Jakarta, TopBusiness — Hadir pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2026, PT BSA Logistics Indonesia menegaskan posisinya sebagai perusahaan logistik terpadu yang terus memperkuat peran strategisnya dalam rantai pasok nasional.
Dengan jangkauan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan ini tidak hanya berfokus pada keunggulan bisnis, tetapi juga menempatkan tanggung jawab sosial sebagai bagian integral dari keberlanjutan usaha.
Head of Human Capital & General Affair PT BSA Logistics Indonesia, Benny Yuliman, menjelaskan bahwa perusahaan mengusung visi menjadi penyedia layanan logistik terpadu terdepan di Indonesia.
“Kami punya visi menjadi perusahaan penyedia layanan logistik terpadu terdepan di Indonesia. Jadi ada kata kuncinya, terpadu, kita gabungkan semua berbagai jasa layanan logistik dan menjadi terdepan di Indonesia,” ujarnya di hadapan dewan juri TOP CSR Awards 2026 antara lain Mellani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Thendri Supriatno (Masyarakat Investor Independen), Syaifudin (LKN), dan Ummu Azizah Mukarnawati (LKN/Komisi CSR), Kamis (2/4/2026).
Menurut Benny, makna “terdepan” tidak hanya merujuk pada skala bisnis, tetapi juga pada penguasaan teknologi dan kualitas sumber daya manusia. “Makna terdepan di sini adalah penguasaan teknologi dengan operasional yang dilakukan oleh pekerja yang terpilih, terlatih, dan profesional,” katanya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik multimoda, PT BSA Logistics Indonesia menjalankan berbagai layanan, mulai dari transportasi, freight forwarding, pergudangan, penyimpanan, hingga jasa bongkar muat. Aktivitas ini tersebar di sejumlah wilayah strategis seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Dumai, Belawan, hingga Siak.
Benny menambahkan bahwa seluruh aktivitas tersebut dijalankan dengan prinsip konsistensi dan transparansi. “Misinya untuk mendorong konsistensi dan transparansi di seluruh rantai pasokan Indonesia dengan memanfaatkan teknologi, keunggulan operasional, dan perbaikan berkelanjutan,” ungkapnya.
CSR sebagai Bagian dari Etika Bisnis
Dalam menjalankan operasionalnya, PT BSA Logistics Indonesia berpedoman pada Code of Conduct (CoC) yang mengatur perilaku perusahaan, termasuk aspek anti korupsi, transparansi, dan etika bisnis. Di dalamnya, CSR menjadi bagian penting yang wajib dijalankan oleh seluruh elemen perusahaan.
“Untuk poin corporate social responsibility, itu masuk dalam etika bisnis. Jadi, ini adalah aturan dasar yang wajib dilakukan oleh seluruh pekerja,” jelas Benny.
Perusahaan juga menekankan pendekatan “tone from the top”, di mana pimpinan perusahaan memberikan contoh langsung dalam pelaksanaan program sosial.
Salah satunya adalah kegiatan penanaman pohon yang telah dilakukan sejak 2004 di wilayah Sungai Baung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, serta santunan kepada anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah operasional.
BSA Logistics Indonesia mengembangkan CSR melalui tiga pilar utama, yaitu sosial, lingkungan, dan ekonomi.
“Pertama adalah pilar sosial, kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar. Yang kedua adalah pilar lingkungan, perlindungan lingkungan dan pengurangan dampak operasional perusahaan. Dan yang ketiga adalah pilar ekonomi, keberlanjutan usaha dan kontribusi ekonomi bagi perusahaan serta seluruh stakeholder,” kata Benny.
Lebih lanjut Benny menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut dijalankan secara berkelanjutan dan terukur. CSR juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi perusahaan. “Program CSR merupakan investasi untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usaha,” ujarnya.
Selain itu, CSR berfungsi mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), meminimalkan risiko sosial, serta meningkatkan citra perusahaan di tengah masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat intensitas operasional perusahaan, termasuk penggunaan armada logistik dalam jumlah besar di berbagai wilayah.
Adopsi ISO 26000
Komitmen terhadap tanggung jawab sosial diperkuat melalui adopsi standar ISO 26000. Perusahaan mengintegrasikan tujuh subjek inti dalam operasionalnya, mulai dari tata kelola organisasi hingga pengembangan masyarakat.
Dalam aspek tata kelola, perusahaan memastikan kebijakan terkait quality, health, safety, environment (QHSE) dan Code of Conduct berjalan efektif. Sementara itu, dalam aspek hak asasi manusia, perusahaan menjamin kebebasan berserikat bagi karyawan.
Di bidang ketenagakerjaan, perusahaan menjalankan program K3 serta pelatihan dan pengembangan SDM secara berkelanjutan. “Penyediaan program K3 dan pelatihan untuk menciptakan kerja yang aman dan meningkatkan kompetensi karyawan,” jelas Benny.
Pada aspek lingkungan, perusahaan menerapkan konsep green operation melalui efisiensi energi dan pengelolaan limbah. Salah satu inisiatifnya adalah penggunaan alat berat berbasis listrik serta pemanfaatan panel surya di area pergudangan.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan praktik operasional yang adil melalui kebijakan anti korupsi dan sistem whistleblowing, serta menyediakan mekanisme penanganan keluhan pelanggan secara transparan.
Implementasi Program CSR
Dalam implementasinya, PT BSA Logistics Indonesia telah menjalankan berbagai program CSR yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Di bidang ekonomi, perusahaan melakukan penyerapan tenaga kerja lokal, program magang bagi pelajar dan mahasiswa, kemitraan dengan UMKM, serta pengembangan kompetensi karyawan. Program magang bahkan dilengkapi dengan kurikulum praktis dan instruktur profesional.
“Menyiapkan SDM siap kerja yang berpotensi menjadi tenaga profesional perusahaan di masa depan,” ujar Benny.
Pada pilar sosial, perusahaan aktif menjalankan berbagai kegiatan seperti bantuan kemanusiaan, santunan anak yatim, donor darah, hingga pemberangkatan umrah dan perjalanan religi bagi karyawan serta mitra. Selain itu, perusahaan juga menyalurkan hewan kurban dan memberikan dukungan kepada tokoh masyarakat setempat.
Di bidang perlindungan sosial, perusahaan turut mendaftarkan mitra kerja ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, meskipun mereka bukan karyawan tetap.
Sementara itu, pada pilar lingkungan, perusahaan menjalankan program penghijauan, pengelolaan limbah, serta efisiensi energi. Salah satu langkah konkret adalah penggunaan alat berat berbasis listrik dan penerapan energi surya di area operasional seluas 16 hektare di Cakung.
Secara keseluruhan, sepanjang periode 2024 hingga 2026, PT BSA Logistics Indonesia telah menjalankan lebih dari 33 kegiatan CSR dalam 14 program utama yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Benny menegaskan bahwa keberlanjutan program CSR menjadi kunci dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. “Dengan adanya program CSR, kami bisa lebih terpola, terprogram, terencana untuk bisa mendekatkan diri dan membuat hubungan yang harmonis,” katanya.
Melalui pendekatan yang terintegrasi antara bisnis dan tanggung jawab sosial, PT BSA Logistics Indonesia terus memperkuat kontribusinya tidak hanya sebagai pelaku industri logistik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang berkelanjutan.
“Bagi kami CSR bukan hanya tentang memenuhi kewajiban social perusahaan tapi juga berfungsi sebagai strategi kunci untuk membangun reputasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan menciptakan nilai jangka panjang. CSR berperan penting dalam mendukung masyarakat, melindungi lingkungan, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Benny.
