TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Taspen Life Manfaatkan IT untuk Terapkan GRC

Editor
8 July 2022 | 16:50
rubrik: Event, GCG
Taspen Life Manfaatkan IT untuk Terapkan GRC

Jakarta, TopBusiness – PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) merupakan anak perusahaan PT Taspen (Persero) yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Sejalan dengan bisnis yang dijalankannya, Taspen Life memiliki visi untuk menjadi perusahaan asuransi jiwa terpilih dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Adapun misi yang dicanangkan perusahaan, yakni menyediakan layanan yang profesional, cepat, tanggap, akurat serta mampu memberi nilai tambah bagi Para Pesertanya.

Berdiri sejak 26 Februari 2014, sepak terjang Taspen Life di bisnis asuransi jiwa terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari asset perusahaan yang meningkat.

“Secara aset, kita memang meningkat signifikan semenjak tahun 2018, berawal dari Rp2,7 triliun, kemudian di tahun 2018 menjadi Rp3,04 triliun, dan hari ini (tahun 2021) Rp6,02 triliun. Liabilitas dari Rp2,3 triliun, kemudian juga peningkatan terjadi di 2018 Rp3,054 triliun. Kemudian di tahun 2021 Rp5,4 triliun. Equitas tidak bergerak banyak dari Rp355 miliar di tahun 2015, dan di tahun 2021 (menjadi) Rp579 miliar,” ungkap Kristiyanto, Direktur SDM, TI dan Kepatuhan PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) dalam sesi penjurian TOP GRC 2022 yang digelar Majalah Top Business secara virtual, Senin (04/06/2022).

Sementara untuk laba pun demikian, dari tahun 2015 hingga 2021, Taspen Life juga terus mencetak laba, meski sempat mengalami penurunan pada tahun 2020. Untuk diketahui, pada tahun 2020 Taspen Life meraih laba sebesar Rp10,19 miliar atau menurun jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. ”Di (tahun) 2020 (laba) agak turun karena pandemi jadi Rp10,19 miliar, dan Alhamdulillah di tahun 2021 kita bisa naik lagi di Rp63 miliar,” kata Kristiyanto.

Dari sisi pendapatan, sebagaimana diungkap Kristiyanto, untuk produk asuransi jiwa individu di tahun 2021 Taspen Life mendapatkan premi Rp453 miliar. Dan untuk premi untuk produk Asuransi Kumpulan Rp806 miliar, jadi secara total di tahun 2021 pendapatan preminya menjadi Rp1,2 triliun.

BACA JUGA:   BPJS Kesehatan Implementasi GRC di Semua Lapis

Secara umum, dari sisi kinerja keuangan, Kristiyanto tak menampik bahwasanya pandemi Covid-19 mempengaruhi kinerja perusahaan. ”Sekilas dari gambaran laba, kita melihat bahwa di tahun 2020 ada penurunan, sehingga secara otomatis itu bisa terlihat bahwa Covid-19 di awal-awal akan mempengaruhi. Tapi di tahun 2021, kita bisa mencapai pertumbuhan yang lebih baik lagi,” tandasnya.

Lebih lanjut Kristiyanto mengatakan bahwasanya di awal-awal pandemic Covid-19 perusahaan sempat gagap. Hal itu lantaran saat penetrasi pasar, yang biasanya dilakukan secara face to face, harus dilakukan secara online.

“Di awal-awal online mungkin gagap di tahun 2020-nya, sehingga terjadi gap, belum terbiasa penjualan lewat online dan pasar juga mungkin terbiasanya tatap muka sehingga ada gap di 2020. Di tahun 2021 kita sudah bergerak lebih baik dalam penetrasi pasarnya,” ujarnya.

Penerapan GRC

Meski sebagai perusahaan yang bergerak di industri asuransi, Taspen Life masih relatif berusia muda, namun demikian perusahaan ini tidak mengenyampingkan aspek GRC (Governance, Risk, and Compliance) dalam sepak terjangnya selama ini.

Dalam implementasi manajemen risiko, misalnya, perusahaan telah melakukan apa yang disebut sebagai identifikasi risiko. ”Ini biasanya kita lakukan di setiap akhir tahun, untuk melakukan risk profile di awal tahun, pendekatannya adalah bottom up, tapi juga kita menggunakan top down juga untuk penyusunan RKAP-nya,” ujar Kristiyanto.

Lebih lanjut, Kristiyanto membeberkan bahwa dalam penerapan risk manajemen, Taspen Life sudah mengacu kepada ISO 31000. Adapun Risk Management Guidelines dalam proses Manajemen: PT Asuransi Jiwa Taspen terdiri dari: Penetapan Konteks Risiko, Penentuan Kriteria Risiko, Asesmen Risiko, Penanganan Risiko, Komunikasi dan Konsultasi, serta Monitoring dan Review.

Sejauh ini, berdasarkan pengukuran Risk Maturity Level yang dilakukan di tahun 2021, skor yang diperoleh Taspen Life adalah 2,17 dari angka (skala) 5,0.

BACA JUGA:   Terapkan GRC, PT PII Jalankan Manajemen Risiko Sejak Tahap Perencanaan Proyek

Untuk penerapan Three Lines of Defense, saat ini seperti dikatakan Kristiyanto, Taspen Life sedang diskusi juga dengan induk (perusahaan) untuk penerapan Three Lines of Defense dalam bentuk aplikasinya. “Kita sedang membangun aplikasi Three Lines of Defense ini, dan kita berharap nanti bisa turun (dipakai) di anak (perusahaan),” tandasnya.

Nantinya, lanjut Kristiyanto ada tiga layer yang dipakai untuk mengidentifikasi risikonya, antara lain first line defense, second line defense, dan third line defense. “Kita berharap di 2022 bisa mengimplementasikan ini,” singkatnya.

Berlanjut ke soal penerapan manajemen kepatuhan. Dalam hal ini, Taspen Life memiliki beberapa mekanisme kepatuhan, antara lain:

  • Memastikan Organ Perusahaan dan Pemegang Saham serta jajaran di bawahnya agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi pada etika yang tinggi.
  • Secara konsisten menjalankan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik dalam setiap kegiatan usaha pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.
  • Melengkapi Standar Operasional Prosedur secara bertahap mengikuti dinamika bisnis perusahaan.

Adapun untuk kriteria keberhasilan implementasi Kepatuhan antara lain perusahaan menjadi lebih sehat, dapat diandalkan, amanah dan kompetitif; perusahaan patuh pada peraturan perundang-undangan; perusahaan memiliki kesadaran atas tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap Pemangku Kepentingan maupun kelestarian lingkungan; mengoptimalkan nilai Perusahaan bagi Pemangku Kepentingan khususnya Pemegang Polis, Tertanggung, Peserta, dan atau pihak yang berhak memperoleh manfaat.

Masih dalam paparannya di hadapan para juri, Kristiyanto juga mengungkap hal yang berkaitan dengan implementasi GRC terintegarasi. Mekanisme penerapaan GRC teritegrasi yang ditempuh adalah perusahaan melakukan harmonisasi antara SOP lintas Divisi sehingga proses kegiatan di unit kerja menjadi harmonis dan memberikan outcomes yang optimal atas kegiatan dari unit kerja-unit kerja dalam perusahaan. Dan di samping itu, SOP yang ada diupayakan agar selalu diperbarui sesuai dengan perubahan-perubahan yang diatur oleh Otoritas dan internal perusahaan.

BACA JUGA:   Jaga Kelangsungan Usaha PT Bumi Resources Tbk Terus Perkuat Program ESG

“Contoh penerapan GRC Terintegarasi adalah kita melakukan audit mutu internal untuk memastikan bahwa SOP yang dibuat sudah sesuai dengan implementasi di lapangan. Kemudian kita juga ada kajian-kajian (permintaan pendapat) dari GRC terhadap keputusan-keputusan yang keluar dari manajemen,” ujar Kristiyanto.

Sementara dalam hal dukungan teknologi dalam bisnis dalam penerapan GRC, Kristiyanto menegaskan bahwa karena (saat ini) eranya sudah era digital, maka kebutuhan terhadap digitalisasi menjadi mandatory.

“Kita sudah kembangkan baik dari sisi mobile apps maupun di dalam ekosistemnya, supaya percepatan layanan, percepatan untuk memperoleh informasi itu bisa kita sajikan di dalam aplikasi, termasuk pembayaran-pembayaran asuransi oleh para peserta. Dan juga Whistleblowing System (WBS) ini juga kita buat di dalam aplikasinya,” pungkasnya.

Penulis: Fauzi

Tags: TOP GRC Awards 2022
Previous Post

Pefindo Catat Penerbitan EBUS di Semester I Masih Tinggi, Mayoritas untuk Refinancing

Next Post

PBAS Nilai GRC bisa Ciptakan Kinerja Operasi Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR