Jakarta, TopBusiness – Distribusi alat berat, PT United Tractors Tbk (kode emiten: UNTR) melaporkan hasil pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham.
Menurut Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, merujuk pada Keterbukaan Informasi Perseroan perihal Rencana Pembelian Kembali Saham dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan tanggal 22 Januari 2026, disampaikan bahwa Perseroan akan melaksanakan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah) yang tidak akan melebihi 20% (dua puluh persen) dari modal disetor dan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% (tujuh koma lima persen) selama periode tanggal 22 Januari 2026 sampai dengan 15 April 2026. Dana tersebut tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan Pembelian Kembali Saham.
“Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini, Perseroan telah membeli kembali saham sebanyak 36.406.300 (tiga puluh enam juta empat ratus enam ribu tiga ratus) lembar saham dengan nilai Rp1.056.340.137.312 (satu triliun lima puluh enam miliar tiga ratus empat puluh juta seratus tiga puluh tujuh ribu tiga ratus dua belas Rupiah),” kata Ari dalam website idx.co.id, di Jakarta, hari ini.
Berdasarkan total pembelian kembali saham tersebut, sisa dana pembelian kembali saham Perseroan adalah sebesar Rp943.659.862.688 (sembilan ratus empat puluh tiga miliar enam ratus lima puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh dua ribu enam ratus delapan puluh delapan Rupiah).
“Sesuai pertimbangan dari manajemen Perseroan, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Pembelian Kembali Saham terhitung sejak tanggal 31 Maret 2026,” pungkas Ari.
