Jakarta, TopBusiness – Sebagai salah satu produsen baja terbesar di Indonesia, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) tidak hanya berperan dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Perusahaan pelat merah yang berbasis di Cilegon, Banten ini juga berupaya menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan kegiatan bisnisnya.
Melalui pendekatan yang berorientasi pada keberlanjutan, Krakatau Steel mengembangkan berbagai inisiatif sosial yang tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.
Hal ini seperti disampaikan oleh Andri, Manager Community Development Krakatau Steel dan Apud, Kepala Divisi Finance Community Development Krakatau Steel saat mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2026, yang digelar secara online, Kamis (12/3/2026).
“Fokus kami adalah memastikan bahwa program CSR benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Andri.
Menurutnya, pendekatan CSR perusahaan tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga selaras dengan kompetensi inti perusahaan sebagai produsen baja nasional.
Saat ini kapasitas produksi utama Krakatau Steel meliputi: Hot Rolled Coil (HRC) dengan kapasitas sekitar 2 juta ton per tahun dan Cold Rolled Coil (CRC) kapasiatsanya sekitar 700 ribu ton per tahun.
“Produk-produk tersebut kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai bentuk turunan seperti plate dan sheet steel yang digunakan oleh berbagai sektor industry,” tutur Andri.
CSR yang Terintegrasi dengan Bisnis
Sebagai perusahaan yang bergerak di industri baja, Krakatau Steel melihat CSR bukan hanya sebagai kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari strategi perusahaan untuk berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Andri menjelaskan, setiap program CSR dirancang agar memiliki keterkaitan dengan produk dan kemampuan industri perusahaan.
“Program-program yang kami jalankan berupaya memanfaatkan kekuatan Krakatau Steel sebagai produsen baja, sehingga selain membantu masyarakat juga dapat menjadi contoh penerapan produk baja dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Pendekatan ini sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan pemerintah, terutama dalam sektor infrastruktur dan perumahan.
Beberapa program unggulan adalah:
- Program Rumah Modular
Salah satu program CSR unggulan Krakatau Steel adalah pembangunan rumah modular berbasis baja.
Sejak 2023 hingga 2025, perusahaan telah membangun sekitar 100 unit rumah modular bagi masyarakat.
Rumah tersebut menggunakan rangka baja produksi Krakatau Steel dengan sistem konstruksi modular yang memungkinkan proses pembangunan berlangsung cepat.
“Rumah modular ini dapat dibangun dalam waktu sekitar 11 hari hingga siap dihuni,” jelasnya.
Selain cepat, rumah modular ini juga memiliki struktur yang kuat karena menggunakan material baja berkualitas.
Program ini juga menjadi semacam etalase teknologi konstruksi baja, yang menunjukkan bagaimana material baja dapat digunakan untuk pembangunan rumah secara efisien.
Nilai pembangunan satu unit rumah modular berkisar antara Rp76 juta hingga Rp85 juta, tergantung spesifikasi dan lokasi pembangunan.
2. Membangun Jembatan di Daerah Terpencil
Kontribusi sosial Krakatau Steel juga menjangkau wilayah terpencil. Tercatat, perusahaan membangun dua jembatan gantung di wilayah pedalaman Banten, sekitar 270 kilometer dari Cilegon. Pembangunan jembatan ini dilakukan bekerja sama dengan relawan masyarakat.
Program ini bertujuan membuka akses masyarakat desa yang sebelumnya harus menempuh jalur berbahaya untuk menyeberangi sungai.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur dasar seperti jembatan dapat membantu meningkatkan mobilitas masyarakat di daerah terpencil,” kata Andri.
Menariknya, sebagian material jembatan menggunakan produk baja yang masih layak pakai dari proses industri, sehingga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan material perusahaan.
Proyek pembangunan jembatan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan dan kini telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat
3. Memberdayakan Pesantren melalui Greenhouse
Selain pembangunan infrastruktur, Krakatau Steel juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan greenhouse di lingkungan pesantren.
Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pesantren untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan pangan.
Perusahaan membangun greenhouse berukuran sekitar 16 x 18 meter untuk budidaya melon hidroponik.
“Kami tidak hanya membangun fasilitasnya, tetapi juga memberikan pendampingan mulai dari penanaman, pelatihan hingga pemasaran hasil panen,” ujar Andri lagi.
Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan dalam beberapa siklus panen dan mulai dikelola secara mandiri oleh pihak pesantren.
“Harapannya, program ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pesantren dan masyarakat sekitar,” kata Andri.
Fokus pada Dampak Berkelanjutan
Krakatau Steel menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama dalam pelaksanaan CSR.
Setiap program yang dijalankan dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
“Bagi kami, CSR bukan sekadar bantuan sesaat. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Andri lagi.
Karena itu, perusahaan juga secara rutin melakukan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan.
Melalui proses tersebut, Krakatau Steel dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih tepat dan merancang program yang relevan.
Dukungan terhadap Prinsip ESG
Sebagai perusahaan industri berat, Krakatau Steel juga berupaya menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasionalnya.
Berbagai inisiatif dilakukan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi penggunaan air, serta mengelola limbah industri secara lebih bertanggung jawab.
Langkah ini menjadi penting mengingat industri baja seringkali dianggap memiliki dampak lingkungan yang cukup besar.
Namun melalui inovasi teknologi dan tata kelola yang baik, perusahaan berupaya menjalankan operasional yang lebih ramah lingkungan.
Membangun Kepercayaan Publik
Upaya transformasi yang dilakukan Krakatau Steel, termasuk melalui program CSR, juga berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan publik dan investor terhadap perusahaan.
Meski saat ini perusahaan sedang menjalani proses restrukturisasi, berbagai langkah perbaikan yang dilakukan mendapat respons positif dari pasar.
“Dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, saham Krakatau Steel tercatat mengalami kenaikan hingga sekitar 250 persen,” katanya.
Sebagai perusahaan baja nasional, Krakatau Steel ingin memastikan bahwa keberadaannya tidak hanya memberi manfaat bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Melalui berbagai program CSR yang terus dikembangkan, perusahaan berharap dapat menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.
“Kepercayaan masyarakat dan investor tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.
