiapkan empat unit mobil derek di sekitar kawasan pelabuhan. Kendaraan ini disiapkan untuk mengantisipasi truk yang mengalami gangguan di jalan sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

“Jika ada truk yang mengalami mogok di sekitar pelabuhan, mobil derek akan segera mengevakuasi agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujar Prasetyadi.

Di sisi tarif, Pelindo juga memberikan insentif kepada pengguna jasa pelabuhan selama periode Lebaran. Salah satunya berupa potongan tarif hingga 20 persen untuk sejumlah layanan pelabuhan.

BACA JUGA:   Uang Beredar Maret: Rp 6440,5 Triliun

Bahkan untuk beberapa layanan tertentu yang terkait dengan angkutan Lebaran, tarif sandar kapal diberikan secara gratis guna meringankan beban operator dan mempercepat distribusi logistik.

Selain fokus pada logistik, Pelindo juga mempersiapkan layanan bagi penumpang kapal laut yang diperkirakan meningkat selama musim mudik. Tahun ini, arus penumpang diproyeksikan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2025.

Secara total, Pelindo memperkirakan sekitar 2,5 juta penumpang akan menggunakan terminal penumpang di pelabuhan yang dikelola perusahaan selama periode mudik Lebaran 2026.

Beberapa pelabuhan dengan pergerakan penumpang terbesar antara lain Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Makassar, serta Pelabuhan Balikpapan.

Untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, Pelindo menyiapkan berbagai fasilitas tambahan di terminal seperti tenda penumpang, kursi tunggu, toilet, serta peningkatan jumlah petugas operasional.

Selain itu, sistem keamanan juga diperkuat melalui penambahan peralatan seperti X-ray dan walk-through metal detector di terminal penumpang.

“Pelindo pada dasarnya menyediakan infrastruktur pelabuhan, sementara kapal dioperasikan oleh perusahaan pelayaran. Karena itu, kami juga terus berkoordinasi dengan operator kapal agar pelayanan kepada masyarakat selama mudik Lebaran dapat berjalan optimal,” kata Prasetyadi.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, kepolisian, serta pemangku kepentingan logistik menjadi kunci dalam memastikan kelancaran arus mudik dan distribusi barang selama periode Lebaran.

“Dengan berbagai langkah tersebut, kami berharap operasional pelabuhan selama masa mudik Lebaran dapat berjalan lancar, baik untuk pergerakan logistik nasional maupun mobilitas masyarakat,” ujar Prasetyadi.

Tags: pelabuhan tanjung priokPelindo
Previous Post

Perjalanan Kereta Naik 2,1 Persen, KAI Siapkan 61,8 Juta Kursi untuk Mudik Lebaran 2026

Next Post

Naik 3,14%, PGEO Targetkan Produksi Listrik Capai 5.255 GWh di Tahun Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR