Jakarta, TopBusiness — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026. Sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis kelistrikan, PT PLN UIT JBB dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, (12/3/2026).
Hadir dalam Penjurian, Manager Komunikasi & TJSL Gita Kurniawan Ginting dan Asisten Manager TJSL Ika Angelika. Dalam Penjurian, Gita Kurniawan Ginting menyatakan bila perusahaan mengembangkan program CSR dengan salah satu fokus utamanya, mengurangi dampak risiko tidak memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi masyarakat. Selain itu, perusahaan juga menyelaraskan program CSR dengan ESG untuk memperkuat nilai Korporasi Jangka Panjang dan Pembangunan Berkelanjutan.
Dari banyak program CSR yang dihadirkan, terdapat 7 program CSR Unggulan yang dikembangkan perusahaan selama tahun 2024 dan 2025. Ketujuh program CSR unggulan tersebut adalah: 1. Kampung Tangguh RW 09 Penggilingan (2025). 2. UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya (2025). 3. Digitalisasi Pendidikan Sekolah Khusus An Nur (2025). 4. Pemanfaatan FABA sebagai pupuk dan Paving Block untuk Wisata Petik Melon di bawah jaringan SUTT 150 kV (2025). 5. Pengembangan Bank Sampah Cipta Lestari (2024). 6. Pengembangan Creative Disability (2024). 7. Pengembangan Kampung Ramah Lingkungan 27 (2024). Dari ketujuh program CSR tersebut, program UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya menjadi salah satu program kebanggaan perusahaan karena dapat menjadi program rujukan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Program Unggulan: UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya
Program UMK Electrifying Agriculture “Urang Baraya Berdaya” berlokasi di RW 01 Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Program CSR ini dihadirkan melalui pendekatan berbasis komunitas dan tidak hanya bersifat bantuan, tetapi mampu menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Program UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya yang memiliki total anggaran sebesar Rp203.202.000 ini, dicatat memilik 3 tujuan. Pertama. Meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat. Kedua. Melestarikan kearifan lokal dan potensi ekonomi mikro. Ketiga. Meningkatkan hasil panen hingga 60% melalui urban farming.
Untuk mencapai tujuan tersebut, PLN UIT JBB kemudian melakukan sejumlah intervensi program. Dimana diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Membangun prasarana Electrifying Agriculture, termasuk pembangunan green house, bioflok, dan sumur satelit. 2. Menyediakan bibit tanaman dan sarana pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas. 3. Menghadirkan pelatihan pengelolaan pertanian dan perikanan bagi masyarakat. 4. Mengembangkan kegiatan urban farming dan budidaya ikan yang melibatkan kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani.
Semua penyerahan bantuan program TJSL tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, seperti Kepala Dinas DKP, Camat Karawaci, Lurah Pabuaran Tumpeng, serta jajaran PLN UIT JBB dan UPT Duri Kosambi.
Dampak dan Pengembangan Program
Program Urang Baraya dirancang sebagai program pemberdayaan jangka menengah yang dilaksanakan secara bertahap. Dimana pada tahun pertama, fokus kegiatan adalah tahap inisiasi. Yaitu, Penyediaan fasilitas pendukung Electrifying Agriculture, Pelaksanaan pelatihan pertanian dan perikanan, serta Pembangunan infrastruktur utama seperti greenhouse dan bioflok.
“Program selanjutnya memasuki fase stabilisasi dan penguatan usaha. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut. Pemantauan penerapan teknologi Electrifying Agriculture; Pengolahan hasil produksi menjadi produk bernilai tambah; Pengembangan strategi pemasaran dan branding produk. Terakhir, Penguatan jaringan kemitraan,” kata Gita.
Dalam jangka panjang, program yang secara langsung menyasar 62 penerima manfaat, terdiri dari 37 laki-laki dan 25 perempuan, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi ini, ditargetkan mampu mampu menghadirkan banyak dampak positif. Seperti misalnya: Meningkatkan omzet dan skala usaha hingga 60%. Menghasilkan berbagai produk UMKM, seperti minuman berbahan jagung, kembang telang, infus water, dan kopi. Menjadikan Urang Baraya sebagai UMK percontohan pengembangan Electrifying Agriculture di Kota Tangerang
Selain itu, kawasan juga mulai berkembang sebagai kampung tematik berbasis lingkungan, dengan berbagai aktivitas masyarakat seperti urban farming, kegiatan Kelompok Wanita Tani, hingga kegiatan sosial seperti pesantren kilat bagi masyarakat sekitar. “Program UMK Electrifying Agriculture Urang Baraya yang dilaksanakan PLN UIT JBB menunjukkan bahwa implementasi CSR yang terintegrasi dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan”, pungkas Gita.
