Jakarta, TopBusiness – Kinerja Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan terus menunjukkan tren positif dan berkelanjutan. Sepanjang hampir satu dekade terakhir, BUMD air minum ini konsisten mencatatkan nilai kinerja kategori “Sehat”, dengan nilai 3,89 pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan solidnya fundamental keuangan, penguatan layanan pelanggan, serta keberhasilan transformasi digital yang menopang kinerja bisnis di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring, Kamis (12/02/2026), Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Arpiansyah menegaskan bahwa inovasi menjadi benang merah penguatan kinerja perusahaan, mulai dari pengelolaan keuangan, digitalisasi proses bisnis, hingga kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Visi kami adalah menjadi perusahaan yang unggul dalam penyediaan air minum yang berkualitas, berkelanjutan, dan terjangkau. Kami berada di wilayah perbatasan, sehingga kualitas layanan air minum menjadi bagian penting dari pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena itu, inovasi kami arahkan untuk menjaga kualitas, kontinuitas, dan efisiensi secara bersamaan,” ujar Arpiansyah.
Fundamental Keuangan Menguat, Rasio Sehat Terjaga
Dari sisi keuangan, Perumda Tirta Taka memperlihatkan penguatan kinerja yang terukur. Nilai aspek keuangan meningkat dari 0,98 pada 2024 menjadi 1,14 pada 2025. Rentabilitas perusahaan juga melesat, tercermin dari Return on Equity (ROE) 13,73% pada 2025, seiring laba setelah pajak Rp4,81 miliar dengan ekuitas Rp35,06 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan ROE 5,58% pada tahun sebelumnya.
Efisiensi operasional semakin solid. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan membaik menjadi 0,83, menandakan pengendalian biaya yang efektif. Dari sisi likuiditas, rasio kas 1.322,33% menunjukkan kemampuan perusahaan yang sangat memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Efektivitas penagihan pun terjaga, dengan tingkat penerimaan rekening air 96,50%.
Struktur permodalan yang sehat juga tercermin dari rasio solvabilitas 41,13%, dengan total aset Rp37,60 miliar dan total utang Rp914 juta. Capaian ini menegaskan ruang gerak perusahaan untuk terus berinvestasi dan memperluas layanan.
“Kami menjaga disiplin efisiensi biaya operasional agar tidak melebihi 95% dari pendapatan. Pendekatan ini kami jalankan tanpa mengorbankan kualitas layanan, sehingga kinerja keuangan dan kepuasan pelanggan bisa berjalan beriringan,” kata Arpiansyah.
Layanan Pelanggan Tumbuh, Respons Cepat Jadi Standar
Pada aspek pelayanan, nilai kinerja Perumda Tirta Taka meningkat dari 0,45 menjadi 0,55. Jumlah pelanggan tumbuh 5,14% pada 2025, dengan penambahan 1.035 sambungan, melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya. Cakupan layanan teknis mencapai 34,88%, dengan jam layanan rata-rata 24 jam per hari, menegaskan kontinuitas distribusi air bersih.
Kinerja penanganan pengaduan menjadi salah satu keunggulan. Sepanjang 2025, 100% dari 2.819 pengaduan pelanggan berhasil diselesaikan. Konsumsi air domestik juga meningkat menjadi 20,30 m³/pelanggan/bulan, mengindikasikan kepercayaan pelanggan terhadap layanan air perpipaan.
“Setiap laporan pelanggan kami respons cepat. Sistem komunikasi internal dan kanal pengaduan memungkinkan petugas langsung bergerak ke lapangan. Bagi kami, kecepatan dan kepastian layanan adalah bagian dari standar,” tutur Arpiansyah.
Selain itu, aspek operasional menjadi penopang penting kinerja. Nilai aspek ini meningkat dari 1,54 menjadi 1,61. Rasio produksinaik signifikan menjadi 75,98%, dengan produksi riil 6,75 juta m³ dari kapasitas terpasang 8,89 juta m³. Non-Revenue Water (NRW) berada pada 23,76%, tetap dalam target pengendalian melalui perbaikan pipa, penertiban pemakaian ilegal, dan pemantauan jaringan harian.
Tekanan air pelanggan di atas 0,7 bar menjangkau 88,32% pelanggan, sementara penggantian/kalibrasi metermencapai 21,34% sebagai upaya menjaga akurasi pencatatan.
Transformasi Digital Dorong Efektivitas Bisnis
Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama penguatan kinerja PerumdaTirta Taka. Sejak 2016, perusahaan mengimplementasikan aplikasi Pass PDAM sebagai sistem informasi terpadu untuk pelayanan pelanggan dan billing system. Melalui sistem ini, proses pencatatan meter, pengelolaan data pelanggan, hingga penagihan rekening air dilakukan secara terintegrasi dan terdigitalisasi.
Pemanfaatan teknologi tersebut memberikan dampak langsung terhadap efektivitas dan efisiensi operasional. Akurasi pencatatan konsumsi air meningkat, potensi kesalahan manual dapat diminimalkan, serta pengawasan kinerja keuangan dapat dilakukan secara lebih transparan dan real time oleh manajemen.
Transformasi digital juga memperkuat pengendalian internal perusahaan. Dengan sistem billing yang terdigitalisasi, Perumda Tirta Taka mampu menjaga efektivitas penagihan rekening air pada level tinggi, sekaligus mendukung stabilitas arus kas dan perencanaan keuangan jangka menengah.
Selain di sisi internal, digitalisasi juga diterapkan pada proses pengadaan barang dan jasa melalui aplikasi iProcs yang mulai diimplementasikan pada 2023. Platform ini menghadirkan sistem pengadaan yang transparan dan akuntabel, dengan melibatkan penyedia barang dan jasa yang kompeten sesuai bidangnya. Proses pengadaan menjadi lebih cepat, efisien, dan terdokumentasi dengan baik.
“Digitalisasi kami jadikan fondasi dalam menjalankan proses bisnis. Bukan hanya untuk mengikuti perkembangan teknologi, tetapi untuk memastikan setiap keputusan dan layanan berbasis data, efisien, dan transparan,” ujar Arpiansyah.
Ke depan, pemanfaatan teknologi informasi ini juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi dua arah dengan pelanggan, termasuk kemudahan akses informasi tagihan dan layanan, serta percepatan respons terhadap pengaduan. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan menjaga tingkat kepuasan pelanggan yang konsisten berada di atas target.
Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Daerah Berkelanjutan
Sebagai BUMD strategis, Perumda Tirta Taka memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Penyediaan air bersih yang berkualitas menjadi fondasi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses layanan air minum.
Di sisi fiskal, Tirta Taka turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembagian laba kepada pemerintah daerah. Perusahaan juga aktif menjalankan program edukasi air bersih dan sanitasi, kemitraan pelestarian lingkungan, serta investasi infrastruktur jaringan pipa untuk memperluas cakupan layanan ke wilayah yang belum terjangkau.
“Kami memandang air bukan sekadar komoditas, tetapi layanan publik yang harus dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, kinerja bisnis, pelayanan masyarakat, dan kontribusi pembangunan daerah harus berjalan seimbang,” pungkas Arpiansyah.
