erusahaan pelat merah,
Jakarta, BusinessNews Indonesia – Produksi gula PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dalam beberapa tahun terakhir masih cukup fluktuatif.
Produksi gula dari tujuh kebun tebu milik BUMN ini pada 2015 mencapai 213.000 ton dan turun menjadi 273.000 ton akibat hujan yang terjadi sepanjang tahun. Sementara pada 2017, produksi kembali membaik hingga naik menjadi 320.000 ton.
“Pertumbuhan produksi gula di perkebunan RNI serta bermitra dengan kebun tebu rakyat berangsur naik turun. Pertumbuhan tersebut ditentukan dengan cuaca yang terjadi di Indonesia,” ujar Direktur Utama RNI, Didik Prasetyo usai kegiatan Global Economic Outlook 2018 RNI di The Royal Ballroom Springs Club, Jumat (6/4/2018).
Meski produksi gula mengalami fluktuasi, rendemen untuk sektor gula terus mengalami kenaikan. Pada 2016, rendemen tebu menjadi gula mencapai 6,7% kemudian naik pada 2016 menjadi sekitar 7%-8%. Sementara pada 2018, RNI menargetkan dapat naik lagi hingga 8,5%.
“Kami harapkan tahunini rendemen lebih baik karena iklim menjadi lebih baik. Ini Insya Allah bisa 8,5% rendemen menjadi gula,” ujar Didik.
