Jakarta, TopBusiness — Di tengah geliat aktivitas bisnis di sektor kelapa sawit dan turunannya, PT Pelita Agung Agrindustri (Permata Hijau Group) tidak mengenyampingkan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat, lewat program CSR yang dijalankan.
Perusahaan yang beroperasi di Jalan Lintas Duri–Dumai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau ini mengembangkan pendekatan CSR yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga menyasar aspek sosial dan lingkungan secara seimbang.
Supervisor Sustainability PT Pelita Agung Agrindustri (PAA), Samsuriana Hasibuan, menyampaikan bahwa strategi CSR perusahaan dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Kami dari PAA mempresentasikan Integrated CSR Strategy of Pelita Agung Agrindustri for Sustainable Impact,” ujarnya di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut Samsuriana menyatakan bahwa sebagai perusahaan yang berada di tengah masyarakat, PAA memandang keberadaannya membawa tanggung jawab untuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
“PT Pelita Agung Agrindustri berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan operasional yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan di sekitar perusahaan,” tandasnya.
Usung 4 Pilar
Program CSR PAA disusun sebagai bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat di sekitar wilayah operasional. Implementasinya mengacu pada empat pilar utama, yaitu Permata Cerdas, Permata Sehat, Permata Hijau, serta Permata Ekonomi dan Sosial.
Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya mengoptimalkan dampak positif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga penguatan ekonomi lokal.
PAA secara konsisten meraih penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2018 hingga 2025, yang mencerminkan kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
Adapun dalam menjalankan program CSR, PAA mengawali dengan pemetaan sosial (social mapping), salah satunya di Desa Bumbung, wilayah Ring-1 perusahaan. Desa ini memiliki latar belakang budaya yang kuat dengan keberadaan masyarakat adat Suku Sakai serta potensi ekonomi yang didominasi sektor perkebunan kelapa sawit dan karet.
Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan merancang program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti peningkatan produktivitas petani, pengembangan peluang ekonomi, serta pemberdayaan kelompok perempuan.
“Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mengurangi risiko sosial dan ekonomi,” jelas Samsuriana.
Pendekatan yang digunakan mengombinasikan kebijakan global perusahaan dengan kearifan lokal. Program disesuaikan dengan kondisi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, pelibatan aktif masyarakat, serta penguatan peran kelompok perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif.
Kelola Dampak Operasional
Sebagai perusahaan pengolahan minyak sawit dan turunannya, aktivitas operasional PAA memiliki potensi dampak terhadap lingkungan dan sosial. Dampak positif yang dirasakan masyarakat antara lain peningkatan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan petani melalui kemitraan, serta tumbuhnya usaha ekonomi lokal.
Namun demikian, perusahaan juga mengakui adanya potensi dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, gangguan sosial, serta ketergantungan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, perusahaan melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk pengelolaan emisi dan limbah secara berkala, penanaman pohon sebagai peredam polusi, serta pelaksanaan konsultasi dengan pemangku kepentingan.
Seluruh program CSR PAA dirancang secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan melalui musyawarah desa dan forum diskusi. Program juga disusun dengan pendekatan SMART, dengan indikator keberhasilan yang terukur seperti peningkatan pendapatan dan jumlah penerima manfaat.
Selain itu, perusahaan memastikan kesiapan sumber daya, baik dari sisi anggaran, SDM pendamping, maupun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga pelatihan.
Dalam pelaksanaannya, program CSR PAA mengedepankan pelibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama, didukung kolaborasi dengan pemerintah desa, LSM, dan koperasi lokal. Program juga dirancang adaptif terhadap dinamika lapangan serta dilengkapi sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur.
“Perusahaan menerapkan sistem pengendalian program yang terstruktur melalui mekanisme monitoring, evaluasi, serta pemanfaatan umpan balik secara berkelanjutan guna memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak optimal,” ujar Samsuriana.
Berdampak Nyata
Implementasi CSR PAA telah memberikan dampak nyata, terutama dalam peningkatan pendapatan masyarakat, akses pendidikan dan pelatihan, serta penguatan kelembagaan lokal.
Dari sisi sosial, program CSR turut menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, yang ditandai dengan minimnya konflik serta meningkatnya dukungan terhadap operasional perusahaan.
“Hal ini ditunjukkan dengan minimnya konflik sosial serta meningkatnya dukungan masyarakat terhadap keberadaan dan operasional perusahaan,” ungkapnya.
Selain itu, terbentuknya kelompok-kelompok lokal seperti organisasi ibu PKK menjadi indikator meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengelola kegiatan ekonomi dan sosial.
Program CSR Unggulan
Sebagai implementasi dari strategi tersebut, PAA menjalankan empat program CSR unggulan yang menjadi fokus utama.
Pertama, program Bantuan Beasiswa Pendidikan dalam pilar Permata Cerdas yang ditujukan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka akses pendidikan yang lebih luas.
Kedua, program Permata Sehat berupa pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita dan siswa sekolah dasar. Program ini difokuskan pada peningkatan status gizi dan pencegahan stunting, serta dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas.
Ketiga, program sunat massal yang juga berada dalam pilar Permata Sehat. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak serta mencegah penyakit.
Keempat, program pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan membatik bagi ibu-ibu PKK di Kecamatan Bathin Solapan. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga melestarikan budaya lokal melalui pengembangan motif khas Riau dan teknik ecoprint.
“Program CSR kegiatan membatik Ibu PKK Kecamatan Bathin Solapan merupakan kegiatan yang menampung kreativitas dan meningkatkan keterampilan dalam membuat batik serta melestarikan budaya lokal khas Riau,” jelas Samsuriana.
Ke depan, PAA menargetkan program CSR yang dijalankan mampu mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan kapasitas individu dan kelembagaan lokal. Perusahaan juga membuka peluang replikasi program ke wilayah lain dengan karakteristik serupa melalui dokumentasi praktik terbaik.
Melalui strategi CSR terintegrasi ini, PAA berupaya menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan tanggung jawab sosial, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
