Jakarta, TopBusiness – Tren akomodasi berbasis alam (nature-based stay) di kawasan dataran tinggi Bali menunjukkan pertumbuhan yang positif. Salah satunya tercermin dari minat wisatawan terhadap penginapan seperti Nirata Treehouse dan Calidas Hills yang menawarkan pengalaman menginap menyatu dengan alam.
Berlokasi di kawasan Kintamani, kedua properti ini memanfaatkan keunggulan lanskap pegunungan dengan panorama Gunung Batur sebagai daya tarik utama. Suasana pagi yang tenang dengan kabut tipis dan udara sejuk menjadi nilai tambah yang banyak dicari wisatawan, khususnya pasar mancanegara.
Pengelola menghadirkan konsep kabin kayu dengan sentuhan natural yang dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman berbeda dibandingkan hotel konvensional. Fasilitas seperti kolam air hangat, area bersantai dengan musik vinyl, serta dapur mandiri (kitchen) menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan length of stay tamu.
Selain itu, lokasi yang strategis memungkinkan tamu mengakses berbagai aktivitas wisata berbasis alam. Mulai dari sunrise jeep tour menuju kawasan Gunung Batur, cycling di desa sekitar, hingga trekking dan canoeing di danau setempat.
Kombinasi antara akomodasi unik dan akses ke aktivitas outdoor dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi. Hal ini juga sejalan dengan tren pariwisata global yang mengarah pada pengalaman autentik dan berkelanjutan.
Sejumlah pelaku industri menilai, konsep seperti yang diusung Nirata Treehouse dan Calidas Hills berpotensi memperkuat positioning Kintamani sebagai destinasi alternatif selain kawasan pesisir Bali.
Dengan karakter pegunungan yang khas, kawasan ini dinilai mampu menarik segmen wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus pengalaman eksploratif.
Ke depan, pengembangan akomodasi berbasis pengalaman (experience-driven hospitality) diperkirakan akan terus tumbuh, seiring perubahan preferensi wisatawan yang tidak hanya mengejar kenyamanan, tetapi juga nilai pengalaman selama perjalanan.
